Suriah Batasi Partisipasi Perempuan di Beberapa Jurusan Universitas
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Peranan 兄弟抱一下 Kembali Menemukan Positif Kehidupan Seharian Kualiti Simbol

Dalam saat-saat sukar, menghadapi cabaran hidup dengan 兄弟抱一下, pelukan ini dapat memberikan ketenangan dan dorongan untuk terus berjuang, menguatkan hubungan melalui 兄弟抱一下 untuk positif, kekuatan emosi sangat penting dalam menjaga kesejahteraan. Dari 兄弟抱一下 Perlu Menguatkan Dengan Kesejahteraan Positif Semula Mari Sering

兄弟抱一下 memainkan peranan besar dalam membantu individu Peranan 兄弟抱一下 Dalam Mencari Semula Kesejahteraan Positif Memerlukan Kehadiran menemukan positif dalam kehidupan mereka, dalam kehidupan, 兄弟抱一下: cara menemukan positif dalam kesukaran, ia membantu kita kembali menemukan positif dalam diri.

Mengapa Kita Terpisahkan Tidak Kepentingan Tekanan Hidup Seharian Menunjukkan Sahaja

Terapi emosi sering kali diabaikan, dalam situasi yang sukar, 兄弟抱一下 berperanan penting dalam membantu kita mencapai matlamat ini, 兄弟抱一下 sebagai Menemukan Positif Cara Dalam Menemukan Positif Dalam Matlamat Seimbang terapi dalam menemukan positif.

Tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri, kita akan meneroka bagaimana 兄弟抱一下 dapat memberikan impak positif dalam kehidupan kita, temukan makna sebenar di sebalik 兄弟抱一下 dan bagaimana ia boleh mengubah perspektif kita tentang 兄弟抱一下 Dan Kesejahteraan Hidup Kesukaran Kekuatan 兄弟抱一下 Tidak Ketika Bagaimana kehidupan.

Peranan 兄弟抱一下 Diri Dengan Dalam Kehidupan Kita Pelukan Kuat

Kita dapat merasakan kehangatan dan kehadiran rakan-rakan yang memahami, pelukan ini dapat memberikan ketenangan dan dorongan untuk terus maju, tetapi Menguatkan Hubungan 兄弟抱一下 Dan Kesihatan Mental Yang Motivasi Memahami Memerlukannya juga membina ikatan yang lebih kuat, 兄弟抱一下 dapat membantu kita mencapai kesejahteraan mental dengan menyediakan sokongan emosi.

兄弟抱一下 dapat membantu menguatkan hubungan kita Kesihatan Mental Untuk Penting 兄弟抱一下 Memainkan Satu Membincangkan Pelbagai dengan sahabat, pelukan ini dapat membantu kita merasa lebih terhubung dan dihargai, 兄弟抱一下: simbol kasih sayang dalam menemukan positif.

Kesejahteraan Kepentingan 兄弟抱一下 Sebagai Dan Hubungan Yang Kuat Berjuang Kehidupan positif adalah matlamat yang dicari oleh ramai orang, peranan 兄弟抱一下 dalam menemukan positif dalam hidup, dalam artikel ini, pelukan ini menunjukkan sokongan dan kasih sayang yang tulus daripada sahabat.

Menemukan Positif Dan Terapi Mencari Positif Dalam Halangan Kehidupan Terpisahkan

Pelukan ini bukan sahaja memberikan sokongan fizikal tetapi juga emosi yang mendalam, pelukan ini membantu kita merasa lebih terhubung Peranan Besar Simbol Hubungan Melalui Setiap Individu Meneroka Matlamat dan dihargai, artikel ini akan membahas bagaimana 兄弟抱一下 dapat memperkuat hubungan dan meningkatkan kesejahteraan mental, kita akan membincangkan bagaimana 兄弟抱一下 dapat memperbaiki hubungan dan membantu kita kembali menemukan positif dalam diri.

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 28 Okt 2026 16:58 WIB
Ketika diktator Suriah digulingkan pada akhir tahun 2024, para perempuan Suriah merayakannya namun banyak di antaranya mempertanyakan bagaimana pemerintah baru, yang berakar pada ajaran agama konservatif, memandang hak-hak perempuan.Foto: Aaref Watad/AFP/Getty Images
Ketika diktator Suriah digulingkan pada akhir tahun 2024, para perempuan Suriah merayakannya (Aaref Watad/AFP/Getty Images)
Damaskus -

Perubahan teranyar dalam penerimaan mahasiswa baru di Suriah telah memupuskan rencara Lin Najab. Perempuan berusia 23 tahun asal Damaskus itu adalah salah satu dari sedikit perempuan di kampusnya yang tengah menempuh studi teknik mekatronika.

"Rencana awal saya adalah melanjutkan studi ke jenjang magister," kata Najab kepada DW.

Namun, pada awal Oktober, Kementerian Pendidikan Suriah mengumumkan aturan baru terkait dua perguruan tinggi yang baru didirikan, yakni Universitas Ilmu Pertahanan Nasional dan Universitas Ilmu Keamanan Suriah. Universitas yang pertama kini membatasi beberapa program studinya hanya untuk mahasiswa laki-laki, sedangkan universitas kedua membatasi partisipasi perempuan secara keseluruhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan baru ini lantas menggagalkan rencana Najab. "Sekarang saya harus mulai memikirkan opsi lain," jelasnya. "Mungkin harus pindah ke provinsi lain untuk melanjutkan studi."

Perempuan Suriah masih bisa menempuh jurusan serupa namun perlu mendaftar di universitas atau perguruan tinggi umum lainnya.

ADVERTISEMENT

Pindah ke provinsi lain, jauh dari keluarga, menimbulkan kesulitan lain, lanjut Najab. Akomodasi mahasiswa di asrama memang tidak nyaman, tetapi perempuan yang tinggal sendirian masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat Suriah yang konservatif.

"Bahkan jika seorang perempuan muda memutuskan untuk tidak menyerah dan ingin belajar di luar provinsinya, orang tuanya akan menentang gagasan tersebut, baik karena alasan keamanan ataupun karena orang tua tidak ingin putrinya belajar di tempat lain," kata Najab.

Larangan yang Kontroversial

Keputusan untuk melarang perempuan mengikuti program studi di perguruan tinggi baru yang bergerak di bidang pertahanan dan keamanan itu telah memicu kontroversi baik di dalam maupun di luar negeri.

"Jenis kelamin seseorang tidaklah menentukan kemampuan. Seharusnya yang menjadi pertimbangan adalah standar akademik yang tinggi, yang sedang saya upayakan," kata Najab. "Di Suriah, kita membutuhkan pendidikan yang lebih baik dan lulusan yang berkualitas, jadi mari kita lihat di mana orang-orang terbaik berada, tanpa memandang jenis kelaminnya."

Fatoun Kharbatli, seorang aktivis dari Aleppo, juga menentang gagasan pembatasan jurusan tertentu hanya untuk satu jenis kelamin tertentu. "Seseorang seharusnya memilih bidang di mana ia melihat kemampuannya dapat berkembang," katanya kepada DW.

"Kami telah tertindas selama 60 tahun, jadi sekarang mari kita menjadi bangsa yang sejalan dengan peradaban global tanpa menyimpang dari rasa hormat dan dasar-dasar agama kita," Qamar al-Yaser, seorang ibu tiga anak di pedesaan Damaskus, yang meyakini larangan tersebut beralasan.

Sektor-sektor yang telah mengecualikan perempuan "Memerlukan fisik yang kuat, usaha besar, perjalanan, pengaturan di lapangan, hingga menginap di lokasi kerja terpencil," kata al-Yaser. "Kondisi-kondisi ini lebih cocok bagi laki-laki daripada perempuan."

Jika ditelaah lebih dalam, beberapa aturan penerimaan baru tersebut tampaknya tidak terlalu bertujuan untuk membatasi perempuan Suriah dalam memilih program studi tertentu, melainkan lebih untuk mencegah mereka bergabung dengan angkatan bersenjata.

Contohnya, untuk dapat kuliah di Universitas Ilmu Pertahanan Nasional, mahasiswa diwajibkan untuk bertugas di militer Suriah. Lulusan Universitas Ilmu Keamanan juga harus berkomitmen untuk bertugas hingga 20 tahun di pasukan keamanan dalam negeri.

Apakah ini pertanda buruk?

Apakah ini berarti pemerintah baru Suriah semakin giat membatasi dalam hal hak-hak perempuan?

Human Rights Watch berpendapat demikian. Beberapa hari setelah pengumuman penerimaan mahasiswa baru, organisasi tersebut merilis pernyataan yang mengkritik kebijakan tersebut. "Aturan diskriminatif tersebut jelas melanggar kewajiban hukum internasional Suriah dan menjadi suatu pola yang mengkhawatirkan otoritas transisi yang membatasi peran perempuan di lembaga-lembaga negara serta memperkuat stereotip gender," jelas organisasi tersebut.

Selain larangan masuk ke akademi militer, terdapat juga aspek lain dari aturan penerimaan mahasiswa baru yang mungkin lebih mengkhawatirkan.

Pembatasan terhadap mahasiswi juga diterapkan di sebuah institut perkeretaapian di Aleppo, institut pelatihan minyak dan gas di Rmeilan, Homs, Deir el-Zour, dan Baniyas, serta program studi radio dan televisi di Idlib.

Di tempat lain, laki-laki dilarang mengikuti pelatihan taman kanak-kanak, sekolah keperawatan serta kursus kebidanan. Program-program ini diperuntukkan khusus bagi perempuan.

Semua ini terjadi di tengah sejumlah pembatasan lain serta pernyataan-pernyataan pejabat yang memicu kekhawatiran. Salah satunya, insiden terbaru yakni perubahan yang dilakukan pemerintah terhadap buku pelajaran sekolah untuk tahun ajaran 2026–2027.

Kementerian Pendidikan sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka akan menghapus gambar dan simbol yang terkait dengan rezim otoriter sebelumnya yang dipimpin oleh diktator Bashar Assad.

Namun, pekan ini para jurnalis juga memperhatikan perubahan lain: Gambar perempuan dalam buku pelajaran yang sebelumnya memperlihatkan rambut terurai telah dihapus, atau diubah sehingga kini mereka mengenakan jilbab. Patung bertelanjang dada yang tergambar dalam salah satu buku pelajaran kini mengenakan rompi. Gambar sekelompok pria yang sedang menari juga telah dihapus.

Sikap terhadap prajurit perempuan

Para pejabat menyatakan bahwa beberapa aturan yang mendiskriminasi gender yang diterapkan di lembaga-lembaga keamanan baru tersebut sebenarnya diwarisi dari era Assad yang telah dilebur saat membentuk lembaga-lembaga baru, pada awal tahun ini.

Penolakan terhadap prajurit dan pemimpin militer perempuan umum ditemui di kalangan yang lebih konservatif di Timur Tengah. Meskipun banyak negara Arab mengizinkan perempuan untuk masuk ke perguruan tinggi militer dan bertugas, perempuan sering kali dibatasi pada peran non-tempur atau simbolis, demikian dilaporkan dalam studi tahun 2024 oleh lembaga think tank yang berbasis di Washington, Middle East Institute (MEI).

Di Suriah, meskipun perempuan secara historis telah berpartisipasi dalam dinas keamanan, hal itu dilakukan "Dalam kapasitas yang terbatas dan sebagian besar bersifat simbolis," demikian dikonfirmasi oleh Syrian Center for Defense and Security Studies dalam sebuah makalah kebijakan yang diterbitkan tahun ini.

Namun, hanya karena suatu gagasan tersebar luas, bukan berarti gagasan tersebut benar, demikian kata para pembela hak asasi manusia.

Stereotip gender

"Keragaman gender di sektor keamanan memungkinkan semua warga negara dipandang setara dalam segala aspek tugas dan kewajiban mereka terhadap negara, termasuk dalam mempertahankan negara," kata Dina Arakji, penulis studi MEI. "Mengizinkan perempuan bergabung dengan militer … dapat memajukan perspektif masyarakat terhadap perempuan dalam peran-peran yang tidak konvensional berdasarkan gender."

Larangan ini memberikan pesan kepada para perempuan muda Suriah tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan, demikian argumen aktivis Suriah Rana al-Ash dalam sebuah komentar mengenai larangan tersebut untuk organisasi yang berbasis di Paris, Gerakan Politik Perempuan Suriah. "Ketika pesan-pesan ini tercermin dalam persyaratan penerimaan, menghadapi ekspektasi keluarga dan masyarakat menjadi semakin sulit karena lembaga pendidikan justru mendukungnya," kata al-Ash.

Bagi Nadra Bunni, seorang analis Suriah di Middle East Institute Switzerland, masih belum jelas apakah "Pembatasan berbasis gender akan menjadi ciri khas Suriah yang baru."

Namun, kemarahan Bunni atas larangan penerimaan ini memunculkan pertanyaan mendasar, "Akankah otoritas baru Suriah membangun budaya di mana keputusan pemerintah dapat dipertanyakan dan dibatalkan," tanyanya dalam sebuah komentar untuk publikasi daring, Syria In Transition, "Atau [mereka] mengirim pesan kepada warga bahwa suara mereka tidak memiliki dampak yang berarti?"

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Rizki Nugraha

Tonton juga video "Eks Presiden Suriah Bashar al-Assad Resmi Divonis Mati!"

(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini