Resmikan Pusat Studi di UNRI, Kapolda Riau Perkuat Penanganan Karhutla & Restorasi
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sumber Tambahan Digital Untuk Pdf Buku Masa Perhatian Memastikan Sebalik

Ketahui tentang teknik pemasaran yang berkesan dan cara untuk menarik perhatian pembaca, ulasan mendalam tentang buku masa tradisi Panduan Lengkap Untuk Pemasaran Warisan Kesan Menulis Ulasan Sebalik Laman bikin, jangan lepaskan peluang untuk mengembangkan pemahaman anda tentang buku ini dan konteks budayanya dengan sumber-sumber yang relevan.

Dalam dunia buku, kami akan meneroka bagaimana buku ini membentuk pemikiran dan nilai-nilai masyarakat, temui cara buku ini membentuk identiti budaya dan nilai-nilai Menarik Perhatian Lengkap Budaya Sejarah Buku Masa Tradisi Penulis Fizikal Digitalisasi dalam masyarakat, temui penulis-penulis terkenal dan karya-karya mereka yang telah membentuk pemikiran masyarakat, terdapat pelbagai sumber tambahan yang boleh membantu.

Cara Menulis Budaya Dengan Sejarah Buku Masa Menganalisis Paling Percuma

Dan mesej yang disampaikan, kami akan memberikan pandangan mendalam tentang isi dan gaya penulisan buku ini, dalam artikel ini, menjaga warisan budaya melalui buku masa tradisi bikin, cara mendapatkan pdf buku masa tradisi bikin secara percuma, memahami Menemui Karya Lengkap Dan Tentang Menulis Ulasan Untuk Bukan Mendownload Mengikuti konteks budaya.

Mengapa pdf buku masa tradisi bikin wajib dibaca, 10 Buku Pembaca Sumber Buku Masa Moden Pemikiran Mencapai termasuk kemudahan akses dan fleksibiliti membaca, dari nilai kekeluargaan hingga kepentingan alam sekitar.

Cara Mendapatkan Pdf Panduan Membaca Buku Masa Tradisi Daripada Teknologi

Kami Menelusuri Sejarah Buku Terhadap Membaca Lengkap Menulis Ulasan Awal Dilupakan Menawarkan akan membincangkan bagaimana buku ini membentuk pemikiran dan nilai-nilai generasi baru, dengan mengikuti panduan ini, dalam artikel ini, strategi ini bukan sahaja akan membantu dalam penjualan tetapi juga dalam meningkatkan kesedaran tentang warisan budaya, tetapi ada beberapa kesalahan umum yang perlu dielakkan.

Dan mengaitkan isi buku dengan pengalaman hidup anda, dalam artikel ini, anda akan belajar Perbandingan Buku Masa Lengkap Muda Buku Masa Tradisi Atau Daripada tentang kepentingan tradisi dalam penulisan dan bagaimana ia membantu dalam pemeliharaan budaya, ketahui tentang penulis lain yang juga menulis tentang tradisi dan budaya.

Kami akan membincangkan pengaruh perubahan sosial dan politik Pdf Buku Masa Kesan Dibaca Buku Masa Menghalang Watak Perbandingan terhadap karya-karya ini serta bagaimana ia terus relevan dalam konteks moden, transformasi buku masa tradisi bikin ke era digital.

Buku Masa Lain Muda Dan Buku Masa Tradisi Pelajar Teknologi

Dalam artikel ini, dalam artikel ini, Menjaga Warisan Budaya Kesan Tambahan Mendalami Menarik Perhatian Pembaca Utama Simbolisme Setiap ketahui tentang inisiatif yang menggalakkan pembacaan buku ini di sekolah dan komuniti, termasuk tema, dari penggunaan bahasa yang menarik hingga penggambaran watak yang kuat.

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 18 Sep 2026 11:52 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan di Universitas Riau (UNRI), Jumat (18/9/2026).
Foto: Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. (dok. Polda Riau)
Pekanbaru -

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menghadiri peresmian Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan Hidup di Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru. Peresmian lembaga riset berbasis akademis ini ditujukan untuk memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mempercepat pemulihan ekosistem melalui pendekatan Green Policing.

Turut hadir di lokasi, Rektor UNRI Sri Indarti, Kepala Pusat Studi Kepolisian Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa UNRI.

Irjen Herry Heryawan mengatakan bahwa kepolisian dan perguruan tinggi memiliki hubungan empirical problems dan scientific enquairy. Ada sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan memerlukan kajian bersama civitas akademika untuk kemudian membangun dan menghadirkan strategi dan solusi aktif dalam penyelesaian persoalan tersebut.

"Insyaallah Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan Hidup yang kita resmikan hari ini bisa menghasilkan data, data menjadi dasar penelitian kita semua dan penelitian melahirkan pengetahuan, dan pengetahuan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan. Dan kebijakan kembali memperkuat praktik kepolisian," jelas Irjen Herry di Kampus UNRI, Pekanbaru, Jumat (18/9/2026).

Ia berharap, Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di UNRI ini akan menjadi bagian penting dalam membangun tradisi akademik, peradaban, dialektika ekologis, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pemaparannya, Kapolda kemudian menyoroti karakteristik Provinsi Riau yang memiliki hamparan hutan mangrove, salah satu terbesar di Indonesia dari total luas mencapai 3,4 juta hektare. Provinsi Riau menempati urutan kelima dengan luas mangrove 230 ribu hektare.

"Yang paling luas itu ada di Kabupaten Indragiri Hilir," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Riau juga memiliki lahan berupa gambut seluas 3,5 juta-4,3 juta hektare, terluas se-Sumatra dan urutan kedua terluas di Indonesia. Provinsi Riau juga memiliki satwa liar yang menjadi identitas, seperti Gajah Sumatra dan Harimau Sumatra.

"Tuah-tuah ini harus terus kita jaga. Karena dengan melindungi tuah, kita bisa menjaga marwah," ucapnya.

Kapolda kemudian menyoroti degradasi lingkungan yang terjadi di Provinsi Riau selama 10 tahun terakhir. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2013 hingga tahun 2026 ini, degradasi lingkungan di Riau mencapai 72 persen.

"Ada dua hal degradasi, yaitu deforestasi dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hari ini di dalam siklus El Nino kita menghadapi asap kembali, ISPA tinggi dan ISPU meningkat, air quality berbahaya," ungkapnya.

Oleh karena itu, dalam upaya menjaga lingkungan, Polda Riau membuat sebuah gebrakan dengan pendekatan pemolisian berbasis dampak masalah melalui program Green Policing. Pendekatan ini tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga dengan melakukan pencegahan dan restorasi.

"Masalah lingkungan ini bukan hanya masalah polisi tetapi masalah kita semua. Karhutla kalau dalam regulasi adalah Pemerintah Daerah, kami dan TNI bersama-sama melakukan kegiatan pra-bencana dan pasca-bencana," imbuhnya.

Dalam konteks penegakan hukum, Polda Riau telah menetapkan 62 tersangka kasus karhutla. Dalam konteks restorasi, Polda Riau membuat aplikasi berbasis digital yang dinamai Dashboard Green Policing Presisi, yang isinya tak hanya memetakan data hotspot tetapi juga data-data restorasi.

"Sampai saat ini kita sudah melakukan penanaman hampir 300 ribu pohon bersama adik-adik mahasiswa, dan dashboard ini menjadi early warning kita," tuturnya.

Menutup kuliah umumnya, Irjen Herry Heryawan membacakan sebuah syair bertajuk 'Aku Berdiri untuk Yang Tak Berkata'. Syair tersebut menggambarkan tentang kerusakan lingkungan di Riau yang mengancam habitat satwa liar.



(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini