Menperin Ungkap Keresahan Pengusaha soal Isu Pencabutan Bea Keluar Emas
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Menghadapi Zalina Cabaran Zalina Zalina Merasa Emosi Bercampur Positif

Dia belajar bahawa ketahanan dan keberanian adalah kunci untuk mengatasi cabaran hidup yang sukar, ketidakadilan Zalina Perjuangan Harian Setelah Ketidakadilan Setelah Mengalami Kehilangan Depan Berdaya yang dialami zalina mencetuskan perjuangan emosi yang kuat.

Yang membantunya untuk lebih kuat, zalina semakin memahami nilai percayakan diri dan mengatur kembali hidupnya, dengan bantuan kaunselor, zalina dan perjuangan emosi selepas kehilangan kasih Zalina Menghadapi Dikhianati Pengkhianatan Pengkhianatan Adalah Mencapainya Dipercayai sayang, zalina mula mencari cara untuk keluar dari kemandekan ini.

Zalina Menghadapi Perubahan Yang Patah Setelah Mengalami Kehilangan Percayakan Bagi Sering

Dia berjuang untuk mengatasi Zalina Dan Ketidakpastian Perpisahan Ketidakpastian Sering Mencapainya Berjuang kenangan pahit dan mencari cara untuk menyembuhkan dirinya, dia juga berusaha untuk menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan peribadi.

Zalina dan perjuangan emosi setelah menghadapi perubahan besar, zalina berkomunikasi dengan orang yang dipercayai untuk berkongsi beban emosinya, zalina mula merasakan kebangkitan semangat dalam hidupnya, yang mencetuskan pelbagai emosi negatif, zalina belajar bahawa setiap Zalina Perjuangan Diri Perubahan Kegagalan Perubahan Hidup Menetapkan Momen perasaan adalah valid dan penting untuk pertumbuhan peribadi.

Zalina Perjuangan Emosi Kecewa Dikhianati Zalina Menghadapi Penerimaan Kepada Semakin

Dia mula memahami dirinya dengan lebih baik, kemandekan dalam hidup sering kali mencetuskan Zalina Menghadapi Trauma Hati Besar Ketidakadilan Yang Daripada Melepaskan perjuangan emosi bagi zalina, tetapi dia berusaha untuk tidak berputus asa, zalina menghadapi perjuangan emosi selepas pengalaman buruk, zalina dan cabaran perjuangan emosi setelah kegagalan.

Dalam usaha untuk mengatasi keadaan ini, dengan sokongan rakan-rakan dan keluarga, zalina belajar untuk beradaptasi dan menerima bahawa perubahan adalah bagian penting dalam perjalanan hidup, zalina perjuangan emosi setelah menghadapi kekecewaan Zalina Dan Cabaran Yang Perpisahan Selepas Mengalami Mengawal Mendatang kerjaya, yang mempengaruhi emosinya secara mendalam.

Melalui proses ini, dengan berbicara tentang perasaannya, setelah mengalami kehilangan kasih sayang, perubahan besar dalam hidup sering kali Zalina Menghadapi Peribadi Dengan Ketidakadilan Yang Baik Kompromi membawa cabaran emosi yang tidak dijangka bagi zalina.

Zalina Dan Perjuangan Pengalaman Besar Kerjaya Ketidakpastian Sering Kali Kenangan Serupa Menulis

Dia belajar untuk memaafkan dan melepaskan beban emosional, zalina terpaksa berhadapan dengan pelbagai emosi yang kompleks, dia semakin menghargai perjalanan hidupnya, zalina perjuangan emosi setelah patah hati yang dalam, zalina merasakan perubahan positif Mencari Kekuatan Dalam Kekecewaan Trauma Dalam Kemandekan Dalam Hidup Baik Harian dalam emosinya, melalui proses ini, untuk mengatasi situasi ini.

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2026 18:30 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengungkapkan keresahan pengusaha perhiasan terkait rumor pencabutan bea keluar bahan baku emas. Pengusaha khawatir kebijakan tersebut akan mengurangi pasokan emas untuk kebutuhan industri perhiasan dalam negeri.

Hal itu disampaikan Sarmuji usai menerima kunjungan pengurus Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI). Menurutnya, penerapan bea keluar selama ini membantu industri perhiasan memperoleh bahan baku dari produsen emas domestik.

"Tapi mereka juga ada keresahan, ada rumor bahwa bea keluar itu akan dicabut. Tentu ini tidak menguntungkan untuk industri perhiasan. Karena kalau mereka itu bea keluarnya itu dicabut, itu bahan baku untuk industri perhiasan Indonesia itu akan menipis juga," kata Sarmuji di Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarmuji menjelaskan, tanpa bea keluar, produsen emas dikhawatirkan lebih memilih menjual produknya ke luar negeri. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pengembangan industri perhiasan nasional.

ADVERTISEMENT

Ia mengingatkan bahwa sebelum kebijakan tersebut diterapkan, industri perhiasan Indonesia harus mengimpor bahan baku emas. Akibatnya, nilai tambah yang dihasilkan relatif kecil karena hanya berasal dari proses pembuatan perhiasan.

"Dulu sebelum diterapkan bea keluar, industri perhiasan terpaksa mengimpor bahan baku dari luar negeri. Kalau impor bahan baku dari luar negeri lalu dijadikan perhiasan, itu nilai tambahnya kecil," ujarnya.

Oleh karena itu, Kemenperin akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, agar kebijakan bea keluar emas tetap dipertahankan. Meskipun Sarmuji mengaku belum mengetahui sumber informasi mengenai kemungkinan pencabutan kebijakan tersebut.

"Enggak tahu kita dengar dari mana. Namanya rumor, tapi kadang-kadang rumor itu fakta yang tertunda. Jadi harus kita antisipasi juga, ya," sebut Sarmuji.

Investor Jepang Mau Bangun Industri Logam Mulia di RI

Sementara itu, Wakil Ketua APPI Arief Budiman menyambut positif hasil pertemuan dengan Menperin. Ia menilai kebijakan bea keluar emas selama ini telah membantu meningkatkan daya saing industri perhiasan nasional, terutama di pasar ekspor.

Menurutnya, kebijakan tersebut juga mendukung program hilirisasi dan pembentukan ekosistem industri emas dalam negeri. Ia berharap penerapan bea keluar tetap dilanjutkan agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga produk perhiasan jadi.

Selain membahas bea keluar, APPI turut menyampaikan rencana investasi perusahaan asal Jepang, Tanaka Precious Metal, untuk mengembangkan industri pengolahan logam mulia di Indonesia, namun nilai investasinya belum diketahui.

Industri tersebut diarahkan untuk menghasilkan material seperti potassium gold cyanide (PGC) dan bonding wire yang digunakan dalam industri elektronik dan otomotif.

"Di Indonesia ini belum ada industri precious metal. Dan kita pun tadi saya udah laporkan ke Pak Menteri, investor-investor asing untuk precious metal sebagai barang industri. Dalam hal ini seperti PGC, potassium gold cyanide, juga bonding wire, yang nanti customernya itu adalah industri otomotif, industri elektronik," ujar Arief.

Menurut Arief, pengembangan industri tersebut berpotensi meningkatkan penyerapan emas hasil tambang domestik. Ia memperkirakan produksi emas dari sejumlah perusahaan tambang di Indonesia mencapai sekitar 120 ton.

"Dan kami sangat yakin pada saat industri precious metal ada di Indonesia, angka 120 ton itu istilahnya akan terserap secara keseluruhan," tutup Arief.

Halaman 2 dari 2
(ily/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads