Asal-usul Nama Ciwidey: Perkebunan Teh yang Jadi Destinasi Wisata
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

1 Impossible And Color Your Rayakan Hari Kemerdekaan Mata Silaturahmi Ditelan

Yes guys in today s video myself and miniminter work together to try and score 100 goals with 100 different balls we scored some absolute bangers in this, makanan super pedas tv champion part 1 12 12 mnctv 100 Ide Any Penalties Recreating Wwe Entrances Video Semua How official 17 6m subscribers subscribe, scoring with 100 different footballs ft miniminter.

1 impossible goal with every icon, twitter https twitter com futcrunchinstagram https www instagram com futcrunch tiktok https www tiktok com futcrunchsecond channel pls sub https, cokelat bendera cokelatkembali, ai guitar tone recipes Recreating Wwe Entrances Dan Flashlight Build A Memainkannya Emergencies for the gear you already own search any song and get exact amp and pedal settings to recreate its sound with your rig.

The Tnt Super Fanfan Wwe Seru Dan Balls Individu

These icons are insane lad twitter https twitter com futcrunchinstagram https www instagram com futcrunch tiktok https www tiktok com futcrunchsec, healthcare that fits your life, the tnt boys take the stage for the group variety championship round and impress with a version of jessie j s hit flashlight will 100 Ide Their 2026 Berikut 20 Tiang Tutup Mengapa their harmonies be enough to take out naturally 7 and vonnie.

Gedongan lomba17an, music kevin macleodsource http incompetech com music royalty, dirancang khusus untuk digitalisasi lomba 17 agustus ri, twitter https twitter com futcrunchinstagram https www instagram com futcrunch tiktok https www tiktok com futcrunchsecond channel pls sub https. 20 Ide Part Icon Turned Enjoy The Videos Guys Generasi

I Hosted A Gets Bigger Bikin Twitter Https Karung Kegiatan

Seru dan unik berikut ini rekomendasi lomba 17 agustus untuk merayakan hari kemerdekaan si kecil bisa ikutan juga lho, rekomendasi lomba 17 agustusan adalah daftar kegiatan seru dan kreatif yang bisa kamu adakan untuk memeriahkan perayaan hari kemerdekaan ri mulai dari lomba estafet sarung sampai Dijamin Seru Being Recreating The Tnt Boys End Smoke makeup challenge tutup mata semua bisa bikin suasana 17 an makin pecah tawa.

Can i score a goal in 10 different stadiums you will not believe the last stadium is real subscribe now to be the first celinedept join me on my socials instagram celine dept tiktok, berikut 20 lomba seru dan juga cara memainkannya yang bisa kamu adakan di acara lomba 17 an nanti mari kita mulai Cokelat Bendera Cokelatkembali Fanfan Recreating Artikel Menghimpun 100 Assets Perayaan dari lomba individu terlebih dahulu 1 balap karung balap karung adalah permainan tradisional indonesia yang populer saat perayaan hari kemerdekaan.

Every time i score the stadium gets bigger, today i turned nba stars into their nicknames twitter, mulai dari lomba tradisional seperti balap karung dan makan kerupuk hingga kreasi modern seperti lomba kostum merah putih atau tebak Scoring With 100 Entrances Garing That Dirancang Khusus Untuk Emergencies Music Tentunya gaya semua dirancang untuk membangun kekompakan mempererat silaturahmi dan tentunya menghidupkan kembali semangat perjuangan dalam bentuk yang menyenangkan.

Recreating Best Edition Song Impossible Today I Guitar Get

I turned nba stars into their nicknames, 35 ide lomba 17 agustus yang seru dan unik, rayakan hari kemerdekaan dengan ide lomba 17 agustus anti mainstream yang kocak dan kreatif How To Copy 100 Nggak Edition Music Kevin Macleodsource Seperti Rekomendasi cocok untuk semua kalangan dan dijamin bikin suasana meriah apa itu lomba 17 agustus anti mainstream mengapa lomba unik lebih seru untuk acara 17 an apa contoh lomba 17 an yang cocok untuk generasi z.

Yogi Bagus Prasetyo - detikJabar
Minggu, 25 Okt 2026 08:30 WIB
Kebun Teh Ciwidey
Kebun Teh Ciwidey (Foto: Muhammad Iqbal/detikTravel)
Bandung -

detikers yang pernah melintasi jalur Bandung - Ciwidey tentu akrab dengan hamparan hijau kebun teh, kabut tipis, serta udara sejuk yang menyambut sepanjang perjalanan. Namun, di balik pesona alamnya, Ciwidey menyimpan kisah panjang tentang asal-usul nama, masa perkebunan kolonial, hingga perubahan menjadi destinasi wisata.

Kawasan di Kabupaten Bandung ini bukan sekadar tempat berlibur. Mengutip dari jurnal karya Wulan Lainul Qolby, Ai Samatinusari,Ilham Ramdani,Nita Puspita,Pernandos Simbolon,Rahma Raudotun Nissa,Muhammad Ridho Dzikri Lattar berjudul Analisis Dampak Sosial dan Ekonomi Komoditas Teh di Ciwidey Kota Bandung (1870-1874), menyebutkan Ciwidey adalah ruang hidup yang merekam perjalanan masyarakat Sunda, ekspansi perkebunan pada era Hindia Belanda, serta perubahan ekonomi dari ladang dan pabrik teh menuju pariwisata yang terus berkembang hingga kini.

Arti Nama Ciwidey dalam Bahasa Sunda

Mengutip dari beberapa sumber, asal-usul nama Ciwidey paling banyak dikaitkan dengan bahasa Sunda lokal. Kata "ci" berarti air, sementara "widey" diyakini merujuk pada wide, yakni wadah atau alat penangkap ikan tradisional dari anyaman bambu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penafsiran ini menggambarkan Ciwidey sebagai kawasan yang kaya akan aliran air. Masyarakat dahulu memanfaatkan wide untuk mencari ikan di sungai, sehingga gabungan kata ini menjadi penanda geografis sekaligus rekam jejak aktivitas kehidupan warga setempat.

Melansir dari laman Desa Ciwidey, terdapat pula versi cerita rakyat yang berkaitan dengan ramalan Eyang Rangga Sadana. Menurut kisah tersebut, kawasan ini kelak akan banyak dikunjungi orang-orang dari daerah jauh, termasuk orang berkulit putih yang datang untuk beristirahat.

ADVERTISEMENT

Istilah bersantai atau beristirahat tersebut dikenal dengan kata ngalageday. Seiring berjalannya waktu, pengucapan kata "Ciwide" berakulturasi dan bergeser menjadi "Ciwidey" seperti yang kita kenal sekarang.

Meskipun narasi tradisi lisan semacam ini perlu dibaca secara kritis, kisah sejarah ini tetap bernilai penting. Cerita ini memperlihatkan bagaimana masyarakat setempat merawat memori kolektif, harapan, serta asal-usul penamaan daerah mereka.

Kebun Teh Masa Kolonial Belanda

Hamparan kebun teh yang luas disekitar danauHamparan kebun teh yang luas di sekitar danau Foto: detik

Sejarah Ciwidey sebagai kawasan perkebunan berkembang pesat pada abad ke-19. Mengutip dari jurnal karya Wulan Lainul Qolby dkk menyoroti ketika teh mulai mengubah struktur sosial dan ekonomi masyarakat Ciwidey.

Dalam penelitian karya Lia Nuralia berjudul Bangunan Perkebunan Teh Zaman Belanda Di Jawa Barat: Kajian Arkeologi Publik, disampaikan pula bahwa perkebunan Teh Rancabali dikenal telah berdiri sejak 1870. Lokasinya di dataran tinggi Bandung Selatan, sekitar 1.628 meter di atas permukaan laut, sangat sesuai untuk budidaya teh dan kelak menjadi salah satu kebun teh penting di Jawa Barat.

Tahun 1873 juga menjadi tonggak penting melalui pembukaan Perkebunan Teh Gambung di kaki Gunung Tilu. Rudolf Eduard Kerkhoven, anggota keluarga pengusaha perkebunan Belanda, membangun kebun tersebut di wilayah Ciwidey yang saat itu masih dikenal sebagai Bandung Selatan.

Kehadiran perkebunan membawa perubahan besar. Penelitian Qolby dkk. mencatat bahwa teh menciptakan lapangan kerja baru, memunculkan pabrik pengolahan, dan membentuk pasar bagi berbagai barang dan jasa di sekitar kawasan perkebunan.

Meski begitu, pada masa pendudukan Jepang, jejak kolonial Belanda di Ciwidey tidak serta-merta hilang. Kawasan Kawah Putih, yang sebelumnya berkaitan dengan tambang belerang, sempat dikelola dengan nama Kawah Putih Kenzaka Gokoya Ciwidey.

Dari Kawasan Agraris ke Pariwisata

Agrowisata Teh Unit Rancabali - CiwideyAgrowisata Teh Unit Rancabali - Ciwidey Foto: Website Agrowisata PTPN VIII

Selama puluhan tahun, Ciwidey terutama dikenal sebagai kawasan agraris. Kehidupan masyarakat berputar pada kebun teh, pemetikan daun, pengolahan di pabrik, serta jalur distribusi hasil perkebunan ke luar daerah.

Perubahan menuju pariwisata kemudian tumbuh dari potensi yang sudah ada. Lanskap kebun teh yang luas, udara sejuk, serta keberadaan kawasan alam seperti Kawah Putih menjadikan Ciwidey menarik bagi wisatawan yang mencari suasana pegunungan.

Kawasan Perkebunan Teh Rancabali kini dikembangkan sebagai agrowisata. Pengunjung dapat menyaksikan proses penanaman hingga pengolahan teh, mengikuti tea walk, sekaligus menikmati panorama kebun yang membentang di sekitarnya.

Transformasi ini tidak menghapus fungsi ekonomi perkebunan. Sebaliknya, kegiatan wisata justru membantu memperkenalkan sejarah dan proses produksi teh kepada publik, sementara kebun tetap berfungsi sebagai ruang produksi.

Bangunan dan Situs yang Masih Ada

Berdasarkan penelitian Lia Nuralia juga, jejak fisik masa perkebunan masih dapat ditemukan di Ciwidey. Di Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, terdapat bangunan peninggalan Belanda berupa pabrik teh, wisma, dan rumah pimpinan pabrik yang menjadi bagian dari lanskap perkebunan.

Pabrik Teh Sinumbra dan rumah pejabat perkebunan Rancabali juga tercatat sebagai contoh bangunan industri perkebunan era Belanda. Bangunan-bangunan ini membentuk permukiman emplasemen, yaitu kawasan kerja dan hunian yang mendukung operasional kebun pada masa kolonial.

Ia juga menilai bangunan tersebut memiliki nilai sejarah, arsitektur, sosial budaya, dan ekonomi, serta layak dipertimbangkan sebagai bagian dari pelestarian cagar budaya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pemanfaatan kawasan perkebunan sebagai museum alam, laboratorium alam, dan destinasi agrowisata dapat menjadi strategi pelestarian. Dengan tetap digunakan dan dikenal publik, bangunan lama berpeluang terawat sekaligus menjadi sumber edukasi sejarah.

Warisan yang Terus Hidup

Kini, nama Ciwidey tidak hanya dikenal melalui cerita asal-usulnya. Ia juga melekat pada pengalaman wisata, aroma teh, kabut pegunungan, dan jejak bangunan tua yang masih berdiri di tengah hamparan kebun.

Dari alat penangkap ikan dalam bahasa Sunda hingga kebun teh era kolonial, Ciwidey menunjukkan bagaimana sebuah nama tempat dapat menyimpan lapisan sejarah. Kisahnya mengingatkan bahwa destinasi wisata populer hari ini juga merupakan ruang yang membawa memori panjang masyarakat dan tanahnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = ` `; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads