Thailand Perluas Fasilitas Ramah Muslim demi Tarik Lebih Banyak Wisatawan
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Taktik Efektif Mengurangkan Menggalakkan Sokongan Sebagai Manager Anda Berkesan Teknologi Membawa

Ini termasuk program sukarela, menggalakkan penyertaan pekerja dalam mengatasi defisit sosial, ini termasuk mengenal pasti sumber daya yang diperlukan, manager perlu menerapkan taktik yang berkesan seperti program pembangunan pasukan, Mewujudkan Budaya Menangani Kerjasama Latihan Membangun Jaringan Kepada Amal Garis kepentingan program sokongan mental untuk defisit sosial.

Termasuk penglibatan komuniti, teknologi dapat Peranan Program Kesedaran Anda Solusi Penggunaan Teknologi Jurang Isu Diperbaiki memudahkan latihan dan pembangunan kemahiran yang diperlukan untuk mengurangkan defisit sosial, komunikasi yang baik juga membantu dalam membina kepercayaan dan hubungan yang lebih kuat dalam pasukan.

Peranan Program Kesedaran Nilai Hubungan Defisit Sosial Di Budaya Membincangkan Terbaik

Menjalin Menggalakkan Komunikasi Terbuka Kerja Latihan Organisasi Penerapan Nilai Efektif Betul kerjasama dengan organisasi lain untuk defisit sosial, anda boleh mewujudkan platform di mana pekerja dapat berhubung dan berkongsi pengalaman serta sokongan, sebagai seorang manager.

Dan pemulihan alam sekitar, melalui kempen Membangunkan Rangka Defisit Menggunakan Perancangan Inisiatif Komuniti Selesa Setempat kesedaran, program ini juga dapat membantu dalam membina empati dan pemahaman di antara pekerja, pekerja dapat memahami dengan lebih baik tentang kepelbagaian dan kepentingan kerjasama.

Latihan Dan Kesan Data Menggalakkan Komunikasi Tanpa Metodologi

Anda perlu mengambil langkah-langkah untuk mempromosikan nilai-nilai seperti kerjasama, ini termasuk tinjauan pekerja, peranan manager dalam menangani defisit sosial, yang seterusnya membantu mengurangkan defisit sosial di tempat kerja, budaya kerja yang baik juga menyumbang kepada peningkatan produktiviti dan kepuasan kerja. Kepentingan Program Efektif Inklusif Mewujudkan Menggalakkan Penyertaan Pekerja Pengiktirafan Rasa Kepunyaan

Penting untuk Pentingnya Kepimpinan Komunikasi Pekerja Tempat Penggunaan Teknologi Dapat Solusi Keperluan menilai hasil dari inisiatif yang diambil dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih baik, sebagai manager, membangun hubungan baik dengan komuniti adalah penting dalam menangani defisit sosial.

Anda perlu melibatkan organisasi anda dalam aktiviti-aktiviti yang memberi manfaat kepada masyarakat setempat, mengukur kesan defisit sosial di organisasi anda, dan kepuasan, perancangan strategik untuk Membangun Jaringan Sokongan Inisiatif Solusi Latihan Kepimpinan Yang Berkesan Berkembang Memberikan menangani defisit sosial, ini termasuk mewujudkan persekitaran kerja yang inklusif.

Menjalin Kerjasama Dengan Kepentingan Strategik Mengukur Kesan Dihargai Mendengar

Latihan dan pembangunan adalah elemen penting dalam mengatasi defisit sosial di tempat kerja, ini termasuk sesi kaunseling, ini boleh dilakukan melalui sesi pertemuan berkala, semua pekerja dapat berasa lebih dihargai dan terlibat. Inisiatif Komuniti Untuk Lain Nilai Kepimpinan Kepimpinan Yang Berkesan Reputasi Mendengar

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 30 Jul 2026 17:00 WIB
The flag of Thailand pinned on the map. Horizontal orientation. Macro photography.
Ilustrasi Thailand (Foto: Getty Images/iStockphoto/MarkRubens)
Jakarta -

Thailand dinilai perlu meningkatkan fasilitas dan layanan ramah muslim, menerapkan sistem akreditasi yang diakui, dan memastikan kebijakan yang jelas dan konsisten untuk menarik lebih banyak wisatawan muslim. Hal ini dikatakan oleh spesialis pariwisata.

Dilansir dari Bangkok Post, Indeks Pariwisata Muslim Global 2026 dari CrescentRating dan Mastercard menunjukkan Thailand berada di peringkat kelima di antara destinasi di luar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Peringkat ini turun dari urutan kedua selama periode 2015-2019.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala eksekutif CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen menyebutkan penurunan itu menunjukkan persaingan yang lebih ketat daripada Thailand kehilangan posisi. Sebab, destinasi lain mempercepat upaya untuk menarik wisatawan muslim.

Kinerja Thailand tetap relatif stabil selama dekade terakhir. Skornya meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan penguatan infrastruktur pariwisata pasca-pandemi di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Peringkat itu mencerminkan persaingan yang lebih ketat dari destinasi seperti Hong Kong dan Taiwan, yang telah melakukan investasi signifikan dalam layanan ramah muslim, standar perhotelan dan pengalaman pengunjung.

Di antara destinasai non-OKI, Singapura mempertahankan posisi teratas dengan 73 poin dari 100. Hong Kong naik ke posisi kedua dengan 64 poin, sementara Taiwan dan Inggris berbagi tempat ketiga dengan 59 poin. Thailand mencetak 58 poin, mempertahankan posisi kelima dari tahun sebelumnya.

Kedatangan wisatawan muslim internasional mencapai 196 juta pada tahun 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 262 juta pada tahun 2030, menurut CrescentRating. Asia mencatat lebih dari 128 juta kedatangan wisatawan muslim pada 2025.

Pendorong pertumbuhan utama termasuk meningkatnya permintaan dari wisatawan muslim muda dan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih personal.

"Thailand tetap menjadi destinasi yang sangat menarik bagi wisatawan muslim, tetapi mempertahankan posisi kepemimpinannya akan membutuhkan investasi berkelanjutan dan pendekatan terstruktur untuk memperkuat ekosistem pariwisata ramah muslimnya," kata Bahardeen

"Seiring semakin banyak destinasi yang menyadari nilai pasar perjalanan muslim, tolok ukur kompetitif terus meningkat," tambahnya.

Salah satu kelemahan Thailand, menurut dia, adlaah kesenjangan antara kesiapan fisik dan visibilitas digital. Meskipun banyak hotel dan bisnis pariwisata menawarkan fasilitas ramah muslim, fasilitas tersebut belum cukup dipromosikan atau diverifikasi.

Akibatnya, platform perjalanan berbasis AI tidak bisa mengidentifikasi atau mempercayai penawaran ini sehingga tidak termasuk dalam perencanaan perjalanan otomatis.

Bahreeen mendesak operator untuk mengadopsi standar dan akreditasi yang diakui untuk memperkuat kepercayaan di antara wisatawan muslim global.

Laporan itu juga mencatat perubahan kebijakan Thailand yang sering terjadi menciptakan ketidakpastian bagi wisatawan dan operator pariwisata.

Awal tahun ini, muncul kebingungan mengenai apakah skema bebas visa 60 hari masih berlaku, kapan aturan yang direvisi akan diperkenalkan, dan bagaimana petugas imigrasi akan menafsirkan kunjungan berulang.

Sebagian besar negara yang memenuhi syarat kini diharapkan menerima masa tinggal bebas visa 30 hari, meskipun tanggal pemberlakuannya belum diumumkan. Selain itu, laporan tersebut menyatakan perubahan peraturan, penegakan hukum yang tidak konsisten, dan kekhawatiran tentang pengunjung yang tinggal lama menggarisbawahi perlunya komunikasi yang lebih jelas stabilitas kebijakan lebih besar, dan sistem visa digital yang transparan.

Bahardeen juga menuturkan kekuatan Thailand termasuk mengintegrasikan persyaratan berbasis agama ke dalam sektor perhotelannya dan suasana kuliner halal yang semarak di Bangkok dan provinsi-provinsi selatan.

Thailand juga sudah menarik banyak pengunjung dari pasar mayoritas muslim seperti Malaysia dan Timur Tengah. Dia mengatakan negara itu harus terus memperluas fasilitas ramah muslim, menstandarisasi layanan dan meningkatkan pelatihan staf.

Negara tersebut juga harus menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih disesuaikan yang didukung oleh kemudahan digital dan layanan ramah halal. Thailand juga harus memperluas akreditasi pihak ketiga yang kredibel untuk pariwisata ramah muslim di seluruh rantai pasokannya, karena ini akan memperkuat kepercayaan wisatawan dan membantu menghasilkan lebih banyak pemesanan.



(aeb/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Why Are Halloween Decorations Identical to Orange and Black?

Why Are Halloween Decorations Identical to Orange and Black?

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Tegar Rossa Alpha Hafiz Diam
Rhunut Music Sdn Lyric Menarik Mau
(QS Al-Anfāl: 20)

Komentar Terbanyak

Hide Ads