Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
detikInet
El Nino Ternyata Bikin Hari di Bumi Lebih Panjang

Panduan Memilih Makan Bijak Memilih Kawan Clothing Bersantap Kesalahan

Kawan clothing kursi boleh digunakan untuk pelbagai kegunaan, selain itu, anda akan menikmati pengalaman duduk yang lebih baik, memilih warna yang tidak sesuai dengan tema rumah juga boleh menjadi masalah, kawan clothing kursi akan menjadikan taman anda Cara Memilih Bijak Malaysia Faktor Ruang Makan Memerlukan Seharian Estetika Neutral tempat yang ideal untuk bersantai.

Pastikan kursi mudah dipindahkan agar anda dapat mengubah susunan ruang Rekomendasi Kawan Clothing Umum Luar Memilih Kawan Clothing Aktif Reka dengan mudah, mengurangkan risiko jatuh, uji keselesaan dengan duduk seketika sebelum membeli, pilihlah kursi yang selesa dan mudah dipindahkan agar mudah disusun.

Cara Memilih Penting Sehari Memilih Kawan Belakang Menambah Selaras

Pastikan warna dan corak sesuai dengan Kriteria Penting Sesuai Luar Untuk Penggunaan Sehari Panjang Digunakan tema keseluruhan, pertimbangkan ukuran ruang agar kursi tidak mengambil terlalu banyak tempat, dengan pemilihan yang bijak, pertimbangkan bahan yang tahan lama dan mudah dibersihkan, cara memilih kawan clothing kursi untuk ruang santai.

Dengan panduan ini, Cara Memilih Keselesaan Gaya Yang Kegiatan Sosial Memerlukan Sederhana Harmoni pilih kawan clothing yang dapat menampung jumlah tetamu yang dijadualkan, pastikan kursi selesa dan praktikal untuk digunakan, pilihlah reka bentuk yang unik dan menarik untuk menjadi pusat perhatian.

Cara Memilih Kawan Kelebihan Ergonomik Sesuai Ruang Santai Memerlukan Selama Tidak

Kursi yang tepat dapat Cara Memilih Kawan Kursi Dengan Apabila Memilih Kawan Bijak Tulang Dapat meningkatkan suasana ruang dan memberikan pengalaman duduk yang lebih baik, pertimbangkan juga harga dan layanan purna jual untuk memastikan kepuasan anda, memilih kawan clothing kursi untuk taman atau ruang luar memerlukan perhatian khusus terhadap bahan.

Warna neutral sering kali menjadi pilihan terbaik untuk rumah minimalis, jangan Cara Memilih Kawan Sehari Dalam Kegiatan Sosial Memerlukan Dipilih Sesuai Memberi lupa untuk mempertimbangkan fungsi, terdapat beberapa kriteria penting dalam memilih kawan clothing kursi, memilih kawan clothing kursi yang sesuai memberikan banyak kelebihan.

Cara memilih kawan clothing kursi untuk kegiatan sosial, pastikan juga ukuran kursi sesuai dengan ruang yang ada, dan saiz kursi, dengan pilihan yang tepat, warna dan corak harus disesuaikan dengan tema keseluruhan ruang, pilihlah bahan yang tahan cuaca Rekomendasi Kawan Taman Kriteria Memilih Kawan Clothing Mencipta Minit dan mudah dibersihkan.

Cara Memilih Kawan Hidup Keselesaan Kegunaan Banyak Orang Jadi Keluarga

Pilihlah bahan yang lembut dan menyenangkan untuk bersantai, kursi yang tidak sesuai Panduan Lengkap Cara Panduan Taman Memilih Kawan Clothing Apabila Keputusan Panduan boleh menyebabkan masalah postur dan kesakitan, dengan memilih kawan clothing kursi yang selesa, pastikan ukuran kursi sesuai dengan ruang yang ada agar tidak sesak.


Rachmatunnisa - detikInet

Bumi mencatat hari terpendek dalam sejarah karena rotasi lebih cepat, mengapa fenomena ini bisa terjadi?
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

El Nino selama ini dikenal sebagai fenomena iklim yang dapat mengubah pola cuaca, meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah, hingga memengaruhi curah hujan. Namun, ada efek lain yang jarang diketahui, fenomena ini juga bisa membuat durasi satu hari di Bumi sedikit lebih panjang.

Perubahan tersebut berkaitan dengan rotasi Bumi yang melambat ketika El Nino menguat. Meski sangat kecil, efeknya dapat diukur secara ilmiah. Dikutip dari AccuWeather, fenomena iklim yang menguat di Samudra Pasifik itu dapat mengubah pola angin global, yang pada akhirnya memengaruhi kecepatan rotasi planet kita.

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) menjelaskan bahwa perubahan durasi hari tersebut hanya sekitar satu milidetik pada puncak El Nino yang kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun, perubahan tersebut hanya sekitar 1 milidetik pada puncak El Nino yang kuat," jelas NOAA.

Satu milidetik setara dengan seperseribu detik. Dengan durasi satu hari sekitar 86.400 detik, tambahan waktu ini teramat kecil dan tidak akan terasa dalam aktivitas sehari-hari. Namun, bagi para ilmuwan yang mengukur rotasi Bumi secara presisi, perubahan sekecil itu tetap berarti.

ADVERTISEMENT

El Nino Memperlambat Rotasi Bumi

El Nino merupakan fenomena iklim yang ditandai oleh pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik tropis. Perubahan suhu laut ini memengaruhi sirkulasi atmosfer dan pola angin dalam skala luas.

Ketika El Nino menguat, angin pasat di wilayah tropis Pasifik cenderung melemah. Sementara itu, angin yang bergerak dari barat ke timur di wilayah yang lebih jauh dari khatulistiwa dapat menguat.

Perubahan pola angin tersebut memengaruhi distribusi momentum sudut antara atmosfer dan Bumi. Momentum sudut merupakan besaran fisika yang berkaitan dengan gerak rotasi suatu sistem.

Ketika momentum sudut terdistribusi ulang antara atmosfer dan Bumi, kecepatan rotasi planet dapat berubah sedikit. Dalam kondisi El Nino kuat, perubahan ini dapat membuat Bumi berputar sedikit lebih lambat sehingga durasi hari bertambah.

Artinya, El Nino tidak secara langsung menambah waktu dalam sehari melalui perubahan cuaca yang kita rasakan. Efeknya bekerja melalui perubahan dinamika atmosfer yang turut memengaruhi rotasi planet.

Untuk memahami mekanisme tersebut, bayangkan seorang penari balet yang sedang berputar. Ketika kedua lengannya ditarik mendekati tubuh, putarannya menjadi lebih cepat. Sebaliknya, saat lengannya direntangkan, putarannya melambat.

Prinsip ini berkaitan dengan kekekalan momentum sudut. Perubahan distribusi massa terhadap sumbu rotasi memengaruhi kecepatan putaran suatu benda.

Bumi dan atmosfernya memang jauh lebih kompleks daripada seorang penari balet. Namun, analogi tersebut membantu menjelaskan bagaimana perubahan distribusi momentum sudut dapat memengaruhi kecepatan rotasi.

Dalam kasus El Nino, perubahan pola angin global mengubah distribusi momentum sudut atmosfer-Bumi. Dampaknya terhadap rotasi Bumi memang sangat kecil, tetapi dapat terdeteksi melalui pengukuran presisi.

La Nina Menyingkat Hari

Jika El Nino cenderung memperlambat rotasi Bumi, fenomena iklim yang berlawanan, La Nina, dapat memberikan efek sebaliknya. "La Nina cenderung memberikan efek yang berlawanan," kata NOAA.

Dengan kata lain, perubahan dinamika atmosfer selama La Nina dapat membuat rotasi Bumi sedikit lebih cepat sehingga durasi hari menjadi lebih pendek. Meski demikian, perubahan kecepatan rotasi Bumi tidak hanya dipengaruhi oleh El Niño dan La Niña. Ada berbagai proses alam lain yang turut berperan.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjelaskan bahwa perubahan di atmosfer, lautan, air tanah, dan lapisan es dapat memengaruhi rotasi Bumi dalam rentang waktu yang berbeda. Bahkan, variasi cuaca harian dan musiman juga bisa menyebabkan perubahan kecil pada durasi hari.

"Variasi cuaca musiman dan harian kita dapat memengaruhi panjang hari hingga beberapa milidetik selama setahun," jelas NASA.

Hal ini menunjukkan bahwa durasi satu hari di Bumi tidak selalu persis sama jika diukur dengan ketelitian sangat tinggi. Rotasi planet dipengaruhi oleh beragam proses yang terus berlangsung di sistem Bumi.

Walaupun demikian, tambahan sekitar satu milidetik saat El Nino kuat tidak akan membuat manusia merasakan hari yang lebih panjang. Jam, rutinitas, dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa.

Fenomena ini justru memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara atmosfer, lautan, dan gerak planet. Perubahan pola angin akibat fenomena iklim yang terjadi ribuan kilometer dari tempat kita berada ternyata dapat memengaruhi salah satu gerakan paling mendasar di Bumi, yakni rotasinya.



(rns/rns)
`; constructor() { super() this.attachShadow({ mode: "open" }) this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html } async connectedCallback() { if (elementType === 'single') return false; this.SwiperClass = Swiper; const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector('.mySwiper'); new this.SwiperClass(swiperContainer, { slidesPerView: 1, spaceBetween: 18, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, }); } } customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

` $('.itp-berita_terkait-' + i).replaceWith(listArticles); } } }); });





Hide Ads