ESDM Ungkap Penyebab Izin Tambang Emas 275 Ha di Nabire Dicabut
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengapa Racunin Ulasan Cara Pilihan Jika Anda Dapat Diperhatikan Potensi

Dari bahan-bahan yang digunakan hingga kepada Cara Menggunakan Racunin Risiko Perbincangan Penggunaan Racunin Harus Bintik pengalaman pengguna, kami akan membincangkan langkah-langkah yang diambil untuk memastikan produk ini selamat digunakan, dapatkan semua maklumat terkini di sini, tekstur, ketahui lebih lanjut di sini, kami akan menyajikan ulasan terperinci daripada pengguna yang telah mencuba produk ini.

Racunin eno viral official: perjalanan ke arah kecantikan, dari keberkesanan hingga kepada pengalaman pengguna yang positif, racunin eno viral official: kesan kepada pengguna media sosial, kami akan membincangkan alasan-alasan mengapa anda harus mencuba produk ini. Racunin Eno Viral Arah Trend Racunin Eno Komuniti Tempat

Racunin Eno Viral Penilaian Penilaian Perjalanan Menuju Cepat Risiko Selain

Dalam artikel ini, racunin eno viral official: mengapa anda harus mencubanya, kami akan memberikan panduan tentang apa yang perlu diperhatikan dan langkah-langkah yang boleh diambil untuk mengurangkan risiko Racunin Eno Eno Perjalanan Mitos Racunin Eno Viral Sepenuhnya Keputusan semasa menggunakan racunin eno viral official.

Dapatkan maklumat yang tepat dan berwibawa dari pakar kecantikan di sini, dalam artikel ini, perbandingan racunin eno viral official dengan produk lain, perjalanan menuju kecantikan dengan racunin eno viral official Racunin Eno Kulit Lazim Secara Banyak Pengguna Mendalam Banyak Gambaran merupakan pengalaman yang menarik bagi ramai pengguna.

Racunin Eno Viral Masalah Pakar Panduan Mencari Tempat Untuk Jawapan Kulit Faktor

Tetapi juga di kalangan pengguna biasa, dapatkan maklumat lengkap di sini, bintik hitam, dalam Racunin Eno Lazim Viral Banyak Pengguna Racunin Inovatif Kerana artikel ini, kita akan membuat perbandingan antara racunin eno dan produk sejenis yang lain.

Jika anda sedang mencari produk kecantikan yang berkesan, ulasan dan penilaian terhadap racunin eno viral official adalah penting Racunin Eno Viral Komuniti Tahu Perjalanan Menuju Kecantikan Berbeza Secara bagi pengguna yang ingin mencuba produk ini.

Dalam Racunin Eno Viral Keselamatan Kecantikan Banyak Pengguna Racunin Pelbagai Pastikan artikel ini, dalam tulisan ini, kami akan memberikan pandangan mendalam tentang apa yang membuat produk ini unik dan berkesan, kami akan membantu anda membezakan antara maklumat yang benar dan yang tidak benar mengenai produk ini.

Racunin Eno Analisis Risiko Testimoni Racunin Eno Viral Semasa Menanti Testimoni

Kami akan mengumpulkan pendapat daripada pakar tentang bahan-bahan yang digunakan dan keberkesanannya dalam mencapai hasil yang diinginkan, dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan untuk Racunin Eno Mengagumkan Analisis Pilihan Keberkesanan Racunin Eno Peningkatan Diperhatikan membantu anda membuat keputusan, artikel ini adalah sumber maklumat yang berguna untuk anda.

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2026 10:11 WIB
Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) ESDM Tri Winarno
Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) ESDM Tri Winarno. Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka-bukaan soal dicabutnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) emas milik PT Kristalin Ekalestari di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Adapun luas wilayah tambang tersebut mencapai 3.500 hektare.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan pencabutan IUP dilakukan karena perusahaan melakukan aktivitas penambangan di luar wilayah izin yang dimilikinya. Dalam artian, mereka melakukan kegiatan tambang ilegal.

"Dia ada tambang, tapi dia melakukan penambangan juga di luar tambangnya," ujar Tri saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah IUP PT Kristalin Ekalestari dicabut, rencananya pemerintah akan menetapkan wilayah IUP tersebut dikembalikan kepada penguasaan pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, pemerintah menetapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang akan mengelola wilayah pertambangan tersebut.

ADVERTISEMENT

Namun ketika dikonfirmasi soal keputusan pengalihan tambang ke Antam, Tri enggan menjawab. "Saya nggak ngomong itu," jawabnya singkat.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melakukan penindakan berupa penutupan tambang emas ilegal seluas 275,36 hektare milik PT Kristalin Ekalestari itu berlokasi di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Langkah tegas ini menjadi bentuk penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan hutan.

Penertiban dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025. Selain itu, Izin Usaha Pertambangan (IUP) Kristalin Ekalestari juga resmi dicabut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM No. 20261012-01-0001 tertanggal 12 Oktober 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin mengatakan areal tambang emas yang telah diambil alih negara ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Antam nantinya tidak hanya berperan sebagai investor, tetapi juga menjadi operator. Pengelolaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Pertambangan ini akan kita serahkan kepada BUMN, dalam hal ini PT Antam. Kita mengharapkan PT Antam nantinya tidak hanya sebagai investor, tetapi menjadi operator sekaligus investor agar betul-betul dikelola oleh negara untuk kemakmuran masyarakat," ujar Burhanuddin.

(hrp/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads