Polisi menangkap pria berinisial MM (31), yang menimbun bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk dijual kembali dengan harga lebih mahal di Gianyar, Bali. Dari tangan pria asal Sumenep, Madura, itu, polisi menyita 10 jeriken berisi total 350 liter Pertalite dan satu mobil.
"Kami mengungkap kasus penimbunan BBM. Kami tangkap pelakunya hari Selasa tanggal 27 Oktober 2026," kata Kapolres Gianyar AKBP James Rajagukguk saat konferensi pers di kantornya, Kamis (29/10/2026).
James mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan sejumlah warga. Mereka melihat MM keluar masuk SPBU di Jalan Kebo Iwa, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, selama tiga hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MM menggunakan mobil bernomor polisi DK 1598 PF untuk membeli Pertalite di SPBU tersebut. Namun, BBM yang dibelinya bukan untuk konsumsi pribadi, melainkan dijual kembali ke sejumlah warung dengan harga lebih mahal.
"Yang bersangkutan membeli BBM di SPBU di Kecamatan Blahbatuh dengan mobil, untuk dijual kembali," kata James.
Polisi menyita 10 jeriken berisi masing-masing 35 liter Pertalite dan satu mobil yang digunakan MM. Setiap jeriken dijual kepada pengecer dengan harga Rp 400 ribu.
Atas perbuatannya, MM dijerat Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
"Ancamannya, enam tahun penjara," katanya.
Modus
James membeberkan sebanyak 350 liter Pertalite dibeli MM dari SPBU di Jalan Kebi Iwa. Pertalite dibeli MM dengan mengisi mobilnya secara penuh dengan Pertalite.
Mobil bernopol DK 1598 PF dipakai MM untuk membeli Pertalite dan transportasi untuk ke warung. Tanki bensin mobilnya juga sudah dimodifikasi agar dapat dipasangi alat penyedot BBM ke 10 jeriken yang sudah disiapkan.
"Rencananya mau diecer per jeriken. Diecer ke warung," kata James.
James mengatakan, Pertalite yang dibeli MM dari SPBU, diecer seharga Rp 400 ribu per jeriken dengan kapasitas 35 liter. MM meraup untung Rp 50 ribu dari selisih harga asli Pertalite per liter Rp 10 ribu.
MM mengaku sudah sebulan terakhir berjualan Pertalite ke beberapa warung di Gianyar seharga itu. Selama sebulan itu, Pertalite yang dibeli dari SPBU dijual MM tiap dua hari sekali.
Pertalite yang sudah dibeli selalu dijual MM hampir seluruhnya. MM hanya menyisakan seliter bensin di tanki mobilnya.
"Menurut pengakuan yang bersangkutan, dia sudah sebulan beraksi. Dia jual ke warung di Gianyar saja. Tapi itu masih kami selidiki lagi," katanya.

















































