Keinginan menurunkan berat badan dalam waktu singkat kerap membuat seseorang mengambil jalan pintas dengan menjalani metode diet ekstrem. Tak sedikit orang yang tergiur dengan iming-iming penurunan berat badan secara drastis hanya dalam hitungan hari atau minggu.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Penurunan berat badan yang terlalu drastis justru berisiko memicu gangguan metabolisme hingga mengganggu siklus menstruasi pada wanita.
"Itu tergantung berat badanmu berapa. Jadi bisa 0,5-1 persen dari berat badan itu normal. Tapi kalau misalnya drastis banget, berat badanmu misalnya 80 kg, terus yang turun bisa sampai 15 kg, nah itu berarti ekstrem," beber dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (22/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa terjadi gangguan metabolisme. Takutnya nanti kalau perempuan itu bisa menyebabkan haidnya jadi terganggu juga," sambungnya.
dr Yaze menegaskan memangkas massa lemak tubuh tidak bisa disamakan dengan benda mati. Penurunan berat badan yang sehat membutuhkan waktu, konsistensi, serta perencanaan gizi yang matang.
"Jadi sebenarnya ada juga hitungannya dan ada berapa normalnya untuk turun berat badan. Nggak bisa dalam sebulan, apalagi sampai 5 hari, kamu mau turunin 5 kg gitu," tegas dia.
"Itu nggak bisa, ini bukan balon yang bisa kempes terus melar, kempes melar. Itu nggak bisa, tubuh kita itu butuh proses untuk menurunin berat badan,".
Fase Pembakaran Lemak Butuh Otot
dr Yaze juga menyoroti salah kaprah di masyarakat yang kerap menganggap penurunan angka timbangan dalam hitungan hari sebagai tanda keberhasilan membakar lemak. Padahal, penurunan berat badan yang terjadi secara cepat tersebut hampir seluruhnya berasal dari berkurangnya cairan tubuh, bukan lemak.
Untuk membakar lemak secara efektif dan berkelanjutan, tubuh membutuhkan massa otot yang aktif. Sementara itu, proses pembentukan otot membutuhkan waktu dan tidak bisa terjadi secara instan.
"Membangun otot itu bukan kayak Roro Jonggrang, sehari jadi, memang harus ada prosesnya. Kalau mau bikin lemak itu hilang, lemak itu terbakar, kamu harus konsisten untuk defisit kalori sama aktivitas fisik, termasuk angkat beban, strength training," pungkas dr Yaze.

























































