Sejumlah daerah di Aceh dilanda banjir pasca diguyur hujan lebat. Di Subulussalam, banjir sudah beberapa hari merendam pemukiman warga.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir menerjang kawasan Gayo Lues akibat jebolnya tanggul sungai di kawasan Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang. Air menggenangi pemukiman warga setinggi lutut orang dewasa, Rabu (28/10) sore.
"Korban banjir di Gayo Lues masih dalam pendataan," kata Kepala BPBA Bahron Bakti dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain banjir, di Gayo Lues juga terjadi angin puting beliung yang menyebabkan rusaknya atap Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Sementara di Subulussalam, banjir merendam ribuan rumah di Kecamatan Sultan Daulat dan Rundeng. Banjir di daerah itu sudah terjadi sejak Sabtu (23/10) dan airnya belum surut.
"Dampak materialnya 2013 unit rumah, jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah serta tempat ibadah terendam banjir," jelasnya.
Korban terdampak banjir di Subulussalam disebut mencapai 1.985 kepala keluarga (KK). Banjir di sana terjadi akibat meluapnya sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit.
Menurutnya, banjir juga terjadi di Aceh Tenggara dan Aceh Selatan. Banjir di beberapa desa di Aceh Tenggara terjadi secara berulang akibat sumbatnya aliran sungai di bawah Jembatan Kuning.
"Tanggul Lawe Kisam di Aceh Tenggara jebol, dan jembatan gantung Kumbang Jaya-Gulo (jembatan perintis Garuda) amblas tergerus banjir sungai Lawe Alas," ujarnya.



























































