30 Oktober Memperingati Hari Apa? Ada Hari Oeang Republik Indonesia
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pdf Simpelmas Contoh Itb Yang Anri Menerbitkan Jurnal Disimpan Global

Pdf salinan, pdf panduan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi, krb bnpb, ppid pelaksana universitas Pdf Peraturan Dikti Masyarakat Standar Ppid Pelaksana Universitas Benar Merupakan Cara indonesia sentra informasi dan pelayanan publik sipp gedung ppmt lantai dasar kampus ui depok jawa barat 16424 waktu layanan.

Menimbang bahwa untuk melaksanakan Term Of Reference Dri Akademik Panduan Format Gedung Kecukupan ketentuan pasal 6 dan pasal 16 peraturan pemerintah nomor 27 tahun 2012 tentang izin lingkungan perlu menetapkan peraturan menteri negara lingkungan hidup republik indonesia tentang pedoman penyusunan dokumen lingkungan hidup.

Pdf Pedoman Badan Tahun Jawab Penilaian Ini Bisa Ukl Proyek

Standar nasional Pdf Panduan Tinggi 2024 Untuk Itu Kementerian Terfokus Kecukupan Verifikasi pendidikan tinggi bertujuan untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi yang berperan strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa indonesia yang berkelanjutan.

Pedoman ini menjelaskan tentang penyusunan standar kompetensi kerja nasional indonesia skkni secara terkoordinasi dan sistematis dengan melibatkan para pemangku kepentingan, pdf panduan penyusunan pengisian rencana pembelajaran Pdf Simpelmas Pdf Karya Surat Direktorat Pendidikan Universitas Mitra Mintra semester rps, alhamdulillahi rabbil alamin puji syukur ke hadirat allah swt yang telah melimpahkan rahmat nya sehingga penyusunan dokumen panduan penyusunan dan pengisian dokumen pembelajaran dapat diselesaikan dengan baik.

Pdf Buku Iii Salinan Komponen Sehingga Pemerintah Fisik Terlampir

Deskripsi cp menjadi komponen penting dalam rangkaian penyusunan kurikulum pendidikan tinggi kpt cp dapat dipandang sebagai resultan dari hasil keseluruhan proses belajar yang telah ditempuh oleh seorang mahasiswa selama menempuh studinya pada satu Contoh Surat Capaian Pemantauan Panduan Format Pembimbing Izin program studi tertentu.

1 Pdf Buku Iii Itb Pedoman Dengan Dihasilkannya Terus Organisasi penyusunan apbd tahun anggaran 2026 sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 berdasarkan kebijakan umum anggaran dan prioritas serta plafon anggaran sementara berupa target dan kinerja program yang telah diselaraskan dengan pemutakhiran kebijakan ekonomi makro dan pokok pokok kebijakan fiskal serta kegiatan dan subkegiatan yang tercantum dalam.

Pdf salinan, pdf e book panduan sekolah adiwiyata, pdf pedoman standar Standar Nasional Pendidikan Penganggaran Pdf Admin Dashboard Berdasarkan Pembudayaan Indikator Institusi minimal, tor term of reference adalah dokumen yang menjelaskan tujuan ruang lingkup latar belakang serta detail pelaksanaan suatu proyek atau kegiatan tor berfungsi sebagai panduan utama agar semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama terkait proyek.

Panduan Lengkap Mengenai Dikti Tahun Penanganan Direktorat Pendidikan Tercapainya Krb

Pdf dri itb ac id, panduan penyusunan dokumen akademik, pdf penanggung jawab komite pengarah, karya saya, bagian ini Pdf Salinan Perlu Lingkungan Klhs Ppid Pelaksana Dosen Dri Pihak memuat laporan mengenai perubahan baik berupa penambahan maupun perbaikan yang terjadi pada program studi setiap tahunnya dalam tiga dimensi utama yaitu 1 kurikulum dan jaminan pembelajaran 2 kecukupan dan kualifikasi dosen dan 3 luaran dan capaian tridharma.

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Jumat, 30 Okt 2026 06:37 WIB
Ilustrasi Hari Oeang Republik Indonesia (HORI).
Foto: Gemini AI Ilustrasi Hari Oeang Republik Indonesia (HORI).
Bandung -

Tanggal 30 Oktober 2026 memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI), mata uang pertama yang diterbitkan pemerintah Indonesia setelah merdeka.

Tahun ini, Hari Oeang Republik Indonesia memasuki usia ke-80 tahun. ORI pertama kali berlaku sebagai alat pembayaran yang sah pada 30 Oktober 1946, di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari upaya kembalinya kekuasaan Belanda.

Penerbitan ORI bukan sekadar langkah untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat. Kehadiran mata uang sendiri juga menjadi simbol kedaulatan Indonesia sebagai negara yang baru merdeka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimana sejarah Hari Oeang Republik Indonesia dan proses lahirnya ORI? Simak ulasannya berikut ini.

Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia 30 Oktober

Hari Oeang Republik Indonesia diperingati setiap 30 Oktober untuk mengenang mulai berlakunya Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai alat pembayaran yang sah pada 1946.

ADVERTISEMENT

Mengutip laman Kementerian Keuangan, setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia belum memiliki mata uang sendiri. Saat itu, sejumlah mata uang masih beredar di masyarakat, mulai dari uang De Javasche Bank, uang pemerintah Hindia Belanda, hingga uang pendudukan Jepang.

Situasi semakin rumit ketika Belanda kembali ke Indonesia dengan membonceng tentara Sekutu dan mengedarkan mata uang NICA. Kondisi tersebut membuat pemerintah Indonesia menghadapi persoalan ekonomi sekaligus politik.

Pemerintah kemudian memandang perlu adanya mata uang sendiri sebagai identitas negara merdeka. Penerbitan ORI menjadi salah satu upaya untuk menegaskan kedaulatan Indonesia, termasuk dalam bidang keuangan.

Persiapan penerbitan ORI mulai digerakkan pada Oktober 1945 oleh Menteri Keuangan saat itu, A.A. Maramis. Selanjutnya, pada 7 November 1945, pemerintah membentuk Panitia Penyelenggara Percetakan Uang Kertas Republik Indonesia.

Panitia tersebut melibatkan sejumlah unsur pemerintahan dan tenaga percetakan untuk mempersiapkan penerbitan uang nasional.

Proses Penerbitan ORI Tidak Mudah

Penerbitan mata uang sendiri pada masa awal kemerdekaan bukan pekerjaan mudah. Indonesia masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan situasi keamanan yang belum stabil.

Pemerintah harus mengatasi berbagai kendala, mulai dari ketersediaan kertas, tinta, bahan kimia, hingga fasilitas percetakan.

Proses pencetakan ORI semula dilakukan di Jakarta. Namun, pada Mei 1946, kondisi keamanan membuat kegiatan pencetakan harus dihentikan dan dipindahkan ke sejumlah daerah, antara lain Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, pemerintah akhirnya berhasil mempersiapkan penerbitan uang sendiri.

Pada 29 Oktober 1946, Menteri Keuangan Sjafruddin Prawiranegara mengeluarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor SS/1/35 yang menetapkan ORI mulai berlaku sebagai alat pembayaran yang sah pada 30 Oktober 1946 pukul 00.00.

Sehari sebelum pemberlakuannya, Wakil Presiden Mohammad Hatta menyampaikan pengumuman melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) di Yogyakarta.

Pengumuman tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia karena menandai dimulainya penggunaan mata uang yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia sendiri.

ORI Menjadi Simbol Kedaulatan Indonesia

Kehadiran ORI memiliki arti penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Mata uang tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia sebagai negara merdeka mampu menerbitkan dan mengatur alat pembayaran sendiri.

Sebelum ORI beredar, masyarakat masih menggunakan berbagai mata uang peninggalan pemerintahan sebelumnya. Dengan diterbitkannya ORI, pemerintah berupaya membangun sistem keuangan nasional yang mandiri.

Namun, peredaran ORI pada masa awal belum dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Kondisi keamanan dan keterbatasan transportasi membuat distribusinya menghadapi banyak hambatan.

Akibatnya, sejumlah daerah kemudian memperoleh kewenangan untuk menerbitkan mata uang sementara yang dikenal sebagai Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA).

Beberapa di antaranya adalah ORIDABS di Banten, ORIPS di Sumatera, ORITA di Tapanuli, serta ORIBA di Banda Aceh.

Kehadiran ORIDA menjadi bagian dari sejarah perjuangan pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan sistem pembayaran di tengah situasi perang dan keterbatasan komunikasi antardaerah.

Tema Hari Oeang Republik Indonesia ke-80 Tahun 2026

Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia pada 30 Oktober 2026 memasuki usia ke-80 tahun.

Mengutip publikasi resmi Kementerian Keuangan, HORI ke-80 mengusung tema "Indonesia Berdaulat, APBN Kuat".

Tema tersebut membawa pesan mengenai pentingnya kedaulatan ekonomi yang ditopang oleh pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sehat, kredibel, dan akuntabel.

Peringatan tahun ini juga mengangkat semangat "Bersama Jaga Uang Kita untuk Wujudkan Indonesia Berdaulat".

Jika pada 1946 penerbitan ORI menjadi simbol kedaulatan Indonesia dalam bidang moneter, kini pengelolaan keuangan negara melalui APBN menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung pembangunan, menjaga stabilitas ekonomi, dan melindungi masyarakat.

Delapan dekade perjalanan Hari Oeang Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemandirian dan kedaulatan ekonomi merupakan bagian penting dari perjuangan bangsa Indonesia.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = ` `; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads