Pabrik BYD di Subang digeruduk ormas lagi. Sebelumnya kabar pabrik BYD digeruduk ormas sempat ramai pada April 2025.
Viral di media sosial video yang menunjukkan sekumpulan orang diduga ormas menggeruduk pabrik BYD. Dalam narasi yang beredar disebutkan ormas tersebut menuntut prioritas tenaga kerja lokal sekaligus meminta evaluasi BYD soal kerjasama terkait izin tata ruang dan limbah produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Perindustrian Sarmuji mengamini hal itu. Dia menyebut sudah menerima laporan terkait penggerudukan ormas di pabrik BYD kawasan Subang Metropolitan dengan tuntutan membuka kesempatan kerja bagi warga lokal. Menurut Sarmuji, tuntutan terkait serapan tenaga lokal harus dilihat dari dua sudut pandang.
Sebab, perusahaan seringkali sudah merasa kebutuhan tenaga kerja lokal sudah tercukup. Di lain sisi, warga justru menilai jumlah tenaga kerja lokal belum banyak terserap.
"Kadang-kadang perspektif yang POV-nya beda, point of view-nya kadang berbeda ya antara industri. Industri merasa sudah, sementara masyarakat merasa belum cukup. Ini kan sesuatu yang harus dipertemukan ini, penjelasan yang harus sama-sama satu frekuensi. Jangan sampai berbeda frekuensi, kalau berbeda frekuensi akan terus ada problem," ujar Sarmuji dikutip detikFinance.
Diketahui pabrik BYD sudah diresmikan pada September 2026. Meski baru diresmikan, terungkap bahwa fasilitas pabrik tersebut rupanya sudah memproduksi mobil sejak April 2026. Dalam perjalanan pembangunan pabrik, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengungkap BYD diganggu ormas dan aksi premanisme.
"Jangan sampai kemudian investor datang ke Indonesia dan merasa kemudian tidak mendapatkan jaminan keamanan, jaminan keamanan itu adalah hal yang paling mendasar bagi investasi untuk masuk ke Indonesia," ucap Eddy April 2025.
Meski ada gangguan, Head of Marketing PR and Government Relation BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengungkap pembangunan pabrik tetap berjalan dengan lancar.
Fasilitas produksi mobil listrik BYD dibangun di area Fase 2 Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Diberitakan detikcom sebelumnya, BYD menggelontorkan investasi hingga Rp 11,7 triliun.






















































