Seorang pengemudi taksi online terlibat keributan dengan sejumlah anggota paguyuban angkutan di Stasiun Bandung, Selasa (11/9) kemarin. Perselisihan dipicu lantaran pengemudi taksi online masuk ke area stasiun yang dilarang bagi angkutan online.
Kejadian ini viral di media sosial (medsos) setelah rekaman video memperlihatkan aksi saling dorong hingga pengemudi taksi online terjatuh ke tanah. Insiden ini menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk sesama pengemudi online.
Pascakejadian, puluhan pengemudi online mendatangi Mapolsek Cicendo untuk meminta kepolisian mengusut tuntas kejadian tersebut. Pihak kepolisian pun mempertemukan kedua belah pihak dan kasus ini diselesaikan melalui jalur mediasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Cicendo, AKP Darno, membenarkan pengemudi taksi online dan paguyuban angkutan stasiun sempat berselisih. Beruntung, perselisihan itu tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
"Terjadi keributan di situ tetapi kami tidak menemukan adanya pukul-pukulan, hanya tarik-menarik kayak begitulah. Nah, kemudian setelah itu ada juga satpam di situ melerai dan selesai ya kan, bubar," katanya, Rabu, (12/8/2026).
Darno mengungkapkan, kejadian ini diselesaikan secara musyawarah. Kedua belah pihak sudah dipertemukan.
"Kemudian kami panggil untuk dua belah pihak. Jadi yang berselisih paham di tempat kemudian ketua masing-masing, ada ketua online ada ketua dari paguyuban, saya panggil di sini kemudian saya mediasikan gitu," ungkapnya.
Melalui mediasi itu, mereka sepakat bahwa perselisihan terjadi karena kesalahpahaman. Menurutnya, kedua belah pihak saling memaafkan dan membuat surat pernyataan di atas meterai.
"Kedua belah pihak sudah saling memaafkan, sudah tidak akan saling menuntut gitu ya, karena ketuanya juga saya panggil semuanya dua belah pihak itu," terangnya.
Darno menjelaskan, keributan antar pengemudi itu dipicu oleh perebutan penumpang. Pengemudi dari paguyuban disebutnya merasa bahwa stasiun merupakan daerah kelompoknya untuk mencari penumpang.
Dia menegaskan bahwa siapa pun boleh mencari rezeki di stasiun dan pihaknya mengimbau agar pengemudi saling menghargai sesama. Darno mengatakan, setiap orang memiliki hak untuk mencari rezeki.
"Saya menghimbau kepada pelaku usaha, terutama pelaku usaha ojek ya baik itu ojek online maupun ojek konvensional bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur. Tidak boleh mengkotak-kotakkan 'oh ini wilayah saya, oh ini teritorial saya', tidak boleh ya," pungkasnya.
Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
Strategi Terbaik Hebat Kuat Untuk Menguasai Fizikal Memberikan Membanggakan(wip/mso)























































