Kisah Nabi Ibrahim AS ketika dibakar oleh Raja Namrud menjadi salah satu peristiwa luar biasa. Permohonan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Nabi Ibrahim AS menghancurkan berhala-berhala yang disembah kaumnya. Raja Namrud dan para pengikutnya kemudian menjatuhkan hukuman dengan melemparkan Nabi Ibrahim ke dalam api besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Allah SWT menyelamatkan Nabi Ibrahim. Api yang seharusnya membakar tubuhnya justru menjadi dingin dan tidak membahayakannya.
Lantas, apa doa Nabi Ibrahim ketika dibakar api?
Doa Nabi Ibrahim ketika Dibakar Api
Mengutip buku Kisah-kisah Doa dan Taubat Para Nabi karya Khairul Ghazali, doa yang sering dikaitkan dengan peristiwa Nabi Ibrahim AS ketika dibakar adalah kalimat Hasbunallahu wa ni'mal wakil.
Bacaan doa ini diabadikan dalam surat Ali 'Imran ayat 173,
ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ
Arab-Latin: Allażīna qāla lahumun-nāsu innan-nāsa qad jama'ụ lakum fakhsyauhum fa zādahum īmānaw wa qālụ ḥasbunallāhu wa ni'mal-wakīl
Artinya: (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".
Dalam Al-Qur'an surat Al-Anbiya' ayat 69, Allah SWT berfirman,
قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ ۙ ٦٩
Arab latin: qulnâ yâ nâru kûnî bardaw wa salâman 'alâ ibrâhîm
Kami (Allah) berfirman, "Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim!"
Dalam tafsir tahili dijelaskan, ayat ini berisi penjelasan atas kehendak Allah SWT untuk melindungi dan menolong Ibrahim dari kekejaman kaumnya, yaitu membakar Ibrahim dalam api yang sedang berkobar-kobar.
Sebagaimana diketahui bahwa Allah telah memberikan sifat-sifat tertentu bagi setiap mahluk-Nya. Sifat itu tetap berlaku baginya sebagai Sunnah Allah di dunia. Antara lain ialah api, yang bersifat panas dan membakar, sehingga logam-logam yang amat kuat pun dapat dicairkan dengan api, apalagi tubuh manusia.
Maka Allah melindungi Ibrahim dari panas api tersebut dengan cara mencabut sifat panas dan membakar, dari api yang sedang menyala sehingga Ibrahim tidak merasa panas ketika dibakar dan tidak terbakar dalam api unggun yang menyala-nyala.
Allah berfirman, "Hai api, jadilah engkau dingin, dan memberi keselamatan bagi Ibrahim." Dengan adanya perintah Allah kepada api tersebut, maka sifatnya berubah dari panas menjadi dingin, dan tidak merusak terhadap Ibrahim sampai api itu padam. Ini menambah bukti tentang kekuasaan Allah yang seharusnya disadari oleh orang-orang kafir.
Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhārī dari Ibnu 'Abbas disebutkan bahwa ketika Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api, ia membaca:
حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ (رواه البخارى)
"Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung." (HR Bukhārī)
Demikianlah pertolongan dan perlindungan yang biasa diberikan Allah kepada para nabi, wali-wali dan hamba-hamba-Nya yang saleh. Walaupun pada waktu itu Ibrahim belum menjadi nabi dan rasul, namun ia tetap merupakan seorang hamba Allah yang saleh.
Wallahu a'lam.




































































