Obesitas menjadi temuan kesehatan terbanyak dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Ponorogo. Hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 44.145 orang tercatat mengalami obesitas berdasarkan hasil pemeriksaan.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Ponorogo, dr Pita Nurhayani, mengatakan selain obesitas, temuan terbanyak berikutnya adalah hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung.
"Temuan tertinggi obesitas. Kemudian hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung. Itu empat tertinggi," kata Pita, Minggu (18/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data per 13 Oktober 2026, cakupan CKG di Ponorogo mencapai 50,22 persen. Angka tersebut telah melampaui target nasional tahun ini sebesar 46 persen.
Pita menilai perubahan pola makan masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Konsumsi makanan manis dan gorengan perlu diimbangi dengan pola makan sehat serta aktivitas fisik yang cukup.
"Dulu mungkin jajanan berupa rebusan-rebusan. Sekarang bergeser ke gorengan-gorengan dan makanan yang manis," ujarnya.
Menurut Pita, pemeriksaan kesehatan ini menyasar seluruh kelompok usia, mulai bayi baru lahir, anak sekolah, hingga orang dewasa dan lansia. Kelompok dewasa dan lansia menjadi penyumbang terbesar pemanfaatan layanan CKG.
Meski capaian pemeriksaan sudah melampaui target, tantangan berikutnya adalah memastikan warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan bersedia menjalani pengobatan. Sebab, sebagian warga masih enggan berobat karena merasa tidak mengalami keluhan.
"Kadang mereka tidak mau berobat karena merasa tidak ada keluhan apa-apa, walaupun tensinya sudah tinggi," jelasnya.
Dinkes Ponorogo pun mendorong puskesmas untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Warga yang terdeteksi memiliki penyakit diharapkan melakukan kontrol dan pengobatan rutin agar kondisinya tidak semakin parah.
Pita berharap keberhasilan CKG tidak hanya dinilai dari jumlah warga yang diperiksa, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan. Deteksi dini, menurutnya, harus dilanjutkan dengan pola hidup sehat dan penanganan medis sesuai kebutuhan.























































