Jepang berencana mengurangi subsidi bensin dan bahan bakar lainnya secara bertahap mulai Desember. Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya biaya hidup di negara tersebut.
Mengutip dari KyodoNews, Sabtu (31/10/2026) Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi mengungkapkan, subsidi bensin saat ini telah melampaui 50 yen per liter, dengan biaya lebih dari 10 miliar yen per hari. Sementara total subsidi yang telah dikeluarkan negara sejak Oktober tahun lalu telah mencapai sekitar 1,4 triliun yen.
Sejak Maret, subsidi bensin telah diberikan untuk membatasi harga eceran di kisaran 170 yen per liter. Takaichi menjelaskan bahwa, pada prinsipnya, harga acuan tersebut akan dinaikkan sebesar 5 yen setiap bulan menjelang musim semi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beri Subsidi Listrik & Gas
Meski begitu, pemerintah Jepang akan memberikan subsidi untuk tagihan listrik dan gas pada musim dingin ini, seperti yang dilakukan tahun lalu. Dengan kebijakan ini, rumah tangga diperkirakan dapat menghemat sekitar 7.000 yen (US$ 44) selama tiga bulan, terhitung mulai bulan Desember.
Untuk diketahui, harga minyak mentah global melonjak tajam setelah Selat Hormuz ditutup akibat pecahnya perang antara AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari.
Sebagai negara yang minim sumber daya alam, Jepang selama ini sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah. Melonjaknya harga minyak tentu membebankan anggaran negara tersebut.
(ada/ara)




















































