Doa at tahiyat akhir diamalkan muslim saat rakaat terakhir. Tahiyat sendiri jadi bagian dari rukun salat dan dibedakan menjadi dua, yaitu tahiyat awal dan tahiyat akhir.
Tahiyat awal dikerjakan pada rakaat kedua dalam salat. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani melalui bukunya Sifat Shalat Nabi SAW menjelaskan mazhab Syafi'i menyebut tahiyat akhir jadi bagian dari rukun salat yang tak boleh dilewatkan.
Posisi duduk tahiyat akhir sendiri disebut sebagai duduk tawaruk. Duduk ini dilakukan ketika posisi kaki kanan tegak lurus dan kaki kiri berada di bawah menyilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi tangan kiri diletakkan di atas paha dalam keadaan terbuka. Sedangkan tangan kanan menggenggam, kecuali jari telunjuk diacungkan sebagai isyarat.
Bacaan Doa At Tahiyat Akhir
Berikut doa at tahiyat akhir yang dikutip dari buku Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap oleh Abdul Kadir Nuhuyanan dkk.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatulillaah. As salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluh. Allaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. Kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. Kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Segala ucapan selamat, keberkahan, sholawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah. Ya Allah aku sampai sholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana Engkau sampaikan sholawat kepada Nabi Ibrahim AS, serta kepada para keluarganya. Dan, berikanlah keberkahan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarga. Sebagaimana, Engkau telah berkahi kepada junjungan kita Nabi Ibrahim, serta keberkahan yang dilimpahkan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Kekal."
Doa Setelah At Tahiyat Akhir
Doa setelah at tahiyat akhir dibaca agar terhindar dari fitnah Dajjal. Berikut bacaannya sebagaimana merujuk pada sumber yang sama,
اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال
Allaahumma inni a'uudzubika min 'adzaabil qabri wa min 'adzaabinnaari wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dari azab neraka, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal."
Menurut buku Menyelami Makna Bacaan Shalat oleh Fajar Kurnianto, doa ini dapat diamalkan juga untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari siksa kubur, siksa neraka, serta fitnah-fitnah selama hidup dan setelah mati.
Posisi Duduk Tahiyat Akhir Sesuai Syariat
Ustaz Ahmad Baei Jaafar melalaui buku Terapi Shalat Sempurna menuturkan duduk tawaruk tasyahud akhir dilakukan ketika salat hendak selesai dikerjakan setelah sujud yang kedua. Duduk tawaruk adalah duduk dengan cara menyilangkan kaki kiri di bawah kaki kanan, sedangkan kaki kanan bertumpu pada ujung jari yang dilipat ke bawah menghadap ke kiblat.
Setelah itu, muslim meletakkan kedua tangan di atas paha seperti yang dilakukan ketika duduk antara dua sujud, tetapi tiga jari tangan kanan sunnah digenggam sedangkan ibu jari dan jari telunjuk dibiar lurus.
Dinukil dari buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar karya Neni Nuraeni, posisi duduk tahiyat akhir sesuai sunnah tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Humaid. Ia berkata,
"Setelah selesai dua rakaat, Rasulullah SAW duduk di atas kaki kiri beliau dan kaki kanan ditegakkan. Tetapi, ketika beliau duduk tasyahud akhir beliau memajukan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Jadi beliau duduk di atas tanah tempat beliau duduk." (HR Bukhari)
Kemudian dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Zubair, ia berkata,
"Ketika Rasulullah SAW duduk tasyahud, beliau meletakkan tangan kanan di atas paha kanan, dan meletakkan tangan kiri di atas paha kiri. Beliau menunjuk dengan jari telunjuk (kanan), sementara pandangan beliau tidak lebih dari arah jari telunjuk itu." (HR Ahmad, Muslim, dan Nasa'i)




































































