Seorang pria membuat penerbangan United Airlines kalang kabut. Bagaimana tidak, pria ini ketahuan kirim pesan mau bajak pesawat.
Adalah Dante Milne (25), seorang pria asal New Jersey yang melakukan penerbangan pada Sabtu (24/10/2026). Saat itu ia berada di penerbangan 1681 yang membawa 150 penumpang dan enam awak dari Las Vegas menuju Newark, New Jersey, seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (31/10/2026).
Tiba-tiba saja, ia menulis pesan kepada seorang teman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan membajak pesawat keparat ini dan menabrakkannya tepat di barisan kursi Anda," tulis Milne, sebagaimana tercantum dalam laporan penangkapan yang dikutip oleh FOX5 Vegas.
Pesan tersebut diketahui oleh seorang pramugari tidak lama setelah pesawat lepas landas. Awak kabin kemudian memberi tahu kapten pilot, yang segera mengamankan kokpit dan mengalihkan rute pesawat kembali ke Bandara Internasional Harry Reid. Pesawat mendarat di sana sekitar pukul 23.05 waktu setempat.
Penumpang penerbangan itu akhirnya terdampar di sana semalaman, karena awak pesawat telah mencapai batas jam kerja yang diizinkan. Pesawat kemudian melanjutkan perjalanan ke Newark pada keesokan paginya, demikian disampaikan pihak United Airlines kepada Fox News Digital.
Milne kemudian ditangkap oleh pihak berwajib. Dalam penyelidikan, ia mengaku mabuk di sebuah bar di bandara sebelum naik ke pesawat.
Awalnya, Milne mengakui telah mengirim pesan kepada seseorang di dalam pesawat, namun ia mengaku tidak ingat isi pesan tersebut. Saat penyelidik secara spesifik menanyakan perihal ancaman pembajakan, ia berdalih bahwa itu hanyalah candaan antar rekan kerja yang disampaikan dengan pemilihan kata yang kurang tepat.
Milne dilaporkan menyatakan bahwa ia sama sekali tidak berniat untuk membajak pesawat. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Rekaman audio komunikasi lalu lintas udara menunjukkan sang pilot menjelaskan situasi tersebut saat pesawat kembali ke Las Vegas. Dalam rekaman itu, disebutkan bahwa penumpang yang diduga melontarkan ancaman tersebut tampaknya tidak menyadari bahwa pesawat berbalik arah karena ulahnya.
"Penumpang tersebut tidak tahu apa yang sedang terjadi," ujar pilot kepada petugas pengatur lalu lintas udara.
"Pramugari melihatnya mengirim pesan singkat yang menyatakan bahwa ia akan membajak pesawat. Pramugari tersebut melapor kepada saya, lalu kami menerapkan prosedur penguncian. Tidak ada tindakan pengekangan, penumpang tersebut bersikap kooperatif karena ia tidak menyadari situasinya," tambah pilot.
Menurut KLAS-TV, Milne kemudian dibebaskan dengan jaminan sebesar USD 10.000 (Rp 181 juta). Pada hari Selasa, pengacaranya menyampaikan kepada hakim bahwa kliennya akan menyatakan tidak bersalah.
Milne dijadwalkan untuk kembali hadir di pengadilan pada tanggal 5 Januari.
Menyusul insiden tersebut, pihak United Airlines menyatakan bahwa pesawat telah kembali ke Las Vegas untuk menangani potensi masalah keamanan.
"Penerbangan United 1681 dari Las Vegas menuju Newark pada hari Sabtu, 24 Oktober, telah kembali dengan selamat ke Las Vegas untuk menangani potensi masalah keamanan," demikian pernyataan United Airlines.
Federal Aviation Administration (FAA) juga mengonfirmasi bahwa kru pesawat melaporkan adanya gangguan yang disebabkan oleh penumpang dan bahwa insiden tersebut masih dalam penyelidikan.


























































