Kasus penempelan poster asusila bergambar wanita tanpa busana di salah satu pilar Mal Gresik berbuntut panjang. Selain pegawai toko ponsel dipecat, Manajemen Mal Gresik berencana melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
General Manager Mall Gresik, Andiyanto Vino mengatakan, pihaknya berencana membuat laporan polisi secara mandiri atas peristiwa tersebut. Langkah hukum itu akan ditempuh sebagai bentuk tanggung jawab pengelola dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban pengunjung di lingkungan mal.
"Dan kami rencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Itu sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban yang ada di Icon Mall," kata Vino, Sabtu (31/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vino menegaskan, pengelola mal memiliki tanggung jawab terhadap kenyamanan pengunjung. Pihaknya juga ingin menjaga citra baik pusat perbelanjaan serta keberlangsungan bisnis tenant yang berada di dalamnya.
"Tentu ini merusak citra baik mal yang selama ini kita jaga. Biar masyarakat juga tau menempelkan poster sembarangan apalagi pornografi bisa melanggar hukum," tuturnya.
Selain berencana melapor ke polisi, manajemen juga telah mengambil langkah dengan mengamankan poster yang ditempelkan oleh seorang perempuan di salah satu pilar mal.
"Jadi enggak lebih sampai satu menit itu langsung melakukan tindakan. Jadi yang pertama poster yang ditempel itu kami sita dan kita jadikan sebagai barang bukti," jelasnya.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi 12 detik memperlihatkan poster asusila bergambar wanita tanpa busana tertempel di salah satu pilar Mal Gresik viral di media sosial dan grup WhatsApp.
Poster tersebut memuat tulisan bernada penghinaan terhadap seorang perempuan berinisial ZR yang disebut sebagai pegawai salah satu tenant toko ponsel di mal tersebut. Di bawah tulisan itu terpampang empat foto perempuan tanpa busana yang diduga merupakan ZR.
Informasi yang dihimpun, poster tersebut ditempelkan oleh seorang perempuan pada Kamis (30/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah menempelkan poster, perempuan tersebut terlihat mendatangi tenant toko ponsel yang berada tak jauh dari lokasi.
Pihak keamanan mal kemudian bergerak cepat menurunkan poster tersebut kurang dari satu menit setelah mengetahui pemasangannya.























































