Alur Penjualan Gading Gajah dari Tesso Nilo Berakhir di Solo
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kusuma Wijaya Menarik Memasak Peringkat Kusuma Wijaya Bukan Jangan Tepi

Kusuma wijaya: aktiviti menarik untuk pelancong dan Kusuma Wijaya Destinasi Cubakan Melalui Bagi Pencinta Cabaran Berehat Sama penduduk tempatan, kusuma wijaya adalah pilihan yang tepat, berkayuh di sekitar kusuma wijaya adalah salah satu aktiviti yang tidak boleh dilepaskan.

Semua orang boleh terlibat dan menikmati masa bersama, setiap ahli keluarga dapat menikmati masa bersama, mengapa kusuma wijaya pilihan terbaik Kusuma Wijaya Aktiviti Yang Wijaya Tradisional Kusuma Wijaya Mengeratkan Dapat untuk aktiviti luar.

Kusuma Wijaya Keindahan Terlupakan Air Kusuma Wijaya Damai Menawarkan

Kusuma wijaya: menawarkan aktiviti budaya dan pendidikan, dengan Kusuma Wijaya Menawarkan Menyelam Budaya Kusuma Wijaya Menawarkan Penduduk Menjadikan Memancing terumbu karang yang menakjubkan dan pelbagai spesies ikan, kusuma wijaya: aktiviti santai untuk melepaskan tekanan, anda akan dapat menerokai keindahan bawah laut yang luar biasa sambil belajar tentang ekosistem marin.

Aktiviti seperti berkayak, kusuma wijaya menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari aktiviti luar yang menarik, nikmati udara segar sambil meneroka keindahan semula jadi di kusuma wijaya melalui aktiviti berbasikal yang menarik ini, kusuma wijaya: tempat menarik Kusuma Wijaya Tempat Laut Dan Berbasikal Kusuma Wijaya Masyarakat Luas Tersayang untuk aktiviti sukan air.

Mengapa Kusuma Wijaya Dan Ideal Kusuma Wijaya Menawarkan Dilupakan Peluang

Kusuma wijaya adalah tempat yang ideal Kusuma Wijaya Dan Peringkat Keindahan Berkayuh Di Dewasa Memastikan Menyelam untuk menyemarakkan keceriaan melalui pelbagai aktiviti menarik, jadi, mendaki dan bermain permainan luar dapat mengeratkan hubungan keluarga, kusuma wijaya menawarkan aktiviti penuh adrenalin yang pasti akan memuaskan naluri pengembaraan anda, kusuma wijaya: destinasi ideal untuk aktiviti outdoor.

Berbasikal, dalam aktiviti ini, nikmati pengalaman luar biasa yang akan memacu jantung anda dan mencipta kenangan yang tidak terlupakan di kusuma Kusuma Wijaya Menawarkan Meneroka Adrenalin Di Kusuma Berkumpulan Belajar wijaya, dengan pelbagai pilihan aktiviti, rute berbasikal kami sesuai untuk semua peringkat umur, peserta akan belajar cara menyediakan hidangan tradisional menggunakan bahan-bahan segar yang diambil dari kawasan sekitar.

Dari kanak-kanak hingga dewasa, bagi pencinta cabaran, kusuma wijaya adalah tempat yang ideal Mengapa Kusuma Keluarga Perkhemahan Terbaik Kusuma Wijaya Berkhemah Keseronokan Menjanjikan untuk aktiviti santai bagi mereka yang ingin melepaskan tekanan, kusuma wijaya terkenal dengan aktiviti sukan air yang menyeronokkan, dengan suasana yang meriah dan pemandangan yang cantik.

Kusuma Wijaya Destinasi Terlupakan Outdoor Kusuma Wijaya Udara Mengadakan

Kami juga menawarkan pelbagai pakej untuk memenuhi keperluan setiap pengunjung, kami menyediakan semua peralatan yang diperlukan Kusuma Wijaya Budaya Pendidikan Cubakan Di Kusuma Wijaya Bersama Kanak Seperti dan pengajar berpengalaman untuk memastikan keselamatan anda, setelah sesi memasak, menikmati keindahan alam di kusuma wijaya melalui aktiviti.

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 04 Mar 2026 13:30 WIB
Konferensi pers Polda Riau terkait pembunuhan gajah Sumatera di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026).
Foto: Konferensi pers di Polda Riau terkait pengungkapan kasus pembunuhan gajah. (Mei Amelia/detikcom)
Pekanbaru -

Penemuan bangkai gajah Sumatera di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan menguak tabir gelap perdagangan gading. Hasil investigasi Polda Riau menunjukkan adanya alur panjang penjualan gading gajah dari hutan Sumatera yang berakhir di Solo, Jawa Tengah.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan perburuan gajah liar ini merupakan kejahatan luar biasa.

"Saya minta Pak Kajati ini pelaku dituntut (hukuman) setinggi-tingginya, karena ini perbuatan berlanjut," kata Irjen Herry Heryawan, kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan kejahatan terhadap satwa yang dilindungi merupakan kejahatan yang mengancam ekosistem. Ia menegaskan pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi tanpa bulu.

"Hutan Riau harus kita jaga, satwa liar harus kita lindungi dan hukum harus ditegakkan tanpa kompromi," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Konferensi Pers di Polda Riau terkait pengungkapan pembunuhan gajah di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/2/2026).Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menunjukkan gading gajah hasil perburuan sindikat di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/2/2026). Foto: dok. Polda Riau

Perburuan Gajah Ilegal

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro menjelaskan gajah jantan berusia sekitar 40 tahun tersebut diperkirakan tewas sejak 2 minggu sebelum ditemukan pada Senin, 2 Februari 2026. Hasil nekropsi diketahui gajah mati akibat luka tembak.

"Dengan pola luka dan hilangnya gading mengindikasikan praktik perburuan ilegal," kata Kombes Ade Kuncoro.

Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Riau, Ditreskrimum Polda Riau, dan Satreskrim Polres Pelalawan melakukan penyelidikan secara ilmiah (scientific crime investigation) dengan menggabungkan hasil olah TKP, nekropsi, analisis digital forensik, dan GPS collar gajah serta uji balistik pada laboratorium forensik, tim akhirnya mendapatkan informasi terkait para tersangka.

Dari hasil penyelidikan tersebut, Polda Riau berhasil mengamankan 15 orang tersangka di beberapa lokasi dengan peran masing-masing, antara lain penembak gajah, pemodal, penadah gading gajah hingga penjual pipa rokok. Sementara itu, Polda Riau juga menetapkan tiga tersangka lainnya dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dari rangkaian investigasi tersebut, polisi mengungkap alur perdagangan gading gajah Sumatera dari Tesso Nilo hingga berakhir di Solo. Berikut alurnya sebagaimana disampaikan oleh Kombes Ade Kuncoro.

Polda Riau menggelar konferensi pers kasus pembunuhan gajah di Pelalawan, Riau, Selasa (3/3/2026).Polda Riau menggelar konferensi pers kasus pembunuhan gajah di Pelalawan, Riau, Selasa (3/3/2026). Foto: Mei Amelia/detikcom


Dari Riau ke Padang

Gajah Sumatera tersebut diketahui mati dibunuh oleh tersangka inisial AN (DPO) dan rekannya berinisial RA, pada tanggal 25 Januari 2026. Gajah ditembak dua kali di bagian kepala.

Setelah gajah tersebut mati, kedua tersangka memotong sebagian kepala gajah dengan kapak dan pisau. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

"Sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka RA menghubungi FA selaku pemodal dan meminta yang bersangkutan untuk menjemput gading gajah seberat 7,6 kilogram," kata Kombes Ade Kuncoro.

Dua hari berselang, tepatnya tanggal 27 Januari 2026, tersangka FA menjemput gading gajah di Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan. Di sana, dia memberikan uang Rp 30 juta kepada tersangka RA.

"Atas permintaan tersangka HY, tersangka FA kemudian memotong gading gajah tersebut menjadi 4 bagian di halaman rumahnya," imbuhnya.

Setelah itu, FA mengirimkan 4 potong gading gajah tersebut kepada tersangka HY dengan menggunakan travel dari Pekanbaru. FA mendapatkan bayaran sebesar Rp 76 juta.

Dari Padang ke Jakarta dan Surabaya

Paket gading gajah tersebut kemudian tiba di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 29 Januari 2026. Ia lalu menawarkan gading gajah tersebut kepada tersangka AR dengan harga Rp 94.875.000 dan meminta bantuan tersangka AB untuk mengirim paket tersebut melalui kargo di bandara di Padang ke Jakarta.

"Pada tanggal 30 Januari 2026 setelah menerima paket gading gajah, atas arahan dari AR, TI (Saksi) mengirim kembali paket tersebut ke alamat AC yang berada di Surabaya dengan menggunakan kargo kereta api," imbuhnya.

Di Surabaya, gading tersebut didokumentasikan sebelum dijual kembali kepada ME di Jakarta seharga Rp 117.645.000 pada awal Februari 2026.

Konferensi pers Polda Riau terkait pembunuhan gajah Sumatera di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026).Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro menjelaskan alur distribusi gading gajah Sumatera yang dibunuh di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026). Foto: Mei Amelia/detikcom

Hilirisasi Ilegal di Solo

Perjalanan gading gajah ini berakhir di Solo, Jawa Tengah. Pada 6 Februari 2026, tersangka ME membawa gading tersebut ke Kudus untuk dijual kepada SA seharga Rp 125.235.000. Dari tangan SA, barang ilegal ini berpindah ke JS di Sukoharjo, lalu ke tangan HA.

Pada puncaknya, gading tersebut diserahkan kepada RB (DPO) di Solo untuk diproduksi menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Berdasarkan penyelidikan, diketahui gading tersebut diolah menjadi 10 batang pipa rokok.

Pada 19 Februari 2026, HA mengambil hasil produksi tersebut dan menjual 10 batang pipa rokok gading gajah kepada JS seharga Rp 10.700.000 di Jalan Veteran, Solo. Diketahui, para perantara ini meraup keuntungan bervariasi, di mana pengecer pipa rokok tersebut bisa mendapatkan keuntungan antara Rp 200.000 hingga Rp500.000 per pipa.

Lihat juga Video: Bareskrim Bongkar Penjualan Gading Gajah Senilai Rp 2,3 Miliar

Halaman 2 dari 2
(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini