Upaya kolektif dalam mendukung penyintas kanker di Kota Bogor terus diperkuat. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor secara konsisten menjalankan berbagai program, mulai dari kunjungan ke kediaman penyintas, penyaluran bantuan, hingga edukasi deteksi dini. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar secara masif, YKI berupaya memastikan para pejuang kanker tidak merasa melangkah sendirian.
Memperingati Bulan Peduli Kanker Payudara, YKI berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor serta aparatur wilayah menggelar skrining HPV DNA dan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis). Agenda yang berlangsung sejak 1 hingga 23 Oktober 2026 ini melibatkan tenaga kesehatan, organisasi perempuan, hingga berbagai komunitas masyarakat. Puncak rangkaian kegiatan tersebut ditandai dengan perhelatan Pink Run di Taman Ekspresi, Sabtu (31/10/2026).
Gerakan ini tidak hanya menyasar warga Kota Bogor, tetapi juga terbuka bagi masyarakat luar daerah. Selain mempromosikan pola hidup sehat, inisiatif ini menjadi ruang dukungan moral bagi para penyintas. Data mencatat, sebanyak 8.333 peserta mengikuti pemeriksaan Sadanis, sementara 6.175 lainnya menjalani tes HPV DNA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah konkret dalam pencegahan dan deteksi dini ini membuahkan apresiasi tinggi. YKI Cabang Kota Bogor berhasil menyabet dua Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pemeriksaan HPV DNA dan Sadanis secara seri kepada perempuan terbanyak.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Ketua YKI Cabang Kota Bogor, Yantie Rachim, dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena. Customer Relation Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, menyatakan bahwa capaian ini merupakan rekor baru di level daerah karena pelaksanaannya yang dilakukan secara berseri dan berdampak luas.
"Sebelum-sebelumnya sudah pernah ada catatan rekor yang serupa, cuma dilakukan secara serentak tingkat Indonesia yang dilakukan oleh kementerian. Dan MURI belum memiliki catatan rekor yang dilakukan di lingkup wilayah satu kota dan Kota Bogor menjadi yang pertama," ujarnya.
Lutfi berharap pengakuan ini memicu keberlanjutan program kesehatan di masyarakat. "Kita harapkan ini berlangsung secara terus-menerus dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terutama perempuan khususnya untuk berani, untuk tidak denial, untuk menyadari diri apa yang ada dalam dirinya dan berani untuk melakukan tes supaya lebih aware terhadap kondisi tubuhnya. Sehingga dengan kepedulian ini maka masyarakat mau dan berani," ucapnya.
Ketua YKI Cabang Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan perempuan.
"Kita peduli, we hadir. Dan dari sini tidak ada seorangpun pejuang kanker yang berjuang sendirian. Karena setiap perempuan berhak mengetahui kondisi kesehatannya sebelum terlambat," ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, YKI dan Dinas Kesehatan aktif turun ke lapangan dengan berkoordinasi bersama pihak kecamatan, kelurahan, hingga puskesmas. Yantie Rachim bahkan terjun langsung ke enam kecamatan untuk memberikan penguatan kepada penyintas serta mengedukasi warga.
"Alhamdulillah, satu kelurahan itu bisa sampai 100 orang pencapaiannya, bahkan ada yang lebih juga," ujarnya.
Ke depan, YKI Cabang Kota Bogor berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pendampingan bagi para pejuang kanker di seluruh wilayah.
"Kami akan turun terus ke wilayah untuk menyapa pasien kanker dan memberikan bantuan serta menguatkan mereka bahwa semua peduli," ujarnya.
"Mari kita dampingi pejuang kanker dengan rasa kasih sayang dari hati dan jadikan Kota Bogor yang sehat dan peduli," tutup Yantie Rachim.























































