Pelatih Kepala PSGC Ciamis Herry Kiswanto mengakui ketangguhan PSMS Medan setelah timnya kalah 1-2 pada pekan kedelapan Grup A Liga 2 Indonesia 2026/2027. Herry menilai tim tamu tampil cukup tenang dan mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak dua gol pada babak pertama.
Bermain di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (31/10/2026) sore, PSGC sebenarnya tampil dengan motivasi tinggi. Dukungan 8.171 penonton yang memadati stadion juga menjadi tambahan semangat bagi Laskar Singacala untuk mengamankan poin di kandang sendiri.
Namun, PSMS Medan justru mampu memberikan tekanan dan membuat PSGC kesulitan mengembangkan permainan. Dua gol Phillerson membawa tim berjuluk Ayam Kinantan itu unggul lebih dulu. PSGC Ciamis baru bisa memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Ezechiel Ndoassel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herry Kiswanto mengatakan, PSGC sebenarnya sudah berupaya tampil menyerang sejak awal pertandingan. Terlebih, timnya membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki hasil setelah sebelumnya menelan empat kekalahan.
"Terima kasih. Kami memang berusaha bermain menyerang karena sudah empat kali kalah. Ini kesempatan bermain di kandang sendiri, jadi harus bisa dimaksimalkan," kata Herry saat konferensi pers usai pertandingan.
Meski demikian, pelatih yang akrab disapa Herkis itu mengakui PSMS Medan tampil cukup solid. Ketenangan pemain lawan dalam membangun serangan dan memanfaatkan peluang membuat PSGC harus tertinggal dua gol pada babak pertama.
"Saya apresiasi PSMS. Mereka cukup tenang dan tangguh sehingga kami justru kemasukan dua gol di babak pertama. Gol pada menit ke-22 itu juga menjadi evaluasi kami," ujarnya.
Herry juga memberikan apresiasi kepada pemain PSMS, khususnya pencetak gol yang dinilainya memiliki naluri tajam di depan gawang.
"Nomor 10 itu memang predatornya. Saya salut dan apresiasi. Selamat untuk PSMS. Kami sudah berusaha, tetapi memang hanya satu gol yang bisa kami sarangkan," ucapnya.
Sementara itu, pemain PSGC Ciamis Athaya mengakui timnya sudah berusaha memberikan perlawanan sejak awal pertandingan. Namun, upaya yang dilakukan para pemain belum mampu menghasilkan kemenangan.
"Dari awal tadi kami sudah berusaha melakukan serangan maksimal, tetapi mungkin hasilnya kurang maksimal. Ke depannya kami harus terus mengevaluasi permainan," kata Athaya.
Dalam kesempatan tersebut, Athaya juga menanggapi tekanan yang dihadapi para pemain muda PSGC, terutama ketika tampil di hadapan ribuan suporter yang mengharapkan kemenangan.
Menurutnya, kondisi mental para pemain muda sejauh ini masih cukup baik. Meski begitu, sebagian pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tekanan, baik dari suporter maupun situasi pertandingan.
"Untuk mental para pemain muda sejauh ini masih aman. Mungkin sebagian juga masih beradaptasi karena banyak tekanan dari berbagai arah. Kami terus berusaha bekerja keras," tuturnya.
Athaya mengatakan, para pemain muda juga berupaya mengambil pelajaran dari pemain senior, termasuk dengan memperhatikan arahan dan nasihat yang diberikan selama menjalani kompetisi.
"Kami melihat senior seperti apa, nasihat-nasihatnya bagaimana. Semoga ke depannya kami bisa memberikan kemenangan untuk PSGC," pungkasnya.
Kekalahan dari PSMS Medan membuat PSGC kembali kehilangan poin di kandang sendiri. Hasil ini sekaligus menambah catatan kekalahan Laskar Singacala menjadi lima kali, dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang.























































