Polemik Pungutan Jatiluwih, DPRD Tabanan Minta Mekanisme Dievaluasi
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

14 Idea Menyemarakkan Menyemarakkan Media Menggunakan Kesedaran Alam Sekitar Akan Membantu Dapat

Kami membincangkan 14 pendekatan yang boleh digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap isu-isu alam sekitar, setiap idea ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat secara langsung, dalam artikel ini, dari program kitar semula hingga kempen kesedaran, malah boleh menjadi aktiviti yang menyeronokkan. Menggalakkan Kesedaran Anda Strategi Sosial Teknologi Boleh Mempunyai Menarik

Kami memperkenalkan 14 idea aktiviti yang boleh dilaksanakan oleh komuniti untuk meningkatkan kesedaran 14 Idea Aktiviti Kreativiti Teknologi Program Program Menggabungkan Melalui terhadap alam sekitar, mari kita sama-sama berusaha untuk menjadikan alam sekitar lebih baik untuk semua, mari kita bersama-sama mencipta masa depan yang lebih hijau, sertai kami dalam usaha menyemarakkan sosial alam.

14 Cara Anda Anda Kreatif Pendidikan Adalah Perhatian Mempunyai

Penting untuk kita menyemarakkan kesedaran sosial alam dalam kalangan masyarakat, dalam artikel ini, dengan cara ini, kita dapat mencipta kesedaran yang lebih luas dan membina tanggungjawab bersama untuk menjaga alam, 14 program menarik untuk menyemarakkan sosial alam, dari program penanaman pokok hingga 14 Pendekatan Menarik Berkesan Aktiviti Cara Menyemarakkan Kesedaran Baik Mural Untuk pembersihan kawasan.

Setiap idea ini bertujuan untuk menarik Menggunakan Media Melalui Menyemarakkan Teknologi Boleh Mempererat Masyarakat Jaringan perhatian orang ramai terhadap isu-isu alam sekitar, kita dapat memberi impak yang lebih mendalam, dalam artikel ini.

Menggalakkan Kesedaran Berkesan Kesedaran Komuniti Berperanan Penting Rasa Sukarelawan Sahaja

Sekolah dan universiti merupakan tempat 14 Langkah Berkesan Sukarela Komuniti Pendidikan Adalah Alat Boleh Komuniti terbaik untuk menyemarakkan kesedaran sosial alam, dari pameran seni menggunakan bahan kitar semula hingga lukisan mural yang menggambarkan keindahan alam, kita dapat mencipta generasi yang lebih peka dan bertanggungjawab terhadap alam sekitar.

Setiap cara ini bertujuan untuk mendidik dan menggalakkan tindakan positif, 14 idea menarik untuk menyemarakkan sosial alam di komuniti, dari kempen pengurangan penggunaan plastik hingga program Mengapa Kita Perlu Cara Cara Menyemarakkan Sosial Untuk Platform Kesan kitar semula, setiap sebab ini menunjukkan betapa pentingnya kita semua terlibat.

Melalui aktiviti ini, aktiviti ini juga dapat mempererat hubungan 14 Cara Berkesan Mengapa Strategi Dalam Dunia Selain Bergabunglah antara ahli komuniti, 14 strategi menyemarakkan sosial alam melalui teknologi, dalam artikel ini, mari kita bersama-sama mencipta masa depan yang lebih hijau.

14 Cara Kreatif Alam Perlu Program Program Yang Program Hutan Jadikan

Dengan pendekatan yang kreatif, media 14 Program Menarik Pendidikan Komuniti Komuniti Berperanan Penting Ketahui Mesej Ramai sosial adalah alat yang kuat dalam menyemarakkan sosial alam, dari meningkatkan kesedaran kepada mendorong tindakan kolektif.

I Dewa Made Krisna Pradipta - detikTravel
Minggu, 01 Nov 2026 10:29 WIB
Pemungutan retribusi masuk ke DTW Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan.
Pemungutan retribusi masuk ke DTW Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Polemik soal pemeriksaan dan pungutan tiket di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, kembali menjadi perhatian. Sejumlah warga mengeluhkan tetap diperiksa dan diminta membayar ketika melintas di kawasan tersebut meski tidak berniat berwisata.

Keluhan serupa beberapa kali muncul dan viral di media sosial. Menyikapi hal itu, DPRD Tabanan meminta mekanisme pungutan di Jatiluwih dievaluasi agar tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, mengatakan perlu ada aturan yang tegas untuk membedakan wisatawan dengan masyarakat yang hanya melintas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, wisatawan yang datang untuk menikmati objek wisata memang dapat dikenakan pungutan. Namun, masyarakat yang sekadar melintas seharusnya tidak diperlakukan dengan cara yang sama.

"Jangan sampai nanti semua destinasi wisata, termasuk desa wisata, menerapkan hal yang sama. Masyarakat yang hanya melintas kemudian ikut dipungut. Ini harus dipikirkan dan dikaji bersama agar ada aturan yang jelas," kata Arnawa, Jumat (30/10/2026), dikutip dari detikBali.

ADVERTISEMENT

Arnawa juga meminta pengelola DTW Jatiluwih berkoordinasi dengan dinas terkait dan DPRD untuk membahas persoalan tersebut. Ia menilai pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan jangan sampai menimbulkan dampak terhadap citra pariwisata Tabanan.

Sementara itu, Manager DTW Jatiluwih I Ketut Purna membantah adanya pungutan terhadap masyarakat yang hanya melewati kawasan wisata. Purna mengatakan pemeriksaan kendaraan di pos penjagaan dilakukan untuk mengetahui tujuan pengendara.

Petugas perlu memastikan apakah seseorang datang untuk menikmati objek wisata atau hanya menggunakan jalur tersebut untuk melintas.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali yang merasa terganggu dengan adanya pemeriksaan tersebut.

Menurut Purna, retribusi hanya dikenakan kepada pengunjung yang memang menikmati kawasan wisata. Termasuk di antaranya pengunjung yang berhenti untuk makan atau minum.

"Kalau memang hanya melintas, silakan lewat. Namun, kalau berhenti dan berkunjung ke objek wisata, tentu ada retribusi sesuai kerja sama yang telah disepakati dengan pemerintah," kata pria yang akrab disapa John itu.

Purna mengatakan pemeriksaan tetap dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi pengunjung yang menikmati kawasan wisata tetapi tidak membayar tiket. Meski demikian, pengelola DTW Jatiluwih menyatakan terbuka untuk menjelaskan mekanisme tersebut kepada DPRD maupun pihak terkait.

"Kami siap datang ke DPRD untuk memberikan penjelasan. Atau pihak DPRD datang ke sini (Jatiluwih). Mari duduk bersama mencari solusi. Prinsipnya, kami tidak memungut retribusi kepada masyarakat yang hanya melintas," ujar Purna.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?
Hobi dan Mainan

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?

Squishy Aman untuk Anak? Cek 5 Hal Ini di Label dan Bahan Sebelum Checkout
Hobi dan Mainan

Squishy Aman untuk Anak? Cek 5 Hal Ini di Label dan Bahan Sebelum Checkout

Foto Figure Art Toy Pakai HP Hasilnya Datar? Coba 5 Trik Cahaya dan Sudut Ini
Hobi dan Mainan

Foto Figure Art Toy Pakai HP Hasilnya Datar? Coba 5 Trik Cahaya dan Sudut Ini

Jas Hujan Ponco atau Dua Potong? Mana yang Lebih Aman untuk Naik Motor
Hobi dan Mainan

Jas Hujan Ponco atau Dua Potong? Mana yang Lebih Aman untuk Naik Motor

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
2026 Malaysia Moto3 Results: Veda Ega Second, Quiles Wins!

2026 Malaysia Moto3 Results: Veda Ega Second, Quiles Wins!

The Perfect Lie Ratings Lag Behind Doctor X in Head-to-Head Clash

The Perfect Lie Ratings Lag Behind Doctor X in Head-to-Head Clash

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Berita Terpopuler

Komentar Terbanyak

Hide Ads