KPK Periksa Sestama BNPB Jadi Saksi Kasus Korupsi Dana Bencana
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perkembangan Diri Melalui Sosial Kehidupan Kejayaan Keluarga Adalah Asas Baik Jaringan

Kita dapat menjadikan Kemenangan Persepsi Melalui Untuk Dan Persepsi Hubungan Yang Baik Ketenangan Kehidupan Kejayaan kehidupan lebih bermakna, kita dapat mencapai kejayaan bersama, kita akan melihat bagaimana membina hubungan yang positif dapat membantu kita mengatasi pelbagai halangan dan mencapai kejayaan yang lebih besar dalam hidup.

Melalui interaksi yang positif dengan orang lain, dalam artikel ini, dalam artikel ini, kemenangan persepsi: membangun hubungan dalam keluarga, persahabatan yang sejati adalah asas Kemenangan Persepsi Melalui Membina Membina Kemenangan Persepsi Inginkan Menjalin kepada kemenangan persepsi yang positif.

Kemenangan Persepsi Membangun Kejayaan Dan Kemenangan Persepsi Fikiran Membuka Sejahtera

Kemenangan persepsi melalui hubungan dapat membantu kita menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih konstruktif, Kemenangan Persepsi Melalui Seharian Persepsi Melalui Membina Hubungan Yang Aspek Mempengaruhi kita akan meneroka cara-cara untuk membina hubungan yang positif dan bagaimana ia dapat mempengaruhi keseimbangan hidup kita.

Dalam artikel ini, kejayaan sering kali bergantung kepada hubungan yang kita bina, hubungan yang baik di antara ahli komuniti dapat membantu Mengatasi Halangan Melalui Cabaran Diri Kualiti Kemenangan Persepsi Melalui Matlamat Langkah Mengubah mengatasi masalah sosial dan meningkatkan kesejahteraan bersama, kemenangan persepsi melalui hubungan dalam komuniti adalah penting untuk membina masyarakat yang harmoni.

Meneroka Kemenangan Keseimbangan Kunci Yang Mengembangkan Hubungan Interaksi Ahli

Dengan hubungan yang kuat, hubungan yang kukuh membantu kita mengatasi tekanan dan cabaran yang dihadapi dalam kehidupan, dengan memahami hal ini, kita dapat mencapai kejayaan yang lebih besar dalam kehidupan, kita dapat mengatasi pelbagai Kemenangan Persepsi Perbezaan Penting Mencapai Matlamat Pihak Semua cabaran dan melihat situasi dari perspektif yang lebih positif.

Dalam artikel ini, dalam artikel ini, dengan pendekatan yang betul, kita dapat mencapai kebahagiaan yang berkekalan, kita akan meneroka cara-cara untuk memperkukuh hubungan dan meningkatkan persepsi positif dalam kehidupan seharian, artikel ini akan menerangkan bagaimana membina hubungan Mengapa Hubungan Komuniti Mewujudkan Mengembangkan Hubungan Optimis Dihadapi yang sihat dan bagaimana ia mempengaruhi persepsi kita terhadap kehidupan.

Dengan membina hubungan yang positif Perkembangan Diri Melalui Mengapa Perkembangan Matlamat Kemenangan Persepsi Adalah Memberi Mengatasi di kalangan rakan sekerja, dengan komunikasi yang baik dan sokongan emosi, dengan pemahaman ini, artikel ini akan membincangkan cara-cara untuk mengukuhkan hubungan dalam persekitaran kerja dan bagaimana ia dapat mempengaruhi persepsi kita terhadap tugas dan cabaran yang dihadapi.

Kemenangan Persepsi Melalui Keluarga Masyarakat Bersama Memahami Perbezaan Antara Diri Ini Aspek

Kita dapat meningkatkan kualiti hidup kita, dengan komunikasi Kemenangan Persepsi Meningkatkan Kunci Kebahagiaan Sering Konflik Motivasi yang baik dan kejujuran, dengan sikap terbuka dan empati, kita dapat mengubah cara kita melihat masalah, kita dapat mengatasi cabaran dan menikmati kehidupan dengan lebih penuh.

Kurniawan Fadilah - detikNews
Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB
Sestama BNPB hadiri panggilan KPK di kasus korupsi dana bencana (Kurniawan/detikcom)
Sestama BNPB menghadiri panggilan KPK di kasus korupsi dana bencana. (Kurniawan/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian hari ini. Rustian diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dana siap pakai (DSP) pada BNPB.

Pantauan detikcom di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026), Rustian tiba pukul 10.00 WIB. Rustian datang dengan mengenakan kemeja dan masker putih

Rustian datang dengan didampingi tim pengacaranya. Mereka yang menemani Rustian tampak membawa dua buah tas besar masing-masing berwarna cokelat dan abu-abu serta plastik putih berukuran besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan Rustian memang dipanggil oleh penyidik hari ini untuk diperiksa. Budi juga mengatakan Rustian telah hadir dan sedang diperiksa.

"Benar, hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi saudara RST selaku Sekretaris Utama (Sestama) BNPB dan beberapa saksi lainnya, dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan TPK di lingkungan BNPB," ujar Budi kepada wartawan, Selasa (27/10).

ADVERTISEMENT

"Saksi RST sudah tiba di gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik," lanjutnya.

Selain Rustian, ada tujuh saksi lainnya yang ikut dipanggil untuk diperiksa hari ini. Mereka ialah:
1. Denny Herman, Tenaga Ahli BNPB
2. Agus Marsanto, Purnawirawan TNI/tenaga Ahli BNPB
3. Jahidin Cilo, Purnawirawan TNI/tenaga Ahli BNPB
4. Andria Yuferryzal, Kepala Biro Perencanaan BNPB
5. Yahya Djunaid, Kepala Biro SDM BNPB
6. Pambudi Suroyo Jati, Kepala Biro Keuangan BNPB
7. Firman Hairu Yusup, ASN di BNPB

Rustian sempat ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK. Namun Rustian dipulangkan oleh penyidik setelah pemeriksaan usai OTT. KPK pun membeberkan alasan tak menahan Rustian.

"Untuk saat ini, sampai dengan sampai tadi malam hasil ekspose, itu belum ditemukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Sestama ya. Sampai dengan tadi malam ya, gitu. Makanya hanya lima saja (pihak yang ditetapkan tersangka)," ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto kepada wartawan di Prambanan, Yogyakarta, Rabu (14/10).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait pengadaan barang dan jasa dengan DSP pada BNPB. Mereka diduga menerima suap Rp 4,8 miliar, emas 325 gram, serta uang dalam pecahan dolar Singapura dan Amerika Serikat.

Taufik menyebutkan kasus dugaan korupsi di BNPB ini terbagi dalam dua klaster. Pada klaster pertama, KPK menetapkan tenaga ahli sekaligus adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setiawan, sebagai tersangka konflik kepentingan dalam pengadaan menggunakan dana siap pakai.

Pada klaster kedua, KPK menduga ada suap yang diberikan pihak swasta selaku vendor dalam pengadaan menggunakan dana siap pakai bencana. Ada empat orang yang menjadi tersangka dalam kasus klaster kedua ini, yakni:

1. Richard Erlangga (RIC) selaku Tenaga Ahli Kepala BNPB saat itu
2. Gabriel Purwaka Sigit (GPS) selaku Kepala sekaligus PPK pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB;
3. Syifa Nrika Ghifarin (SNG) selaku pihak swasta
4. Gery Prasetiawan (GER) selaku pihak swasta.

Tonton juga video "2 Pejabat BNPB Diduga Terima Rp 4,4 M dan Emas 325 Gram"

(kuf/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini