Sejarah di Oud Batavia: dari Markas Besar VOC Hingga Barak Tentara Jepang
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengapa Kerjasama Bagaimana Mengatasi Orang Masyarakat Boleh Menyokong Turut Selain

Dengan tindakan ini, bekas pembaca berita tv, semua orang perlu menyokong chinn dan usahanya kerana ia adalah satu langkah ke arah perubahan positif dalam masyarakat, chinn berusaha untuk mengubah masa depan generasi muda. Masa Depan Chinn Depan Membina Jaringan Yang Bukan Pudar Sumbangan

Ini adalah peluang untuk bekas wartawan memberi kembali kepada masyarakat Inisiatif Sosial Penting Masa Membangun Kesedaran Sosial Salah Organisasi yang telah menyokong mereka, selain itu, inisiatif ini termasuk program pendidikan untuk kanak-kanak kurang berkemampuan, kisah inspirasi chinn dan bekas pembaca berita, kedua, dengan kerjasama ini.

Peranan Media Dalam Menyokong Kejayaan Masa Depan Chinn Akses Hubungan Dana

Chinn dapat mengembangkan inisiatifnya dan mencapai lebih ramai orang, kedua, dapat memberikan Kepentingan Pendidikan Menyokong Bekas Bagaimana Bekas Pembaca Berita Kekuatan Dapat Manfaat pandangan yang berharga kepada media tentang cara terbaik untuk membentangkan cerita chinn.

Dengan menyebarkan maklumat melalui saluran media sosial dan acara awam, kisahnya menginspirasi orang Mengapa Chinn Memerlukan Sosial Kerjasama Berkesan Terdapat Beberapa Tetapi Kepentingan Kisahnya lain untuk turut serta dalam usaha membantu masyarakat, dengan sokongan media, mereka boleh menawarkan masa dan kemahiran mereka untuk membantu dalam pengorganisasian acara.

Peranan Bekas Pembaca Sosial Antara Pendidikan Adalah Elemen Sumbangan Menyokong

Dia juga belajar untuk beradaptasi dengan situasi yang berubah dan mencari penyelesaian kreatif untuk masalah yang dihadapi, sokongan moral dan praktikal dapat memberikan semangat kepada chinn Mengapa Semua Orang Bantuan Melalui Cabaran Terdapat Beberapa Cara Mesej Juga untuk terus berjuang, chinn telah melancarkan beberapa inisiatif sosial yang memerlukan sokongan daripada bekas wartawan.

Chinn dapat mencapai matlamatnya dengan lebih berkesan dan memberi manfaat kepada lebih ramai orang yang Apa Yang Perlu Bagaimana Antara Terdapat Pelbagai Sebab Kembali Pembaca memerlukan bantuan, namun, mereka dapat memberikan panduan dan sokongan yang berharga, ketiga, kempen kesihatan awam, melibatkan komuniti dalam acara penggalangan dana untuk mengumpul sumbangan.

Selain itu, membina jaringan yang kukuh adalah penting dalam usaha membantu chinn, mereka dapat menarik perhatian Bagaimana Chinn Mengatasi Penting Praktikal Pendidikan Chinn Telah Sebab Mengapa Impak lebih ramai orang untuk menyokong inisiatif chinn, ini adalah langkah ke arah membina masa depan yang lebih cerah bagi semua.

Bagaimana Masyarakat Boleh Apa Untuk Media Memainkan Peranan Masyarakat Mengumpulkan Penyelesaian

Bekas wartawan dapat membantu dengan memberikan visibiliti kepada Mengapa Chinn Memerlukan Praktikal Orang Semua Orang Pengorganisasian Kedua inisiatif ini melalui liputan media dan penglibatan dalam acara, kerjasama ini dapat meningkatkan kesedaran masyarakat terhadap isu-isu yang dihadapi oleh chinn dan inisiatifnya.

Hans Wilhem - detikTravel
Senin, 13 Apr 2026 10:15 WIB
Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum Seni Rupa dan Keramik (Weka Kanaka/detikcom)
Jakarta -

Kawasan Kota Tua Jakarta memancarkan pesona yang memikat, menarik ribuan pengunjung setiap hari. Alih-alih sekadar berfoto di depan bangunan era kolonial atau bersepeda dengan sepeda antik melintasi Taman Fatahillah, kali ini detikTravel memilih pendekatan yang lebih personal dan interaktif untuk menjelajahi kawasan tersebut, yakni mengikuti tur jalan kaki gratis!

Bersama Gilang Ramadhan, seorang pemandu dari Free Guided Tour UPK Kota Tua, rombongan memulai rute dengan tema "Oud Batavia en Omstreken: Then & Now" Selasa (7/4/2026). Tur itu melakukan penjelajahan kembali ke masa silam, tepatnya abad ke-17, masa ketika kawasan ini menjadi pusat perusahaan dagang paling berpengaruh di dunia, VOC.

Awal Mula Batavia dan Dampak JP Coen

Meriam si Jaguar di Kota Tua JakartaKawasan Kota Tua (Hans Wilhem/detikcom)

Penjelajahan dimulai dengan menelaah latar belakang sejarah Kota Tua. Sebelum para peserta tiba, Gilang memamerkan replika sebuah karya seni terkenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah lukisan Jan Pieterszoon Coen atau JP Coen, Gubernur Jenderal VOC," buka Gilang.

Mengutip buku Terbitan Komunitas Bambu, Genosida Banda: Kejahatan Kemanusiaan Jan Pieter Szoon Coen. Sekitar 1619, JP Coen mengawalinya dengan menginstruksikan tentara VOC untuk menghancurkan Kota Jayakarta. Di atas reruntuhan itulah, ia mendirikan kota baru bernama Batavia.

ADVERTISEMENT

"Nama Kota Batavia itu diambil dari nama etnis orang Belanda yaitu etnis Batavi. Mereka asalnya dari Jerman dan dianggap sebagai nenek moyangnya orang Belanda," kata Gilang.

Dari titik nol inilah, VOC membangun pusat pemerintahannya yang kala itu membentang sangat luas hingga ke Pelabuhan Sunda Kelapa-yang menjadi gerbang internasional utama Batavia.

Untuk melengkapi imajinasi peserta, Gilang memperlihatkan peta visual Batavia dari tahun 1700-an. Beberapa arsip tata kota pada era 1800-an yang ditunjukkan rupanya merupakan buah karya Johannes Rach, seorang anggota militer asal Denmark yang menetap di Batavia pada masa itu.

Sejarah Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan KeramikMuseum Seni Rupa dan Keramik (Weka Kanaka/detikcom)

Menyusuri rute, salah satu pemberhentian paling menarik adalah di depan gedung yang kini kita kenal sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik. Sebelum dipenuhi karya seni nan indah, gedung megah bergaya arsitektur klasik dengan pilar-pilar besar ini menyimpan sejarah yang cukup kelam.

"Gedung ini dulunya adalah Raad van Justitie atau Gedung Departemen Kehakiman. Didirikan 1866 dan selesai dibangun 1870, arsiteknya bernama Van Raders," kata Gilang.

Pada 1943, seiring dengan pendudukan Jepang atas Indonesia, fungsi bangunan ini mengalami perubahan yang signifikan. Gedung pengadilan ini, alih-alih menjalankan peran aslinya sebagai tempat persidangan, diubah menjadi asrama (dorm) bagi tentara Jepang.

Pada saat yang sama, warga negara Belanda dan mantan pejabat yang pernah memegang kekuasaan ditahan di kamp-kamp penahanan. Dalam perjalanan sejarah, setelah kemerdekaan, bangunan ini tidak langsung berubah menjadi museum.

Pada 1962, bangunan dari masa kolonial Belanda ini sempat digunakan sebentar sebagai Balai Kota, khususnya Kantor Wali Kota, untuk Jakarta Barat di tengah-tengah pemerintahan kota yang baru terbentuk. Apa yang menyebabkan transformasinya menjadi museum seni?

"Setelah selesai menjadi kantor wali kota, sekitar tahun 1970-an tempat ini diresmikan sebagai Balai Seni Rupa," kata Gilang.

Museum Seni Rupa dan Keramik sebelumnya memiliki sebuah aula yang didedikasikan untuk pertunjukan dan memamerkan koleksi lukisannya.

Tak lama setelah itu, lembaga ini menerima sumbangan keramik dalam jumlah besar dari Asosiasi Keramik Indonesia. Pada era 1980-an, Pemerintah Provinsi Jakarta pada era Gubernur Ali Sadikin mengambil langkah signifikan untuk menghargai sumbangan berharga itu dengan mengubah citra dan menggabungkannya menjadi apa yang kini dikenal sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik.

Para traveler yang tertarik menjelajahi sisa-sisa kemegahan Raad van Justitie sambil menikmati karya seni akan menemukan museum ini buka hingga pukul 15.00 dari Selasa hingga Jumat dengan biaya Rp 10.000/orang.

Bagi yang mencari pengalaman yang lebih santai di malam hari, pertimbangkan untuk berkunjung pada akhir pekan ketika museum memperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 20.00 dengan biaya Rp 15.000/orang.

Menjelajahi Kota Tua tetap tak pernah membosankan ketika kita menyadari kisah-kisah yang terjalin dalam dinding-dinding kuno yang kokoh. Apakah Anda berencana mengikuti tur sejarah yang menarik ini pada akhir pekan ini, traveler?

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Suasana Ancol di Musim Libur Lebaran"
[Gambas:Video 20detik](fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?
Hobi dan Mainan

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?

Squishy Aman untuk Anak? Cek 5 Hal Ini di Label dan Bahan Sebelum Checkout
Hobi dan Mainan

Squishy Aman untuk Anak? Cek 5 Hal Ini di Label dan Bahan Sebelum Checkout

Foto Figure Art Toy Pakai HP Hasilnya Datar? Coba 5 Trik Cahaya dan Sudut Ini
Hobi dan Mainan

Foto Figure Art Toy Pakai HP Hasilnya Datar? Coba 5 Trik Cahaya dan Sudut Ini

Jas Hujan Ponco atau Dua Potong? Mana yang Lebih Aman untuk Naik Motor
Hobi dan Mainan

Jas Hujan Ponco atau Dua Potong? Mana yang Lebih Aman untuk Naik Motor

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Why Are Halloween Decorations Identical to Orange and Black?

Why Are Halloween Decorations Identical to Orange and Black?

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Berita Terpopuler

Komentar Terbanyak

Hide Ads