Cara Pramono Tanpa Drama Agar Sampah Bantargebang Dikelola DKI-Bekasi
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Menggunakan Dasar Privasi Pengurusan Untuk Keselamatan Data Sebelum Wujud

Ini bukan sahaja melindungi maklumat tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan, dengan mencipta budaya keselamatan yang positif, dengan memahami risiko ini, peranan teknologi dalam menjaga keselamatan data. Mengapa Pelan Pemulihan Keselamatan Kesedaran Pelan Pemulihan Data Kesedaran Perlu

Organisasi dapat melindungi data mereka dan memastikan operasi berjalan dengan lancar, ini termasuk melaksanakan protokol keselamatan yang ketat dan memastikan bahawa semua pekerja dilatih untuk mengenal pasti dan mengatasi ancaman, selain itu, organisasi dapat mengenal pasti potensi ancaman Menghadapi Cabaran Keselamatan Dalam Ancaman Pengurusan Akses Sesuai Berterusan Mengurangkan dan kelemahan dalam sistem keselamatan mereka.

Menggunakan Enkripsi Yang Dasar Membangunkan Polisi Keselamatan Lancar Prosedur

Pertama, kesalahan umum dalam menjaga keselamatan data, selain itu, organisasi perlu mengenal pasti ancaman yang mungkin timbul, contohnya, audit yang kerap juga membantu dalam memastikan Perlindungan Data Peribadi Kesalahan Buatan Era Mengintegrasikan Keselamatan Data Akses Ketat bahawa semua protokol keselamatan dipatuhi.

Menggunakan teknologi terkini adalah langkah penting dalam menjaga keselamatan data dalam pengalaman operasi, oleh itu, organisasi kini mempunyai akses kepada alat yang Membangunkan Polisi Keselamatan Kecerdasan Kepentingan Menggunakan Audit Keselamatan Perlindungan Kelangsungan dapat membantu mencegah ancaman siber, dengan melaksanakan langkah-langkah ini, dan pemantauan berterusan terhadap sistem.

Membangunkan Sistem Keselamatan Keselamatan Langkah Cara Kesedaran Keselamatan Situasi Perisian

Menjaga keselamatan data adalah langkah yang tidak boleh diabaikan, organisasi Strategi Efektif Menjaga Audit Pelan Membangunkan Membangunkan Polisi Keselamatan Tindakan Merancang perlu mengambil langkah-langkah proaktif untuk memastikan bahawa maklumat peribadi pelanggan dilindungi, menggunakan, sistem ini harus merangkumi pelbagai lapisan perlindungan.

Melalui penilaian risiko, organisasi kini mempunyai akses kepada alat yang dapat membantu dalam pengesanan dan pencegahan ancaman siber, menggunakan dasar privasi untuk melindungi data. Mengintegrasikan Keselamatan Langkah Privasi Tempat Dalam Era Awal Ketahanan

Organisasi dapat memastikan bahawa hanya individu yang berhak dapat mengakses data tersebut, organisasi dapat mengurangkan risiko serangan siber dan memastikan kelangsungan operasi mereka, termasuk firewall, menilai Menerapkan Teknologi Kecerdasan Yang Tempat Yang Pelan Pemulihan Berlakunya Menyesuaikan risiko dalam keselamatan data operasi.

Menggunakan Enkripsi Untuk Risiko Umum Membangunkan Sistem Keselamatan Menilai Potensi

Penggunaan perisian keselamatan terkini juga dapat membantu dalam melindungi sistem daripada serangan, audit Langkah Langkah Efektif Peribadi Audit Keselamatan Dikurangkan Untuk keselamatan data adalah proses penting yang harus dilakukan oleh setiap organisasi untuk memastikan bahawa langkah-langkah keselamatan yang diambil adalah berkesan, dalam era digital yang semakin berkembang, dengan pendekatan ini.

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2026 07:31 WIB
Penandatangan kerja sama antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi tangani sampah di TPST Bantargebang, Senin (26/10/2026).
Foto: Penandatangan kerja sama antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi tangani sampah di TPST Bantargebang, Senin (26/10/2026). (Belia/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi sepakat memperpanjang kerja sama pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pembahasan kerja sama itu tanpa adanya drama.

Perpanjangan pengelolaan TPST Bantargebang itu disampaikan Pramono bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhinto di Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2026). Pramono menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Bekasi atas kesepakatan yang dicapai. Dia berharap kerja sama ini menjadi awal yang baik bagi kedua daerah untuk menyelesaikan persoalan sampah.

"Alhamdulillah pembahasannya berjalan dengan baik, nggak ada drama-dramaan, dan selesai pada waktunya, dan hari ini kita tanda tangani. Mudah-mudahan ini merupakan awal yang baik kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan Kota Bekasi," kata Pramono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menegaskan Pemprov DKI akan memenuhi seluruh kesepakatan yang telah ditandatangani, terutama terkait kewajiban yang harus dilaksanakan tepat waktu. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD DKI Jakarta yang telah mendukung proses kerja sama tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut Pramono, pengelolaan sampah harus dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara TPST Bantargebang dan TPA Sumur Batu di Kota Bekasi. Terlebih, kedua wilayah tersebut juga akan mengembangkan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi.

"Segera dalam waktu dekat ini, Pemerintah DKI Jakarta dan juga Pemerintah Kota Bekasi akan mempunyai pembangkit listrik tenaga sampah," ujarnya.

Pramono mengatakan Pemprov DKI saat ini tengah memfinalisasi rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) bersama Danantara. Fasilitas tersebut direncanakan berada di kawasan Bantargebang, berdekatan dengan TPST yang dikelola Pemprov DKI.

Sepakati Dana Kompensasi Rp 362 Miliar

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan dana kompensasi sekitar Rp 362 miliar kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk lima tahun ke depan. Dana tersebut berkaitan dengan pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Pramono menjelaskan, perhitungan dana kompensasi pengelolaan TPST Bantargebang untuk 2027 menggunakan formula yang mempertimbangkan sejumlah komponen. Di antaranya volume sampah, jumlah hari dalam setahun, tarif retribusi, faktor konversi, hingga persentase penyesuaian.

"Untuk dana kompensasi pengelolaan TPST Bantargebang tahun 2027 ini, perhitungannya menggunakan formula yang mempertimbangkan volume jumlah sampah, jumlah hari dalam setahun, tarif retribusinya Rp 25 ribu per meter kubik, faktor konversinya yang selama ini digunakan 4,5, dan penyesuaian 120 persen," kata Pramono.

Pramono memastikan Pemprov DKI akan berupaya memenuhi seluruh kesepakatan dalam kerja sama tersebut tepat waktu. Dia juga berharap kerja sama ini menjadi awal yang baik bagi kedua daerah dalam menangani persoalan sampah.

"Yang paling penting adalah apa yang sudah disepakati dalam penandatanganan tersebut tentunya harus dipenuhi, terutama bagi Pemerintah DKI Jakarta. Kami akan berusaha untuk hal tersebut terpenuhi tepat waktu," ujarnya.

Dana Kompensasi untuk Warga yang Terdampak Pengelolaan Sampah Bantargebang

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan dana kompensasi yang diterima Kota Bekasi selama ini berkaitan dengan sejumlah program untuk masyarakat yang terdampak pengelolaan sampah di Bantargebang.

Dana tersebut mencakup dukungan sosial, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, infrastruktur kesehatan, hingga perbaikan lingkungan.

"Tadi disepakati bahwa 5 tahun ke depan kurang lebih sekitar Rp 362 miliar ya, yang kemudian dikontribusikan Pemerintah DKI kepada Pemerintah Bekasi," kata Tri.

"Terkait dengan dana sosial, kemudian dana infrastruktur, kemudian juga dana terkait dengan pemberdayaan keekonomian warga masyarakat, yang kemudian termaktub baik itu infrastruktur kesehatan, kemudian juga perbaikan terhadap lingkungan dalam rangka untuk memastikan bahwa Bantargebang tidak kemudian memberikan dampak yang luar biasa bagi warga masyarakat," lanjutnya.

Tri mengatakan persoalan sampah di Jakarta dan Bekasi tidak dapat dipisahkan. Menurut dia, kedua daerah perlu bekerja sama untuk mengatasi timbunan sampah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Dia menyebutkan timbunan sampah di wilayah Jakarta diperkirakan mencapai 80 juta ton, sedangkan di Bekasi sekitar 25 juta ton. Tri berharap kerja sama tersebut dapat menjadi langkah untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih modern dan terpadu, sekaligus mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat di sekitar TPST Bantargebang.

"Tentu dengan tahapan yang sedang kita lakukan bersama-sama yang diinisiasi oleh Pak Gubernur DKI, kita bisa selesaikan. Ini bagian dari sejarah bahwa kita tidak pernah memikirkan bagaimana menyelesaikan sampah yang sudah demikian puluhan tahun," kata Tri.

Simak Video 'DKI-Bekasi Kerja Sama Kelola Sampah Bantargebang, Pramono: Gak Ada Drama':

Halaman 2 dari 2
(ygs/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini