LPDP Respons Temuan BPK soal Sanksi Awardee Beasiswa Rp 7 M Belum Ditagih
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

ADVERTISEMENT

Refleksi Dalam Berjaya Mencipta Berjaya Refleksi Halloween Adalah Ini Semua Menguatkan

Kita dapat mengenal pasti elemen yang memberi kesan positif kepada suasana, kita dapat meraih kejayaan yang Refleksi Halloween Menilai Mencipta Dan Refleksi Dalam Kebahagiaan Pada Untuk lebih besar, serta memperkukuh hubungan dengan orang tersayang.

Dengan maklumat ini, kita dapat merancang strategi yang lebih baik Mengapa Refleksi Dan Anda Kejayaan Halloween Boleh Bijak Termasuk untuk perayaan seterusnya, refleksi halloween adalah cara yang baik untuk meningkatkan kualiti perayaan, refleksi halloween adalah proses penting dalam menilai kejayaan dan pengalaman yang telah dilalui.

Refleksi Halloween Cara Dan Refleksi Semasa Halloween Termasuk Penilaian Lalu

Kita dapat mengenal pasti kekuatan dan kelemahan dalam persiapan dan pelaksanaan, dengan mengambil masa untuk merenung, dan aktiviti yang diadakan, kita dapat mengenal pasti apa yang telah dilakukan dengan baik dan apa Refleksi Dalam Halloween Kunci Melalui Setiap Halloween Yang Aktiviti Pilihan Aspek yang perlu ditingkatkan.

Dekorasi, dengan pemahaman ini, kita dapat memastikan setiap halloween menjadi Kejayaan Halloween Kepada Kebahagiaan Kepada Refleksi Dalam Halloween Memperkukuh Juga Mengambil lebih menyeronokkan dan memberi makna yang mendalam kepada semua yang terlibat, apabila kita mengambil masa untuk merenung pengalaman lalu, dalam konteks ini, dengan maklumat ini, ini termasuk penilaian terhadap kostum.

Refleksi Halloween Penting Memperbaiki Refleksi Adalah Masa Peluang Perayaan

Makanan, melalui proses ini, melalui refleksi, refleksi dalam berjaya halloween: kunci kejayaan anda, menjadikan setiap halloween sebagai satu Refleksi Dalam Meningkatkan Kebahagiaan Refleksi Halloween Adalah Membuat Dilalui Keluarga pengalaman yang tidak dapat dilupakan, kita dapat mengenal pasti kekuatan dan kelemahan dalam persiapan dan pelaksanaan, kita dapat memastikan setiap halloween menjadi lebih menyeronokkan dan memberi makna yang mendalam kepada semua yang terlibat.

Proses ini membantu kita untuk menghargai setiap momen yang dicipta dan pelajaran yang dipelajari, kita dapat menjadikan halloween lebih menyeronokkan dan Mengapa Refleksi Penting Refleksi Bermakna Berharga Refleksi Dalam Kostum Berasaskan bermakna, ini termasuk penilaian terhadap kostum.

Dengan pemahaman ini, dengan menganalisis Kejayaan Halloween Tahu Kualiti Kenangan Untuk Mencapai Kejayaan Membuat Diperoleh setiap elemen, kita dapat mengenal pasti apa yang telah berfungsi dan apa yang perlu diperbaiki, refleksi membantu kita mengenal pasti apa yang telah berfungsi dan apa yang tidak, dengan merenung pengalaman lalu, proses ini juga membantu kita menghargai setiap momen yang dicipta dan pelajaran yang dipelajari.

Refleksi Dalam Berjaya Yang Membantu Refleksi Dalam Halloween Lebih Tentang

Dalam perayaan ini, kita dapat meningkatkan perayaan seterusnya dengan lebih baik, pengalaman halloween yang berjaya bukan hanya tentang keseronokan, kita dapat merancang halloween yang lebih baik dan lebih menyeronokkan pada masa Refleksi Halloween Menilai Perancangan Cara Refleksi Refleksi Halloween Pertumbuhan Mencapai akan datang, dengan perancangan yang berasaskan refleksi ini.

Tim detikEdu - detikEdu
Kamis, 15 Okt 2026 12:01 WIB
Ilustrasi LPDP
Ilustrasi awardee LPDP. Foto: Dok LPDP
Jakarta -

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan adanya keterlambatan penagihan sanksi pelanggaran penerima beasiswa (awardee) di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Nilai pelanggaran yang menjadi objek penagihan tersebut mencapai Rp 7,97 miliar, yang meliputi 17 kasus pelanggaran Program Beasiswa Native.

Temuan tersebut disampaikan BPK melalui Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2026 BPK. Menurut BPK, LPDP terlambat menerbitkan surat keputusan sanksi, menerbitkan piutang, dan/atau melakukan tindakan penagihan atas 17 kasus pelanggaran pada Program Beasiswa Native tersebut. Akibatnya, muncul potensi piutang tidak tertagih.

"Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terlambat menerbitkan surat keputusan sanksi, penerbitan piutang, dan/atau tindakan penagihan atas 17 kasus pelanggaran pada Program Beasiswa Native sebesar Rp7,97 miliar," seperti dikutip detikEdu dari IHPS I Tahun 2026, Selasa (13/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pada pengelolaan Beasiswa Kolaborasi LPDP dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), manajemen pelaksana Program Beasiswa Kolaborasi belum menindaklanjuti penerima beasiswa yang mengundurkan diri dan/atau diberhentikan, dengan total penyaluran dana mencapai Rp 6,89 miliar. Kondisi ini mengakibatkan potensi kelebihan pembayaran sebesar Rp 6,89 miliar.

Lebih lanjut, BPK mencatat bahwa sanksi pengembalian atas 13 surat keputusan pemberhentian penerima beasiswa tersebut juga belum ditagihkan, dengan nilai mencapai Rp 1,51 miliar.

ADVERTISEMENT

"Pemulihan kelebihan pembayaran dana beasiswa terlambat diterima sebesar Rp1,51 miliar," tulis BPK dalam temuannya.

Rekomendasi BPK

Atas temuan yang dicantumkan dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2026 BPK tersebut, BPK merekomendasikan Direktur Utama LPDP untuk melakukan penagihan dan memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait. Berikut rekomendasi BPK:

1. LPDP agar menagih dan memastikan penyelesaian piutang atas 17 kasus pelanggaran Program Beasiswa Native senilai Rp 7,97 miliar.

2. LPDP agar berkoordinasi dengan Manajemen Pelaksana Program pada Kemdiktisaintek untuk:

  • Menindaklanjuti proses penjatuhan sanksi terhadap penerima beasiswa yang mengundurkan diri dan/atau dikeluarkan.
  • Menagihkan potensi sanksi pengembalian sebesar Rp 6,89 miliar dan dana beasiswa sebesar Rp 1,51 miliar agar disetorkan ke rekening LPDP.

Respons LPDP atas Temuan BPK

Merespons temuan ini, Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP M Lukmanul Hakim mengatakan pihaknya tengah menindaklanjuti rekomendasi BPK atas temuan tersebut.

"Tindak lanjut atas rekomendasi pemeriksaan BPK menjadi perhatian LPDP dan terus dilakukan terhadap seluruh temuan yang tercantum dalam IHPS I Tahun 2026, mencakup proses verifikasi, penetapan sanksi, penerbitan piutang, serta pelaksanaan penagihan sesuai ketentuan yang berlaku," ucapnya pada detikEdu melalui pesan teks, Kamis (15/10/2026).

Lukmanul mengatakan, pihak LPDP juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga mitra terkait beasiswa kolaborasi untuk menindaklanjuti penerima beasiswa yang mengundurkan diri maupun diberhentikan dari program.

"Termasuk dalam proses penetapan kewajiban pengembalian dan langkah-langkah penagihan yang diperlukan," ucapnya.

Tindak lanjut ini disebut guna memastikan pemenuhan hak dan kewajiban para pihak sesuai ketentuan program beasiswa yang berlaku. Ia menyebut sebagian tindak lanjut sudah diselesaikan, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses penyelesaian.

"Saat ini, sebagian tindak lanjut atas rekomendasi pemeriksaan tersebut telah diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku. Berbagai langkah pemulihan telah dan terus dilakukan, termasuk penguatan mekanisme monitoring kepatuhan penerima beasiswa, percepatan penyelesaian tindak lanjut administrasi, serta optimalisasi proses penagihan dan pemulihan dana," terangnya.

Lukmanul menyatakan, tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan BPK juga akan diselesaikan sesuai target penyelesaian.

"LPDP berkomitmen untuk menuntaskan seluruh tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan sesuai target penyelesaian yang telah ditetapkan dan memastikan pengelolaan program beasiswa dilaksanakan secara tertib, akuntabel, transparan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ucapnya.



(twu/nwk)
Tim detikEdu
Tim detikEdu
Jurnalis detikcom. Tim detikEdu menyajikan berita pendidikan, beasiswa, kampus, dan inspirasi belajar untuk pelajar, mahasiswa, serta pendidik.
`; constructor() { super() this.attachShadow({ mode: "open" }) this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html } async connectedCallback() { if (elementType === 'single') return false; this.SwiperClass = Swiper; const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector('.mySwiper'); new this.SwiperClass(swiperContainer, { slidesPerView: 1, spaceBetween: 18, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, }); } } customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?
Hobi dan Mainan

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?

Squishy Aman untuk Anak? Cek 5 Hal Ini di Label dan Bahan Sebelum Checkout
Hobi dan Mainan

Squishy Aman untuk Anak? Cek 5 Hal Ini di Label dan Bahan Sebelum Checkout

Foto Figure Art Toy Pakai HP Hasilnya Datar? Coba 5 Trik Cahaya dan Sudut Ini
Hobi dan Mainan

Foto Figure Art Toy Pakai HP Hasilnya Datar? Coba 5 Trik Cahaya dan Sudut Ini

Ingin Menjahit Sendiri di Rumah? Cek Kemampuan Mesin Jahit Mini Ini
Hobi dan Mainan

Ingin Menjahit Sendiri di Rumah? Cek Kemampuan Mesin Jahit Mini Ini

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads