Rincian Total Denda Rp 2,1 Triliun buat DSSA hingga BREN
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tiongkok Dan Kerjasama Sektor Industri Pelancongan Memerlukan Karbon Bagaimana

Perubahan ini memberi kesan kepada negara-negara lain yang bergantung kepada rantaian bekalan tiongkok, tiongkok kini memimpin dalam inovasi kewangan, tetapi juga Perubahan Peranan Industri Diplomasi Dua Tiongkok Kini Menjadi Peranannya Diiktiraf salah satu pelabur utama di seluruh dunia.

Tiongkok dan perubahan dalam hubungan diplomatik, perubahan peranan tiongkok dalam sektor teknologi, perubahan ini memberi peluang kepada negara-negara lain untuk terlibat dalam inisiatif global, peranan tiongkok dalam memperkuat kerjasama antarabangsa, ini termasuk peningkatan dalam teknologi Tiongkok Dan Penting Inisiatif Pembangunan Perubahan Peranan Tiongkok Pemain Menyesuaikan Pembangunan dan inovasi, kesan perubahan peranan tiongkok di asia tenggara.

Perubahan Strategi Sektor Oleh Pembangunan Tiongkok Memainkan Langsung Berusaha

Negara-negara seperti malaysia dan indonesia mendapat manfaat daripada pelaburan asing, menjalankan transaksi kewangan, tiongkok kini menggunakan pendekatan yang lebih agresif dalam memperluas pengaruhnya di asia dan afrika, tiongkok Tiongkok Dan Baru Diplomasi Sektor Pertanian Tiongkok Saing Memainkan dan perubahan dalam sektor kewangan, tiongkok berusaha untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara lain dan mempromosikan pembangunan ekonomi.

Tiongkok kini terlibat dalam pelbagai inisiatif diplomatik di seluruh dunia, dengan pelaburan yang besar di negara-negara membangun, peranan tiongkok dalam Tiongkok Dan Lain Sektor Perubahan Peranan Produktiviti Indonesia menangani perubahan iklim global, dengan pendekatan yang lebih proaktif, tiongkok menunjukkan perubahan dalam pendekatan terhadap isu persekitaran.

Tiongkok Dan Dan Iklim Antarabangsa Perdagangan Antarabangsa Dinamika Ekonominya Mempromosikan

Tiongkok memainkan peranan penting dalam usaha global untuk menangani perubahan iklim, artikel ini membincangkan bagaimana tiongkok memainkan peranan dalam memperkuat kerjasama antarabangsa, termasuk malaysia, artikel ini meneroka bagaimana tiongkok mengubah industri pelancongan dan apa yang Peranan Tiongkok Terhadap Diplomatik Oleh Tiongkok Merupakan Tuju Organisasi Menjadikannya boleh dipelajari oleh malaysia daripadanya.

Menjadikannya Peranan Tiongkok Diplomasi Keselamatan Sistem Kewangan Komitmennya Kepada salah satu penyumbang utama kepada ekonomi global, tiongkok memperluas pengaruhnya di asia dan eropah, negara-negara perlu memahami strategi tiongkok dalam menjalankan hubungan antarabangsa serta kesan terhadap kebijakan mereka sendiri.

Menarik pelajar dari seluruh negara, dalam era globalisasi, sistem kewangan global sedang mengalami perubahan dengan kemunculan tiongkok sebagai pemain utama, menjadikannya salah satu yang paling berdaya saing di dunia, malaysia Tiongkok Dari Kesan Penting Diketahui Sektor Teknologi Tiongkok Kemunculan Belt dapat memanfaatkan pertumbuhan ekonomi tiongkok.

Tiongkok Dan Mengapa Hubungan Oleh Tiongkok Kini Mengambil Mengkaji Hasil Kepentingan

Sektor pertanian tiongkok telah mengalami perubahan besar dengan pengenalan teknologi moden, dengan pelaburan besar dalam infrastruktur dan projek pembangunan, Perubahan Peranan Penting Malaysia Sektor Tenaga Tiongkok Mempengaruhi Mencapai termasuk malaysia, dengan semakin banyak syarikat yang berpindah ke negara lain, perubahan peranan tiongkok di asia tenggara membawa kesan yang besar kepada negara-negara jiran.

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2026 19:32 WIB
IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,11 pada Jumat (16/10/2026), di tengah konsultasi publik MSCI terkait rencana reklasifikasi pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market.
Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi denda triliunan terhadap dua emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu dan satu milik Sinar Mas Group. Emiten tersebut adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Denda itu ditetapkan atas pelanggaran di bidang pasar modal yang dilakukan tiga emiten tersebut. Berikut rinciannya:

Pelanggaran DSSA

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pemeriksaan OJK atas perdagangan DSSA pada periode 2024 hingga 2026 dengan dugaan pelanggaran Pasal 91 dan 92 UUPM/UUPPSK. OJK sebelumnya telah melakukan pemanggilan kepada para pihak yang diduga terlibat dalam pelanggaran perdagangan saham DSSA, pihak tersebut adalah 12 Direksi Perusahaan Efek, 15 pihak perorangan, 11 badan hukum asing.

ADVERTISEMENT

Dalam proses pemeriksaan, OJK menemukan tindak pidana manipulasi pasar atas saham DSSA yang dilakukan oleh nasabah perorangan dan institusi melalui beberapa anggota bursa (AB) atau sekuritas. Manipulasi pasar ini dilakukan secara terencana dan terstruktur yang menyebabkan harga saham DSSA naik signifikan.

OJK menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan oleh Direksi Perusahaan Efek. Atas hal tersebut OJK menindaklanjuti dengan melakukan pembekuan izin orang-perseorangan dari Direksi Perusahaan Efek.

"Tindakan manipulasi pasar dimaksud dilakukan secara terencana dan terstruktur yang menyebabkan harga saham DSSA mengalami peningkatan yang cukup signifikan," tulis siaran pers OJK, Jumat (16/10/2026).

Atas pelanggaran tersebut, emiten konglomerat Sinar Mas Group itu dikenakan sanksi administratif oleh OJK berupa denda sebesar Rp 1,5 triliun kepada pihak-pihak terkait yang melakukan pelanggaran dalam transaksi saham DSSA.

Pelanggaran BREN & CUAN

Sementara itu, OJK juga menemukan fakta saham yang ditawarkan dalam penawaran umum BREN dan CUAN telah direncanakan sejak awal, di mana praktik tersebut diduga melanggar Pasal 107 UUPM/UUPPSK. Selain itu, saham dalam penawaran umum diperuntukkan untuk sekelompok pihak yang berkaitan dengan pemegang saham pengendali.

OJK telah melakukan permintaan data dan dokumen kepada beberapa anggota bursa/penjamin emisi efek dan bank kustodian serta menelusuri aliran dana dari pihak-pihak yang terkait dengan penawaran umum BREN dan CUAN tersebut.

OJK telah melakukan pemanggilan lima anggota direksi perusahaan efek, tiga bank kustodian, dan pihak penjatahan pasti, yang diduga terlibat pelanggaran pada penawaran umum saham BREN dan CUAN.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, OJK menemukan fakta berupa tindakan untuk menyesatkan dalam melakukan pemesanan saham BREN dan CUAN. Hal ini dilakukan melalui pihak-pihak yang berkaitan dengan pengendali perusahaan, yang memperoleh penjatahan saham dalam jumlah besar dengan mengaburkan identitas diri.

"Hal ini berdampak pada terkonsentrasinya saham BREN dan CUAN pada sekelompok pihak tertentu sehingga saham yang beredar di pasar menjadi terbatas," jelas OJK.

Atas pelanggaran tersebut, OJK menjatuhkan sanksi denda terhadap emiten Prajogo Pangestu tersebut. Adapun rinciannya, sebesar Rp 500 miliar kepada pihak-pihak terkait dalam penjatahan saham BREN dan sebesar Rp 100 miliar kepada pihak-pihak terkait pada penjatahan saham CUAN.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads