- Cara agar Sholat Khusyuk 1. Hayati Setiap Bacaan Sholat 2. Jaga Panca Indra dan Hadirkan Sikap Ihsan 3. Membaca Ta'awudz dan Surah An-Nas Sebelum Sholat 4. Tekad dan Niat yang Bulat
- Doa agar Sholat Khusyuk Doa Pertama Doa Kedua
- Makna Khusyuk Sesuai Tafsir Para Ulama 1. Adz-Dzullu wat-Tadzallul (Kerendahan Diri dan Kepatuhan) 2. Al-Khauf (Perasaan Takut) 3. At-Tawadhu' (Kerendahan Hati) 4. Sukunul Jawarih wa Ramyul Bashar (Ketenangan Anggota Badan dan Fokus Pandangan)
Sholat adalah sarana komunikasi langsung antara seorang hamba dan Sang Pencipta. Namun, sering kali banyak godaan yang menghancurkan pikiran dan hati sehingga sholat jadi tidak khusyuk.
Dalam buku Andaikan Shalat Sebuah Pesta karya Kang Yadi, terdapat penjelasan bahwa hakikat khusyuk berakar dari hati dan tetap harus didukung oleh kedisiplinan badan. Khusyuk dalam sholat terbagi menjadi dua, yaitu aspek lahiriah dan batiniah.
Pada aspek lahiriah, khusyuk dinilai saat melakukan gerak-gerik sholat dan kesesuaian ucapan berdasarkan anjuran sholat. Sedangkan pada aspek batiniah, khusyuk dinilai saat melakukan sholat dengan hati penuh rasa harap, cemas, takut, dan merasa diawasi. Lantas, bagaimana cara agar sholat khusyuk sesuai panduan Islam?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara agar Sholat Khusyuk
Merujuk pada pandangan Syekh Izzuddin bin Abdissalam dalam kitab Al-Qawa'id al-Kubra yang dinukil NU Online, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
1. Hayati Setiap Bacaan Sholat
Syekh Izzuddin bin Abdissalam menjelaskan bahwa orang yang sholat diperintahkan untuk menghayati setiap bacaan sholat. Bila membaca ayat yang berisi ancaman siksa, hendaknya menghadirkan rasa takut. Sebaliknya, ketika membaca ayat yang memuat janji rahmat dan surga, hadirkan rasa optimistis dan harap kepada Allah SWT
2. Jaga Panca Indra dan Hadirkan Sikap Ihsan
Mata dan telinga merupakan gerbang utama menuju hati. Memejamkan mata berlebihan atau melirik ke berbagai arah dapat memecah konsentrasi. Hadirkan prinsip ihsan dalam dada sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu." (HR Thabrani)
3. Membaca Ta'awudz dan Surah An-Nas Sebelum Sholat
Sebelum memulai takbiratul ihram, biasakan memohon perlindungan dari godaan setan pembisik was-was dengan membaca ta'awudz serta surah An-Nas.
4. Tekad dan Niat yang Bulat
Lepaskan beban pekerjaan atau rencana duniawi sejenak sebelum mengangkat tangan takbir. Niatkan bahwa ibadah yang sedang dikerjakan bisa jadi merupakan sholat terakhir dalam hidup.
Doa agar Sholat Khusyuk
Berikut dua doa yang dianjurkan untuk dibaca guna memohon anugerah khusyuk dalam sholat:
Doa Pertama
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allāhumma a'innī 'alā dzikrika wa syukrika wa ḥusni 'ibādatik.
Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau memberi pertolongan kepada kami untuk bisa selalu ingat (zikir) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."
Doa Kedua
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الطُّمَأْنِيْنَةَ وَالْخُشُوْعَ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْخُشُوْعَ فِي صَلَاتِنَا
Allāhummārzuqnāth-thuma'nīnata wal-khusyū', allāhummārzuqnāl-khusyū'a fī shalātinā.
Artinya: "Ya Rabb, anugerahkanlah rasa ketenangan (tumakninah) dan khusyuk dalam sholat kami."
Makna Khusyuk Sesuai Tafsir Para Ulama
Mengutip buku Memahami Shalat Khusyu' karya M. Amin Abdul Samad, istilah khusyuk dalam Al-Qur'an mencakup empat makna menurut para ahli tafsir:
1. Adz-Dzullu wat-Tadzallul (Kerendahan Diri dan Kepatuhan)
Dalam sholat, wujudnya tercermin ketika merendahkan diri dan patuh kepada-Nya dengan pandangan tunduk ke bawah, seperti tercantum dalam surah Taha ayat 108:
يَوْمَىِٕذٍ يَّتَّبِعُوْنَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهٗ ۚوَخَشَعَتِ الْاَصْوَاتُ لِلرَّحْمٰنِ فَلَا تَسْمَعُ اِلَّا هَمْسًا
Artinya: "Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (Israfil) tanpa berbelok-belok. Semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik."
2. Al-Khauf (Perasaan Takut)
Menghadirkan rasa gentar terhadap keagungan dan hisab Allah SWT sebagaimana gambaran orang-orang saleh dalam surah Al-Anbiya' ayat 90 yang berdoa dengan rasa harap dan cemas.
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ
Artinya: "Maka, Kami mengabulkan (doa)-nya, menganugerahkan Yahya kepadanya, dan menjadikan istrinya (dapat mengandung). Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami."
3. At-Tawadhu' (Kerendahan Hati)
Mengikis rasa sombong dan takabur saat bersujud kepada-Nya, selaras dengan surah Al-Baqarah ayat 45 yang menegaskan bahwa sholat terasa berat kecuali bagi orang-orang yang rendah hati.
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
Artinya: "Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya (sholat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
4. Sukunul Jawarih wa Ramyul Bashar (Ketenangan Anggota Badan dan Fokus Pandangan)
Menjaga seluruh anggota tubuh agar tenang, diam, rileks, serta mengarahkan pandangan ke tempat sujud sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Mu'minun ayat 2 agar pikiran tidak mengawang-awang.
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya."




































































