Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengajukan revitalisasi belasan fasilitas kesehatan (faskes) kepada pemerintah pusat. Dengan perincian 13 faskes, 9 pustu, 3 puskesmas, dan 1 laboratorium kesehatan.
Usulan revitalisasi belasan faskes ini tindak lanjut dari program pembenahan nasional. Mulai 2027 Kemenkes akan memprioritaskan pembenahan infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, Emirald Isfihan, menuturkan pihaknya tengah berkoordinasi secara intensif dengan Dinas PUPR guna melakukan kajian lebih rinci terkait kondisi fisik bangunan serta kebutuhan anggaran.
"Kami sedang melakukan koordinasi dengan PUPR untuk melakukan kajian. Karena di dalam persyaratan (pengajuan revitalisasi) itu diminta secara detail kondisi puskesmas, pustu maupun laboratorium kesehatan yang ada saat ini," kata Emirald, saat diwawancarai, Jumat (30/10/2026).
Emirald memerinci kajian tersebut mencakup kriteria tingkat kerusakan bangunan. Mulai dari kategori rusak ringan, sedang, maupun rusak berat hingga besaran biaya perbaikan yang dibutuhkan. Kelengkapan dokumen ditargetkan rampung sebelum batas waktu yang ditentukan, yakni 2 November mendatang.
"Prinsipnya yang kita usulkan sampai tahun 2030. Kami diberikan waktu sampai 2 November untuk melengkapi (proposal) itu. Mudah-mudahan bisa masuk (lolos)," ujarnya.
"Untuk penentuan kapan kita mendapatkan (kabar baik) itu tergantung dari pemerintah pusat," sambung Emirald.
Adapun beberapa fasilitas kesehatan yang masuk dalam daftar pengajuan revitalisasi ke pemerintah pusat ada tiga puskesmas, yakni Puskesmas Pejeruk, Puskesmas Ampenan, dan satu puskesmas masih dalam tahap kajian.
Sementara untuk sembilan pustu, yakni Pustu Ampenan Tengah, Pustu Pejeruk, Pustu Sayang-sayang, Pustu Getap, Pustu Selagalas, Pustu Dasan Agung, Pustu Rembiga, Pustu Pagutan, dan Pustu Pagesangan.
Menurut Emirald, langkah percepatan dan pembenahan faskes ini sejalan dengan arahan pusat. Dimana penguatan layanan kesehatan akan lebih difokuskan pada tingkat terdepan.
"Layanan ini akan semakin mengerucut, jadi nanti akan dialihkan lebih banyak kepada tingkat terendah. Makanya sekarang ini layanan posyandu ditingkatkan menjadi 6 SPM dan penguatan pustu. (Pengerucutan ini dilakukan untuk) memecah penumpukan pasien yang ada di puskesmas dan rumah sakit," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat berencana merenovasi seluruh puskesmas di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan langkah tersebut diperlukan karena masih ada puskesmas di daerah yang kondisi bangunannya sudah berusia puluhan tahun.
Dante menyebut sebagian puskesmas bahkan terakhir direnovasi pada era Presiden Soeharto. Ia mengatakan kondisi fasilitas kesehatan di sejumlah daerah masih memprihatinkan, berdasarkan pengalamannya saat dulu bertugas di puskesmas.
"Jadi puskesmas-puskesmas itu sayang, baru terakhir direnovasi itu zaman Pak Harto. Jadi kalau teman-teman lihat ke daerah itu sangat menyedihkan," ujarnya.

















































