Sebanyak 1.112 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 87 desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), hari ini. Pengamanan difokuskan di 1.014 tempat pemungutan suara (TPS), dengan 36 TPS masuk kategori rawan.
Kapolresta Lombok Tengah Kombes Hariyanto mengatakan personel gabungan tersebut terdiri dari 590 personel Polresta Lombok Tengah, 90 personel BKO Satbrimob Polda NTB, 200 personel TNI, 320 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta 12 personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan).
"Personel gabungan tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh tahapan pemungutan suara Pilkades Serentak di Kabupaten Lombok Tengah berjalan aman, tertib, dan kondusif," kata Hariyanto melalui keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilkades serentak periode 2026-2034 ini diikuti 334 peserta di seluruh desa. Untuk memastikan pengamanan berjalan optimal, Polresta Lombok Tengah telah memetakan tingkat kerawanan di 1.014 TPS. Hasilnya, sebanyak 978 TPS masuk kategori aman, 36 TPS kategori rawan, dan tidak ada TPS yang masuk kategori sangat rawan.
"Pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan pola dan kekuatan pengamanan di setiap TPS. Pada TPS kategori aman, dua personel Polri dapat ditugaskan untuk mengamankan empat hingga enam TPS dengan dukungan petugas perlindungan masyarakat (Linmas) di masing-masing TPS," ujarnya.
Hariyanto menjelaskan TPS kategori rawan mendapat pengamanan lebih ketat dengan rasio dua personel Polri untuk dua TPS, didukung petugas Linmas. Kategori ini mencakup lokasi yang memiliki riwayat konflik Pilkades, potensi intimidasi, praktik politik uang, maupun kondisi geografis yang relatif sulit dijangkau.
"Adapun pola pengamanan untuk TPS sangat rawan, apabila ditemukan, dirancang dengan rasio dua personel Polri untuk satu TPS dan dapat diperkuat personel TNI atau Brimob sesuai kebutuhan," imbuhnya.
Meski tidak ada TPS yang masuk kategori sangat rawan berdasarkan pemetaan saat ini, Polresta Lombok Tengah tetap menyiapkan pengamanan berlapis. Wilayah pengamanan dibagi menjadi empat rayon dengan penempatan personel dan pasukan penguatan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.
"Dalam pelaksanaan pengamanan, masing-masing rayon juga didukung dua perwira pengendali (Padal) di setiap polsek untuk memastikan koordinasi, pengawasan, dan kesiapan personel berjalan optimal," tegasnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan, Polresta Lombok Tengah turut menyiagakan pasukan penguatan di sejumlah titik strategis. Kekuatan tersebut meliputi satu peleton PHH Brimob dan dua peleton Samapta di Mapolresta Lombok Tengah.
"Selain kesiapan personel dan sarana pendukung, pengamanan pada tahap pemungutan suara juga mengedepankan pendekatan humanis. Seluruh personel Polresta Lombok Tengah yang bertugas di lapangan tidak diperkenankan membawa maupun menggunakan senjata api selama pelaksanaan pengamanan TPS," bebernya.
"Semoga Pilkades tahun ini berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif," tandasnya.

















































