Manusia hakikatnya tidak luput dari dosa, khilaf, dan salah. Kendati demikian, sebaik-baiknya manusia adalah yang menyadari bahwa ia berdosa dan segera memohon ampun kepada Sang Pencipta.
Dalam ajaran Islam, istighfar merupakan salah satu cara untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Ada beberapa bacaan istighfar, yang paling utama adalah penghulu istighfar yang disebut sebagai sayyidul istighfar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayyidul istighfar merupakan doa yang dipanjatkan untuk meminta ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan bentuk janji untuk tidak mengulanginya lagi.
Simak bacaan sayyidul istighfar lengkap dengan keutamaannya dalam ulasan berikut ini.
Bacaan Sayyidul Istighfar Lengkap: Arab, Latin dan Artinya
Berikut adalah bacaan sayyidul istighfar lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya yang disadur dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki susunan KH. Sulaeman bin Muhammad Bahri.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَني وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبِ إِلَّا أَنْتَ
Arab-latin: Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ūdzu bika min syarri mā shana'tu, abū'u laka bini'matika 'alayya, wa abū'u laka bidzanbī faghfir lī, fainnahū lā yaghfirudz dzunuuba illā anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan melainkan Engkau, Engkau jadikan aku, dan aku hamba Engkau. Dan atas janji-janji dengan Engkau sekuasaku, aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan perbuatanku, dan atas nikmat yang Engkau berikan, dan atas engkau aku sadari dosaku, ampunilah aku, sesungguhnya tiada dapat yang mengampuni selain Engkau."
Sayyidul Istighfar Bekal Penghuni Surga
Bacaan sayyidul istighfar diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai penghulu istighfar yang dapat menghantarkan pengamalnya menuju surga, sebagaimana dijelaskan dalam buku 3T: Taubat, Tasbih, Tahajud oleh Zainal Ali Akbar.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّارِ مُوْقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ لا مُوْقِنٌ فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.
Artinya: "Barang siapa yang mengucapkan doa sayyidul istighfar dengan penuh keyakinan pada siang hari dan kemudian dia meninggal dunia pada hari itu sebelum senja, maka dia tergolong sebagai penghuni surga. Barang siapa yang mengucapkannya pada malam hari dengan penuh keyakinan dan dia meninggal sebelum habis waktu subuh, ia tergolong sebagai penghuni surga." (HR Bukhari)
Keutamaan Istighfar
Pada dasarnya, istighfar adalah doa yang mencakup tobat, merendahkan diri kepada Allah SWT dan kembali menghadap kepada-Nya. Disebutkan dalam buku Panduan Praktik Ibadah karya Yudi Irfan Daniel dan Shabri Shaleh Anwar, ada beberapa keutamaan beristighfar, salah satunya adalah bentuk keberkahan bagi pengamalnya.
Rasulullah SAW bersabda, "Berbahagialah bagi orang yang mendapati dalam catatan amalnya istighfar yang banyak." (HR Baihaqi dan Ahmad)
Adapun keistimewaan bagi orang tua dari anak yang banyak beristighfar akan diangkat derajatnya di surga. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat derajatnya di surga, maka ia pun berkata, 'Bagaimana ini bisa untukku?' Maka dikatakan, 'Disebabkan anakmu beristighfar (memohonkan ampun) untukmu)'." (HR Ahmad, Al Baihaqi)




































































