Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berupaya memperluas program pemberdayaan lanjut usia (lansia) melalui Sekolah Lansia. Program ini diharapkan bisa menjangkau seluruh kecamatan agar semakin banyak lansia mendapat kesempatan belajar, menjaga kesehatan, dan tetap mandiri.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Wisuda Sekolah Lansia Tangguh Ceria dan Nurul Furqon Tahun 2026 yang diikuti 60 peserta. Kegiatan itu dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, di Ruang Pertemuan Parameswara, Kamis (29/10/2026).
Puluhan peserta yang diwisuda berasal dari dua sekolah lansia, yakni Sekolah Lansia Tangguh Ceria di Kecamatan Ilir Timur I dan Sekolah Lansia Nurul Furqon di Kecamatan Seberang Ulu I. Masing-masing sekolah meluluskan 30 peserta setelah mengikuti pembelajaran selama sekitar enam bulan dengan total 10 kali pertemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim mengatakan, usia lanjut bukan penghalang bagi seseorang untuk terus belajar dan mengembangkan potensi. Menurutnya, lansia tetap memiliki kemampuan untuk berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat jika mendapatkan pendampingan yang sesuai.
"Para lansia memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan. Melalui pemberdayaan yang tepat, mereka dapat tetap sehat, mandiri, produktif, serta berperan aktif di tengah keluarga dan masyarakat," katanya kepada wartawan, Kamis (19/10/2026).
Dia menegaskan, perhatian terhadap lansia perlu menjadi tanggung jawab bersama. Dengan dukungan yang memadai, para lansia diharapkan dapat menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang baik, tetap mandiri, serta merasa dihargai di lingkungan sosialnya.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang, Candra Kurniadi, mengatakan Sekolah Lansia menjadi bagian dari upaya pemberdayaan warga lanjut usia melalui program Lansia Berdaya (SIDAYA).
Menurut Candra, program tersebut perlu diperluas karena jumlah lansia di Palembang cukup besar, sementara kesempatan mengikuti pembelajaran masih terbatas.
Dia mencontohkan, Kecamatan Ilir Timur I memiliki sekitar 8.000 penduduk lansia. Namun, jumlah peserta yang saat ini dapat difasilitasi melalui Sekolah Lansia baru mencapai 30 orang.
"Harapan kita, Sekolah Lansia ini dapat dikembangkan di seluruh kecamatan di Kota Palembang. Dengan dukungan anggaran yang memadai, semakin banyak lansia yang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini," ujar Candra.
Candra menjelaskan, Sekolah Lansia tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar-mengajar. Program ini juga bertujuan membentuk lansia yang sehat, produktif, mandiri, dan bermartabat.
Melalui pembelajaran tersebut, para peserta diharapkan mampu menjaga kesehatan, merawat diri, serta menjalankan aktivitas sehari-hari sesuai dengan kondisi masing-masing tanpa selalu bergantung kepada anak maupun cucu.
Program Sekolah Lansia dikembangkan sebagai salah satu upaya menghadapi fenomena aging population, yaitu meningkatnya proporsi penduduk berusia lanjut dalam struktur demografi.
Materi pembelajaran tidak hanya membahas kesehatan fisik, tetapi juga mencakup aspek mental, spiritual, dan sosial. Pendekatan ini mengacu pada konsep lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
Selain itu, peserta mendapatkan pembelajaran yang mencakup tujuh dimensi lansia tangguh, meliputi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, serta lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar digelar di balai kelurahan dengan menghadirkan narasumber dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Materi disesuaikan dengan kebutuhan lansia agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), yang berfokus pada peningkatan kesehatan fisik, mental, dan sosial lansia.
Dari total 60 peserta yang diwisuda pada tahun ini, sebanyak 13 orang merupakan laki-laki dan 47 orang perempuan. Peserta tertua berusia 80 tahun, sedangkan peserta termuda berusia 60 tahun.
Rentang usia tersebut menunjukkan bahwa kesempatan untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan diri tetap terbuka bagi masyarakat yang telah memasuki usia lanjut.
Pemkot Palembang berharap para lulusan Sekolah Lansia dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kemandirian, serta memperkuat hubungan dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Ke depan, perluasan Sekolah Lansia di seluruh kecamatan diharapkan menjadi langkah untuk memberikan akses pemberdayaan yang lebih merata. Dengan begitu, semakin banyak lansia di Palembang dapat menjalani masa tua secara sehat, aktif, produktif, dan bermartabat.



























































