Sholat Dzuhur merupakan salah satu dari lima sholat fardhu yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Lantas, sholat Dzuhur berapa rakaat?
Sholat Dzuhur dikerjakan sebanyak 4 rakaat. Ibadah ini dilaksanakan pada siang hari dan memiliki tata cara khusus yang harus diperhatikan agar ibadah kita sah dan sempurna sesuai tuntunan syariat.
Pentingnya menjaga tatacara sholat yang benar ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku sholat." (HR al-Bukhārī dan Muslim dari Mālik bin Huwairis)
Berikut adalah panduan lengkap bacaan niat, tata cara sholat Dzuhur 4 rakaat, hingga ketentuan waktu pelaksanaannya.
Niat Sholat Dzuhur
Mengutip buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa, S.Pd., bacaan niat sholat Dzuhur tergolong mudah diingat dan dipelajari. Niat dapat dibaca saat hendak memulai sholat, baik secara sendiri (munfarid) maupun berjamaah.
1. Niat Sholat Dzuhur Sendiri (Munfarid)
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Usholli fardhol dhuhri arba'a roka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'aala.
Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu Dzuhur 4 rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah Ta'ala."
2. Niat Sholat Dzuhur Sebagai Imam
أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli fardhadz dzuhri arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati adaa-an imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
3. Niat Sholat Dzuhur Berjamaah Sebagai Makmum
أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli fardhadz dzuhri arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Sholat Dzuhur
Dinukil dari Buku Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa'i dan Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terbitan Kementerian Agama RI, tata cara sholat Dzuhur dilakukan secara berurutan (tertib) mulai dari niat hingga salam:
- Berdiri tegak
- Membaca niat
- Takbiratul ihram
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah pendek atau ayat Al-Qur'an
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangkit berdiri melanjutkan rakaat kedua dengan gerakan yang sama.
- Duduk tasyahud awal
- Berdiri melanjutkan rakaat ketiga dan keempat
- Duduk Tasyahud Akhir
- Salam
Waktu Pelaksanaan Sholat Dzuhur
Berdasarkan penjelasan dalam buku Terjemah Fathul Qorib karya Bahrudin Fuad, kata "Dzuhur" secara bahasa berarti tampak. Hal ini merujuk pada waktu pelaksanaan sholat yang dilakukan pada siang hari saat kondisi terang benderang.
Awal waktu Dzuhur dimulai ketika matahari tergelincir dari titik tengah langit menuju arah barat. Pergeseran ini secara kasatmata ditandai dengan munculnya bayangan benda yang bergerak menuju arah timur setelah bayangan mencapai titik terpendeknya.
Sementara itu, menurut penjelasan Imam Syafi'i dalam Kitab Al-Umm Fiqih Jilid 2, awal waktu Dzuhur dimulai saat matahari tergelincir dari tengah langit, terutama terlihat saat tengah hari di musim panas.
Sedangkan waktu Dzuhur berakhir ketika panjang bayangan suatu benda sama dengan panjang asli benda tersebut. Apabila panjang bayangan sudah melebihi panjang benda, maka waktu Dzuhur telah habis dan menandakan masuknya waktu sholat Ashar.
Dengan memahami tata cara, bacaan niat, serta batasan waktunya, diharapkan ibadah sholat Dzuhur empat rakaat yang kita jalankan dapat terlaksana secara tertib dan diterima oleh Allah SWT.




































































