Banjir melanda 4 kecamatan di Kota Medan usai hujan lebat yang melanda sejak Rabu (28/10) hingga Kamis (29/10) dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat sebanyak 617 warga mengungsi akibat banjir.
"Total pengungsi terdiri dari 44 balita, 189 anak-anak, 295 dewasa, 90 lansia, dan 1 penyandang disabilitas," ujar Kepala BPBD Medan, Yunita Sari saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026).
Yunita mengatakan, data jumlah pengungsi yang dihimpun masih bersifat sementara. Petugas di lapangan, kata Yunita, masih melakukan evakuasi di wilayah terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini data sementara, saat ini personel di lapangan masih terus melakukan pendataan dan evakuasi," tambahnya.
Adapun empat kecamatan yang dilanda banjir yakni Kecamatan Medan Maimun (Kelurahan Sei Mati, Aur, Hamdan, Kampung Baru), Kecamatan Medan Tuntungan (Kelurahan Tanjung Selamat), Kecamatan Medan Johor (Kelurahan Gedung Johor dan Kwala Bekala), dan Kecamatan Medan Helvetia (Kelurahan Tanjung Gusta).
Saat ini, kata Yunita, terdapat 10 titik pengungsian warga yang terdiri dari Masjid, kantor lurah dan rumah tetangga.
"Ketinggian air mulai 20 sentimeter hingga 150 sentimeter. Paling tinggi di Kelurahan Aur," ungkap Yunita.
Dari amatan detikSumut di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun pada Kamis (29/10) pukul 09.00 WIB, puluhan rumah masih terendam banjir. Beberapa anak-anak tampak bermain di sekitar lokasi banjir.
Sementara warga yang rumahnya terendam banjir dan sudah mulai surut tengah sibuk menguras bekas lumpur dari dalam rumah.



























































