Mengatur pola makan menjadi salah satu langkah penting bagi orang yang ingin menjaga kadar gula darah sekaligus mengelola berat badan. Namun, pola makan sehat bukan berarti harus membatasi diri hanya dengan mengonsumsi makanan rebus atau kukusan setiap hari.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan nutrisi, mulai dari karbohidrat kompleks, serat, protein, hingga cairan.
Karbohidrat kompleks seperti nasi, jagung, ubi, dan kentang masih boleh dikonsumsi. Namun, porsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori masing-masing orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya cuma 1.800 (kalori), ya artinya jangan juga kentangnya jadi lima, lima kukus," ujar dr Yaze dalam tayangan detikSore, Jumat (30/10/2026).
Ia juga mengingatkan cara pengolahan makanan turut memengaruhi jumlah kalori. Kentang atau ubi yang digoreng, misalnya, dapat memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibandingkan yang direbus atau dikukus.
Selain itu, kebutuhan cairan juga perlu dipenuhi. Secara umum, orang kerap dianjurkan minum sekitar delapan gelas atau dua liter air per hari, meski kebutuhan setiap orang bisa berbeda.
Di sisi lain, dr Yaze mengatakan pola makan yang terlalu ketat dan hanya mengandalkan makanan rebus atau kukusan juga tidak disarankan. Sebab, pola makan seperti itu bisa membuat seseorang merasa tersiksa dan sulit mempertahankannya dalam jangka panjang.
"Sebenernya itu nggak bener juga karena itu kan jadinya nggak happy dia. Jadi malah nanti cuma bertahan dua bulan, abis itu capek ya naiknya parah lagi," jelasnya.
Untuk memulai pola makan yang lebih sehat, ia menyarankan agar seseorang memperbaiki porsi secara bertahap. Misalnya, mengurangi nasi dari dua centong menjadi satu centong, lalu memperbanyak konsumsi sayuran dan tetap memenuhi kebutuhan protein.
Soal urutan makan atau food order, dr Yaze juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan berserat, seperti sayuran, terlebih dahulu sebelum menyantap karbohidrat dan protein.
Menurutnya, serat dapat membentuk lapisan seperti gel di usus sehingga membantu memperlambat penyerapan makanan. Dengan begitu, kenaikan gula darah setelah makan dapat lebih terkendali.
Ia menjelaskan, lonjakan gula darah yang kemudian turun kembali juga dapat memicu rasa lapar setelah makan. Karena itu, mengawali makan dengan sayuran bisa menjadi salah satu strategi untuk membantu mengelola rasa lapar dan asupan makanan.

























































