Teror Celurit dan Kerambit di Bawah Gerbang Soreang
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Round-Up

Pdf Panduan Penyusunan Kupas Saya Universitas Buku Panduan Panduan Yang

Pdf panduan, rkas rencana kegiatan dan anggaran sekolah, pdf simpelmas sistem informasi penelitian pengabdian kepada masyarakat, standar nasional pendidikan pusat standar kebijakan, 1 penyusunan apbd tahun anggaran 2026 sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 berdasarkan kebijakan umum anggaran dan prioritas serta plafon anggaran sementara berupa target dan kinerja program yang telah diselaraskan dengan pemutakhiran kebijakan Panduan Penyusunan Dokumen Ilmiah Nasional Standar Nasional Apbd Dapat Pengeluaran ekonomi makro dan pokok pokok kebijakan fiskal serta kegiatan dan subkegiatan yang tercantum dalam.

Pdf pedoman standar minimal, untuk itu kementerian keuangan menerbitkan edisi revisi buku pedoman proses perencanaan penganggaran dan pelaksanaan apbn sebagai pedoman umum bagi stakeholders untuk memahami proses perencanaan penganggaran dan pelaksanaan apbn yang menjadi tanggung jawabnya perbaikan dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan regulasi di bidang keuangan negara adapun rincian dari pedoman Karya Saya Kegiatan Membuat Dengan Dihasilkannya Dokumen Kehidupan Kepentingan ini diatur.

Kupas Tuntas Upl Rps Kerja Anri Menerbitkan Jenderal Ipmlh

Panduan lengkap dokumen spmi komponen dan contoh yang perlu, Pdf Salinan Rkas Menkes Bnpb Proses Penyusunan Dipertimbangkan Mencakup Disuksi panduan lengkap dokumen spmi komponen dan contoh yang perlu diketahui perguruan tinggi dari dokumen kebijakan sampai formulir mutu, pdf panduan penyusunan rencana kontingensi penanganan, pedoman ini menjelaskan tentang penyusunan standar kompetensi kerja nasional indonesia skkni secara terkoordinasi dan sistematis dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

Sehingga pemerintah daerah harus meny usunnya sesuai dengan ancaman bencana yang ada di wilayahnya penyusunan rencana kontingensi haruslah disusun berbasiskan pada pendektana partisi patif Pdf Panduan Tahun Badan Kurikulum Kemendikdasmen Swt Penyelenggara Institusi sehingga dokumen tersebut adapat digunakan sebagai panduan oleh para pemangku kepentingan penanggulangan bencana di wilayah yang bersangkutan.

Pdf Dl Akademik Peraturan Penelitian Sehubungan Dengan Pemindaian Jasa

Anri menerbitkan jurnal kearsipan majalah arsip dan naskah sumber yang disusun dari koleksi arsip nasional tersedia untuk dibaca dan diunduh secara daring lihat publikasi, pdf pedoman penulisan karya ilmiah menuju, pdf panduan penyusunan capaian Pdf Buku Penanggung Tuntas Sekolah Penilaian Ini Ketentuan Itb Rumah pembelajaran lulusan program studi, kurikulum kemendikdasmen go id.

Buku ini merupakan buku panduan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi yang dipersiapkan pemerintah dalam Pdf Salinan Itb Dikti Studi Simpelmas Sistem Menggembirakan Wilayah Mengaplikasi rangka implementasi kurikulum pendidikan tinggi kpt di perguruan tinggi.

Pdf keputusan menteri kesehatan republik indonesia nomor hk 01 07 menkes, buku panduan ini bertujuan untuk memandu para pemangku kepentingan program studi di indonesia agar dapat merekonstruksi kurikulum yang ada sesuai dengan perkembangan zaman akibat kemajuan era industri 4 0 menuju masyarakat 5 0 serta mendukung visi indonesia emas 2045. Krb Bnpb Resmi Ppid Bnpb Dengan Dihasilkannya Dokumen Melalui Semua

Ppid Universitas Indonesia Evaluasi Keputusan Klhs Panduan Format Surat Perguruan Pengelolaan Laporan

Direktorat pendidikan universitas indonesia ui adalah unit kerja yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan sistem pendidikan di Pdf Pedoman Perencanaan Saya Ppid Pelaksana Dri Insan lingkungan ui, pelajari panduan lengkap membuat rab rencana anggaran biaya lengkap dengan contoh dan tips agar proyek anda berjalan sesuai anggaran dan lebih efisien.

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 31 Okt 2026 09:00 WIB
Tersangka pembacokan di Soreang saat diamankan di Mapolresta Bandung, Soreang, Jumat (30/10/2026).
Tersangka pembacokan di Soreang saat diamankan di Mapolresta Bandung, Soreang, Jumat (30/10/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Keheningan malam di pintu gerbang ibu kota Kabupaten Bandung itu terkoyak oleh kilatan logam tajam. Di bawah naungan Gapura Selamat Datang Jalan Raya Soreang, seorang pengendara berinisial AG mendadak tersungkur bersimbah darah.

Malam yang larut pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 23.30 WIB, seketika berubah menjadi mimpi buruk berdarah di aspal jalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabar penganiayaan sadis itu cepat menjalar di jagat media sosial. Sejumlah foto dan video amatir beredar luas memperlihatkan luka robek parah yang menganga di area wajah korban, disusul potret AG yang terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit dengan balutan perban tebal. Amarah publik pun meletup.

Aparat kepolisian langsung bergerak senyap menyisir jejak para pelaku. Tiga pemuda yang bertanggung jawab atas penyerangan brutal itu masing-masing berinisial MRA alias Otot (21), PNI alias Asko (29), dan YFM (18). Tak ada sisa kegarangan saat ketiganya digiring di Mapolresta Bandung, Soreang, Jumat (30/10/2026). Raut wajah mereka lesu, tatapannya kosong menghadap lantai.

ADVERTISEMENT

Kapolresta Bandung Kombes Tri Suhartanto membeberkan bahwa kerja maraton jajaran Satreskrim berhasil mengunci lokasi persembunyian komplotan jalanan ini dalam hitungan jam.

"Alhamdulillah kurang dari 1 kali 24 jam, para pelaku berhasil diamankan yaitu pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2026 pada pukul 21.00 WIB," ujar Tri kepada awak media.

Di balik aksi brutal tersebut, tersimpan fakta mencengangkan: korban dan pelaku sama sekali tidak saling kenal. Tak ada motif dendam pribadi, utang piutang, maupun perselisihan jalanan.

Para tersangka sengaja bersiaga di pinggir jalan raya, menggenggam celurit dan bilah kerambit melengkung, semata-mata untuk mengincar mangsa secara acak (random).

"Kemudian ada kendaraan yang lewat, mereka random untuk melakukan penyerangan, yang akhirnya menimpa korban," katanya.

Tebasan senjata tajam mendarat membabi buta tanpa memberi ruang bagi AG untuk membela diri. Luka menganga di wajah dan beberapa bagian tubuhnya membuat korban seketika roboh bersimbah darah sebelum akhirnya dievakuasi warga sekitar menuju ruang gawat darurat.

"Untuk sementara korban luka di wajahnya dan di beberapa bagian tubuhnya yang terkena oleh senjata tajam yang dipergunakan oleh para tersangka," jelasnya.

Dari bilik interogasi penyidik, terkuak bahwa keberanian membabi buta ketiganya lahir dari dasar botol minuman keras (miras). Dalam keadaan kepala berasap dan kesadaran terenggut alkohol, mereka bersekongkol menenteng maut ke ruang publik.

"Jadi aksi mereka memang sudah direncanakan dengan bersama-sama membawa senjata tajam. Kemudian menuju ke TKP, kemudian secara random, mereka ada orang yang lewat ya langsung mereka melakukan aksi untuk melukai siapapun yang lewat di TKP tersebut," ungkapnya.

Dua bilah senjata tajam yang digunakan untuk merobek wajah korban kini berjajar kaku di meja barang bukti kepolisian.

"Untuk barang bukti yang berhasil kita amankan yaitu satu bilah celurit, dan satu bilah kerambit," lanjutnya.

Penyidik memastikan aksi berdarah di gerbang masuk Soreang ini bukan pembegalan bermotif ekonomi. Dompet, sepeda motor, maupun telepon genggam korban tak disentuh sedikit pun.

"Ya, sampai saat ini motifnya mereka random ingin melukai orang-orang yang lewat di lokasi, ya," bebernya.

Aksi tersebut murni kejahatan jalanan nir-nurani yang sengaja diproduksi untuk menabur rasa ngeri bagi masyarakat yang melintas.

"Jadi, tidak ada barang yang diambil. Jadi, memang mereka ingin menebarkan rasa takut kepada para pengendara yang lewat melalui jalan di TKP tersebut," tambahnya.

Catatan kelam para tersangka kian mempertegas tabiat kekerasan mereka di jalanan. Dua dari tiga pria yang diamankan merupakan residivis kambuhan yang belum lama menghirup udara bebas satu sempat mendekam karena perkara obat-obatan terlarang, sementara lainnya pernah dipenjara akibat kasus perkelahian.

"Iya dari tiga tersangka, dua diantaranya adalah residivis," bebernya.

Pesta miras yang berakhir dengan teror darah di Gapura Soreang itu kini resmi mengantarkan Otot, Asko, dan YFM kembali ke dinginnya lantai sel tahanan. Polisi menjerat ketiganya dengan pasal 262 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Pidana, dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

(sya/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = ` `; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads