Buah dan sayuran beku jadi solusi bahan makanan praktis. Namun sejumlah kesalahan saat membeli bisa menurunkan nilai gizinya. Hindari hal berikut.
Buah dan sayuran beku menjadi cara praktis dan terjangkau untuk memenuhi asupan nutrisi nabati harian. Meski begitu, tidak semua produk di kulkas beku memiliki nilai gizi yang sama.
Berikut lima kesalahan umum yang perlu dihindari saat berbelanja buah dan sayur beku, seperti dikutip dari Verywell Health (9/10):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Memilih Sayuran dengan Saus Krim atau Mentega
Ilustrasu sayuran beku Foto: iStock |
Sayuran beku secara alami tinggi vitamin, mineral, dan serat. Namun, sejumlah produk ditambahkan keju, mentega, krim, atau saus berbumbu pekat yang dapat meningkatkan kadar lemak jenuh, natrium, dan kalorinya secara signifikan.
Contoh yang umum ditemui antara lain jagung mentega, bayam krim, brokoli saus keju, hingga buncis mentega bawang putih.
Ahli gizi Karina Tolentino merekomendasikan memilih sayuran beku polos agar konsumen memiliki kendali penuh atas kandungan gizinya.
Cita rasa sayuran itu tetap bisa enak dengan tambahan bumbu dapur, aneka herba, minyak zaitun, bawang putih, maupun air perasan lemon segar.
2. Beli Buah Beku dengan Tambahan Gula
Rasa manis alami buah kerap ditambah gula atau sirup demi meningkatkan cita rasa, padahal langkah ini hanya menambah asupan gula tanpa memberi manfaat gizi tambahan.
Produk seperti beri, persik, ceri, mangga, dan stroberi beku adalah contoh yang paling sering dikemas dengan pemanis tambahan, sehingga menyulitkan konsumen yang berupaya membatasi asupan gula harian sesuai anjuran kesehatan.
Untuk menghindarinya, pilih buah beku tanpa pemanis yang dikemas dalam air biasa. Dengan begitu, rasa manis alami buah tetap terjaga tanpa tambahan kalori kosong dari gula atau sirup olahan.
3. Tidak Membaca Daftar Komposisi Bahan
sayuran beku ilustrasi. Foto: iStock |
Tidak sedikit produk buah dan sayur beku mengandung bahan tambahan yang justru menurunkan nilai kesehatannya.
Konsumen disarankan membaca Label Informasi Nilai Gizi serta menghindari produk dengan daftar komposisi panjang, terutama yang mengandung mentega, krim, keju, bumbu tinggi natrium, atau pemanis tambahan.
Kandungan natrium, gula, lemak, dan kalori berlebih dapat mengurangi manfaat gizi produk beku secara keseluruhan.
4. Tidak Mengecek Kristal Es dan Kondisi Kemasan
Membeli produk beku tanpa memeriksa kemasan dapat menurunkan kualitas, tekstur, cita rasa, bahkan keamanan pangan.
Konsumen perlu memperhatikan apakah kemasan sobek, muncul kristal es berukuran besar, produk membeku menjadi satu bongkahan, atau terdapat lapisan bunga es tebal di bagian dalam.
Tanda-tanda tersebut mengindikasikan kerusakan atau penanganan yang kurang tepat, bahkan kemungkinan produk sempat mencair sebagian sebelum membeku kembali selama proses pengangkutan atau penyimpanan di gudang maupun rak toko.
Konsumen perlu memilih kemasan yang tertutup rapat dan tampak membeku sepenuhnya secara merata. Hal ini merupakan indikator bahwa produk terjaga baik sejak awal produksi.
5. Menganggap Semua Produk Beku Tak Sehat
Ilustrasi buah beku, Foto: Instagram/@wendailylife_ |
Meski produk buah dan sayur segar umumnya dianggap lebih bergizi, sejumlah ahli menyebut produk beku tetap bisa jadi alternatif yang bagus untuk memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur harian.
Produk beku kerap memiliki profil nutrisi setara, bahkan pada beberapa kasus lebih unggul dibanding produk segar. Hal ini karena buah atau sayur dipanen pada tingkat kematangan optimal lalu segera dibekukan untuk menjaga kandungan nutrisi pentingnya.
Produk segar justru berisiko kehilangan nutrisi selama proses panen, pengangkutan, dan penyimpanan yang memakan waktu lebih lama.
Sejumlah penelitian bahkan mencatat buah beku mampu mempertahankan aktivitas antioksidan lebih kuat dibanding buah segar, sehingga ahli gizi menyarankan kombinasi keduanya dalam pola makan sehari-hari.





























































Zalina Hashim Terkini Penerangan Baru Zalina Hashim Menunjukkan Mendatang Dimiliki
Refleksi Praktik Pembelajaran Diri Azra Content Shah Alam Jawapan Kenyataan