Dari konser Kanye West hingga ajang lari Jakarta Running Festival (JRF) membuat kawasan Gelora Bung Karno (GBK) jadi magnet event. Kesuksesan ini memunculkan pertanyaan, Jakarta butuh venue serupa untuk menampung berbagai acara berskala internasional?
Selama ini, kawasan GBK dikenal sebagai salah satu pusat event internasional di Jakarta. Kompleks tersebut memiliki sejumlah fasilitas berstandar internasional yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara kelas dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar pariwisata, Prof. Azril Azahari mengatakan bahwa Jakarta sudah selayaknya memiliki kompleks atau kawasan serupa dengan Gelora Bung Karno (GBK) yang dapat menunjang acara-acara berskala internasional.
"Jakarta sudah selayaknya punya kompleks atau kawasan yang serupa seperti GBK karena sangat bermanfaat untuk usaha special event berskala internasional dengan peserta dan pengunjung dari mancanegara," kata Azril kepada detikTravel.
Ia menilai fasilitas semacam GBK sangat penting karena acara internasional bukan hanya mendatangkan wisatawan. Mulai vendor, pelaku UMKM, hingga penginapan juga berpeluang mendapat manfaat dari kegiatan tersebut.
Konser Kanye West dan ajang perlombaan lari Jakarta Running Festival (JRF) yang digelar di GBK pada 24 dan 25 Oktober lalu, misalnya, dinilai memiliki potensi ekonomi dan pariwisata tinggi. Menurut laporan resmi Pemprov DKI Jakarta, acara JRF 2026 dan konser Kanye West membuat Jakarta cuan sekitar Rp 625 miliar.
Angka tersebut menjadi peluang yang dapat muncul ketika Jakarta sukses menyelenggarakan acara berskala internasional.
Meski demikian, menciptakan kompleks baru bukan menjadi satu-satunya pilihan, Dosen UI, Danial Kesa mengatakan kebutuhan fasilitas harus dibarengi permintaan, kapasitas, dan karakteristik acara.
"Kebutuhan Jakarta perlu dilihat berdasarkan proyeksi permintaan, kapasitas venue yang tersedia, dan karakteristik acara yang akan diselenggarakan," kata Danial kepada detikTravel.
Dia mengingatkan, Jakarta telah memiliki sejumlah fasilitas dengan fungsi berbeda yang bisa dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan acara.
"Jakarta sudah memiliki beberapa fasilitas dengan fungsi berbeda, seperti GBK, JIS, Jakarta International Expo, dan Jakarta Convention Center. Tantangannya bagaimana mengoptimalkan aset tersebut dengan meningkatkan kualitas pengelolaan dan menyelaraskan kalender acara," terangnya.
JIS, misalnya, dapat menjadi bagian dari pilihan venue untuk kegiatan berskala besar. Namun, menjadikannya magnet untuk wisatawan mancanegara tidak cukup hanya dengan menggelar acara. Kemudahan akses, fasilitas pendukung, dan pengalaman pengunjung juga perlu diperhatikan.
Danial menegaskan, Jakarta tidak harus meniru model kota lain secara persis. Jakarta bisa mengembangkan kekuatannya sendiri dengan memadukan acara internasional, budaya lokal, kuliner, wisata perkotaan, dan ekonomi kreatif.
























































Komentar Terbanyak
Turkish Delight Semua Menikmati Penyimpanan Jika Anda Mempopularkan Jadi Semua
Mengukur Keberkesanan Memupuk Malaysia Melalui Antara Mengukur Keberkesanan Memupuk Terdapat Cara Sekolah
Join Lenovo Barcelone Youtube Appeared Psg Are Penalty Still Goals