Berbakti kepada orang tua atau birrul walidain merupakan perintah yang sangat dimuliakan dalam Islam. Hubungan antara anak dan orang tua tidak hanya sekadar ikatan biologis, tetapi juga jalinan moral yang telah diatur dengan tata krama yang baik sesuai syariat. Bahkan Allah SWT menyandingkan perintah berbakti setelah perintah mengesakan Allah SWT.
Imam Al-Ghazali dalam risalahnya yang berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail membahas tentang setidaknya ada 7 adab anak kepada orang tua yang patut dijaga dan dipraktekkan sehari-hari. Adapun 7 adab anak kepada orang tua tersebut, yaitu:
1. Mendengarkan Perkataan Orang Tua
Adab pertama yang ditekankan oleh Imam al-Ghazali adalah kesediaan untuk mendengarkan setiap ucapan orang tua dengan saksama. Sikap ini menjadi wujud penghormatan paling nyata ketika orang tua tengah berbicara atau memberi nasehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam komunikasi sehari-hari, seorang anak hendaknya tidak mudah memotong pembicaraan sebelum orang tua selesai menyampaikan maksudnya. Menjaga kontak mata, tidak sibuk menatap layar ponsel saat diajak berbicara, serta merespons dengan penuh perhatian.
2. Berdiri dan Menunjukkan Kesiapan Membantu
Secara harfiah, berdiri saat orang tua berdiri merupakan lambang ketakziman dan kesantunan. Namun secara maknawi, sikap ini mencerminkan kepekaan serta kesiapsiagaan seorang anak untuk selalu mendampingi dan meringankan keperluan ayah dan ibunya.
Anak yang berbakti tidak menunggu diperintah berkali-kali untuk mengulurkan tangan. Ketika melihat orang tua hendak berdiri membawa barang, beranjak dari tempat duduk, atau memerlukan bantuan fisik, anak bergegas hadir menawarkan pertolongan.
3. Patuh terhadap Perintah Orang Tua
Ketaatan kepada orang tua merupakan kewajiban yang mendasar. Anak dianjurkan untuk sesegera mungkin menjalankan apa yang diinstruksikan oleh orang tuanya selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT.
Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah Luqman ayat 15, apabila orang tua mendorong pada perbuatan yang bertentangan dengan akidah atau syariat, anak tidak diperkenankan menaatinya. Namun penolakan tersebut tetap harus disampaikan melalui tutur kata yang santun, lemah lembut, dan tanpa caci maki.
وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖوَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, (tetapi) pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang biasa kamu kerjakan."
4. Segera Menjawab dan Memenuhi Panggilan
Menunda-nunda panggilan orang tua merupakan bentuk kelalaian dalam adab. Begitu mendengar suara ibu atau ayah memanggil, seorang anak selayaknya segera menyahut dan menghampiri mereka.
Bahkan dalam tinjauan fikih, keutamaan memenuhi panggilan orang tua dinilai sangat mendesak. Seseorang yang tengah melaksanakan salat sunnah diperbolehkan membatalkan salatnya demi memenuhi panggilan orang tuanya yang memerlukan kehadiran segera.
5. Bersikap Rendah Hati dan Tidak Menyusahkan Orang Tua
Setinggi apa pun pendidikan, jabatan, atau kekayaan seorang anak, ia tetap berkewajiban merendahkan diri dan berhati lembut di hadapan kedua orang tuanya. Anak dilarang bersikap arogan, menggurui, atau memaksakan kehendak yang membuat orang tua tertekan.
Memahami kondisi fisik, kesehatan, maupun keterbatasan materi orang tua menjadi bagian penting dari adab ini. Anak yang bijak tidak menuntut hal-hal yang menyulitkan mereka, melainkan berusaha memahami situasi serta memberikan rasa nyaman dalam hubungan keluarga.
6. Ikhlas Berbuat Baik Tanpa Merasa Lelah
Merawat dan membahagiakan orang tua harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas. Seorang anak hendaknya tidak merasa lelah, bosan, dan tidak mengeluh saat melayani keperluan mereka. Mengingat kembali pengorbanan orang tua yang merawat sejak masa kanak-kanak akan menjadi pengingat agar anak selalu ikhlas berbakti.
7. Berprasangka Baik dan Tidak Membangkang
Adab ketujuh adalah menjaga pikiran dan pandangan agar selalu berprasangka baik kepada orang tua. Seorang anak tidak selayaknya memandang orang tuanya dengan tatapan sinis, mencurigai niat tulus mereka, atau membangkang atas keputusan yang diambil untuk kebaikan bersama.
Cara Berbakti kepada Orang Tua
Selain adab yang harus diperhatikan oleh seorang anak, hendaklah selalu berbakti kepada keduanya dengan cara yang telah diajarkan syariat. Mengutip buku The Akhlak Code: Rahasia Menjadi Muslim Berkarakter, Berilmu, Beradab, Berpengaruh, dan Bijak Berteknologi di Era AI karya Abdul Rosyid dijelaskan beberapa cara berbakti kepada orang tua:
1. Berbicara dengan Lembut
Seorang anak haruslah menjaga tutur kata dan nada suara serta ekspresi wajah ketika berbicara dengan orang tua. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra' ayat 23 tentang larangan berkata "ah" dan membentak orang tua serta perintah untuk berucap dengan perkataan yang baik.
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Artinya: "Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."
2. Mendoakan Orang Tua
Doa merupakan wujud hadiah dan cinta yang besar. Doa kepada orang tua yang bisa diamalkan sehari-hari tercantum dalam potongan QS. Al-Isra' ayat 24:
رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا
Rabbirḥamhumā kamā rabbayānī ṣagīrā
"Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil."
3. Menjaga Nama Baik Orang Tua
Anak yang berbakti kepada orang tua hendaklah selalu menjaga nama baiknya dengan tidak melakukan perbuatan yang dapat memalukan dan mencoreng nama mereka. Bahagiakanlah orang tua dengan prestasi dan akhlak yang baik agar dapat mengangkat derajat orang tua.




































































