Museum Semarajaya di Kabupaten Klungkung, Bali, bakal tutup selama dua bulan mulai November 2026. Penutupan dilakukan karena museum tersebut akan menjalani revitalisasi besar-besaran, terutama pada tata pameran koleksi.
Proyek yang didanai pemerintah pusat senilai Rp 2,4 miliar ini ditargetkan membuat ruang pamer lebih lapang, estetis, dan informatif.
Kepala UPTD Museum Semarajaya Klungkung, Cokorda Gde Nala Rukmaja, mengatakan revitalisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Klungkung. Museum Semarajaya menjadi satu dari empat museum di Bali yang terpilih untuk menjalani revitalisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Revitalisasi ini fokus pada tata pameran agar museum bisa 'bercerita' lebih baik, bukan mengubah struktur gedung cagar budaya," ujar Rukmaja saat ditemui detikBali, Sabtu (31/10/2026).
Proyek penataan tersebut didanai melalui anggaran pemerintah pusat lewat Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Bali dengan nilai Rp 2,4 miliar.
"Adapun konsultan khusus yang dipercaya mendesain tata pameran Museum Semarajaya adalah Bapak Marlowe, anak dari Prof Dr Made Bandem, yang juga sering bertindak sebagai kurator di Museum Saka, Jimbaran," terang Rukmaja.
Pengerjaan revitalisasi dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, yakni November hingga Desember 2026. Selama proses tersebut, pengelola memutuskan menutup seluruh area museum agar aktivitas pengerjaan tidak mengganggu pengunjung.
Rukmaja menegaskan penutupan berlaku untuk seluruh ruangan tanpa terkecuali. Penataan ulang akan dilakukan oleh pihak BPK untuk memperbaiki alur pameran sekaligus membuat penyajian koleksi lebih menarik dan mudah dipahami pengunjung.
"Ruangan kita sebelumnya agak kecil dan banyak vitrine (lemari kaca display) yang membuat ruangan terkesan sempit. Nanti penataannya akan diperbarui, termasuk pencahayaan (lighting) dan vitrine per ruangan agar tampil lebih rapi dan jelas," tambahnya.
Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah menata kembali sejumlah vitrine lama yang dinilai memakan tempat atau menggantinya. Dengan begitu, ruang pamer diharapkan terlihat lebih lapang. Selain tata letak koleksi, revitalisasi juga menyasar pencahayaan dan estetika visual setiap ruangan.
Saat ini, desain akhir tata pameran telah rampung dikerjakan oleh tim kurator dan siap direalisasikan. Pihak UPTD Museum Semarajaya Klungkung berharap pengerjaan berjalan lancar sehingga museum dapat kembali menerima kunjungan wisatawan setelah revitalisasi selesai.

















































