Gedung kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung yang sempat rusak dalam waktu lama akhirnya rampung direhabilitasi. Sebelum digunakan kembali, gedung tersebut menjalani upacara melaspas dan mecaru bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, Sabtu (31/10/2026).
Upacara penyucian bangunan itu berlangsung khidmat dengan pementasan Tari Topeng Sidakarya lengkap atau Topeng Panca. Menariknya, tarian sakral tersebut dibawakan langsung oleh jajaran Disdikpora Klungkung.
Kepala Disdikpora Klungkung, I Ketut Sujana, mengatakan rehabilitasi gedung induk dapat dituntaskan berkat dukungan anggaran pemerintah daerah sebesar Rp 1,7 miliar pada 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Astungkara, hari ini di Disdikpora menyelenggarakan upacara melaspas dan mecaru mancing terkait dengan tuntasnya bangunan yang didukung oleh bapak bupati, bapak wakil bupati, Pak Sekda, serta ketua DPRD," ujar Sujana.
"Kantor induk yang sudah lama rusak, tetapi syukur di tahun 2026 kami diberikan anggaran sehingga memperbaiki gedung induk dengan tuntas," lanjutnya.
Setelah upacara melaspas, seluruh pegawai Disdikpora dijadwalkan mulai berkantor di gedung tersebut pada Senin (2/11/2026). Seluruh layanan administrasi serta pelayanan di bidang pendidikan, kepemudaan, dan olahraga juga akan dipusatkan di sana.
"Anggarannya Rp 1,7 miliar. Mulai tanggal 2 November nanti, semua layanan administrasi dan layanan kepada masyarakat di jalur pendidikan, kepemudaan, dan olahraga, kita sudah pindah ke sini," tegas Sujana.
Tari Topeng Sidakarya Dibawakan Pegawai
Pementasan Tari Topeng Sidakarya menjadi bagian dari rangkaian upacara melaspas. Tari wali tersebut dibawakan oleh Pande Nyoman Budiarta, Pengawas Sekolah Disdikpora Klungkung, bersama empat penari lainnya.
Budiarta menjelaskan, Topeng Panca melibatkan lima penari dengan karakter yang dibawakan secara berurutan, mulai dari penglembar (tari keras), topeng tua, hingga topeng sidakarya.
"Karena kami memiliki potensi yang banyak di dinas pendidikan, dalam kaitan acara melaspas gedung ini kami tampilkan topeng sidakarya lengkap yaitu topeng panca yang dibawakan oleh lima orang penari," jelas Budiarta.
Menurutnya, Tari Topeng Sidakarya bukan sekadar hiburan, melainkan tari wali yang memiliki fungsi mengiringi sekaligus menyempurnakan upacara yadnya. Alur pementasannya disesuaikan dengan babad dan esensi upacara keagamaan.
Melalui upacara melaspas tersebut, jajaran Disdikpora Klungkung berharap gedung baru dapat membawa energi positif, kedamaian, serta kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

















































