Sejumlah rerainan atau hari suci sudah menunggu umat Hindu pada Oktober 2026. Rangkaian diawali dengan Kajeng Keliwon Uwudan dan ditutup dengan Hari Raya Saraswati.
Setiap rerainan memiliki makna dan tujuan berbeda. Ada yang menjadi bentuk penghormatan kepada ilmu pengetahuan, kesenian hingga upaya dalam menjaga keharmonisan serta keseimbangan hidup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksanaan rerainan diharapkan tidak hanya sebatas pelaksanaan keagamaan, melainkan juga menjadi peluang yang baik untuk memperkuat rasa syukur, menjaga keharmonisan dengan sesama makhluk hidup dan lingkungan, serta meningkatkan hubungan spiritual dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Melansir melalui laman kalenderbali.org, berikut jadwal rerainan umat Hindu selama Oktober 2026.
10 Oktober 2026: Kajeng Keliwon Uwudan
Kajeng Kliwon merupakan salah satu hari suci umat Hindu yang diperingati setiap 15 hari sekali, tepatnya setelah Purnama (Bulan terang).
10 Oktober 2026: Tumpek Wayang
Tumpek Wayang merupakan hari suci umat Hindu sebagai penghormatan terhadap seni dan keindahan.
11 Oktober 2026: Tilem Kapat
Tilem merupakan pelaksanaan persembahyangan umat Hindu bertepatan dengan bulan mati (tilem). Disebut sebagai Tilem Kapat karena jatuh pada bulan atau sasih keempat dalam penanggalan kalender Bali.
14 Oktober 2026: Buda Wage Kelawu
Buda Wage Kelawu merupakan pemaknaan umat Hindu dalam perayaan untuk memuja kekayaan material.
16 Oktober 2026: Hari Bhatara Sri
Ida Bhatara Sri berkaitan dengan penghormatan terhadap aspek kesuburan dan kemakmuran.
20 Oktober 2026: Anggara Kasih Dukut
Anggara Kasih Dukut merupakan hari suci umat Hindu yang diperingati sebagai hari untuk mewujudkan cinta kasih terhadap diri sendiri dan semua makhluk hidup.
25 Oktober 2026: Kajeng Keliwon Pamelastali/Watugunung Runtuh
Kajeng Keliwon Pamelastali adalah hari suci yang dikaitkan dengan mitologi Watugunung dan dianggap sebagai awal rangkaian Hari Raya Saraswati.
25 Oktober 2026: Purnama Kelima
Purnama Kelima merupakan pelaksanaan persembahyangan umat Hindu bertepatan dengan bulan terang (purnama). Disebut Purnama Kelima karena bertepatan dengan bulan atau sasih kelima dalam penanggalan kalender Bali.
27 Oktober 2026: Paid-Paidan
Paid-Paidan diperingati sebagai rangkaian hari suci umat Hindu yang datang pada Selasa Paing Wuku Watugunung, yaitu beberapa hari sebelum perayaan Hari Raya Saraswati
28 Oktober 2026: Hari Urip
Hari Urip sering dikaitkan dengan Buda Urip dalam kalender dan wariga Bali, dimaknai sebagai hari kebangkitan kesadaran atau buddhi.
29 Oktober 2026: Hari Patetegan
Hari Patetegan dalam umat Hindu disimbolkan sebagai manusia yang diingatkan akan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa berupa kebijaksanaan dan kedisiplinan.
30 Oktober 2026: Hari Pangredanan
Hari Pangredanan bagi umat Hindu diperingati sebagai hari persiapan spiritual atau pengendalian diri sehari sebelum Hari Raya Saraswati.
31 Oktober 2026: Hari Raya Saraswati
Hari Raya Saraswati diperingati oleh umat Hindu untuk menghormati Dewi Saraswati sebagai sumber ilmu pengetahuan.

















































