Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi mobil yang terlibat tabrak lari berujung satu pemotor tewas di Ketandan, Banguntapan, Bantul. Hasilnya, pengemudi mobil mengaku panik sehingga akhirnya memilih kabur.
"Terhadap yang bersangkutan sudah kami ambil keterangan, mengaku dalam kondisi sadar, tidak mengantuk. Namun demikian, kondisinya panik karena setelah terjadi benturan itu banyak masyarakat mendatangi," kata Kasat Lantas Polres Bantul, AKP Ritma Jayanti kepada wartawan di Polres Bantul, Sabtu (31/20/2026) sore.
Adapun pengemudi mobil Toyota Innova bernomor polisi B 1845 WZ adalah seorang pria berinisial H (41), warga Pulutan, Wonosari, Gunungkidul. Selain H, polisi juga telah melakukan olah TKP awal dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi yang bersangkutan mengaku panik sehingga berusaha mencari tempat yang lebih sepi awalnya. Mencari tempat yang lebih aman, seperti itu," ujarnya.
Akan tetapi, warga melakukan pengejaran terhadap H hingga akhirnya berhenti di Gedongkuning. Polisi juga mengapresiasi warga yang sudah membantu polisi dalam mengamankan H.
"Tapi akhirnya kejar-kejaran dengan warga. Untuk itu kami juga sangat mengucapkan terima kasih sekali kepada warga masyarakat yang mungkin tadi malam kebetulan ada di TKP, sekitar TKP ataupun yang membantu mengamankan yang bersangkutan," ucapnya.
Terkait status H saat ini, Ritma menyebut belum berstatus tersangka. Sebab, polisi masih melengkapi keterangan saksi-saksi, dan belum melakukan gelar perkara.
"Kalau untuk sampai dengan kami bertemu dengan rekan-rekan, statusnya masih sebagai saksi karena kami masih perlu melengkapi keterangan saksi-saksi yang di TKP belum hadir semua," katanya.
"Tapi setelah semuanya sudah lengkap, apabila alat bukti sudah terpenuhi, kami lakukan gelar perkara untuk proses selanjutnya," lanjut Ritma.
Diberitakan sebelumnya, pengemudi mobil yang menabrak motor hingga pengendaranya tewas di Jalan Wonosari, tepatnya simpang empat Ketandan, Banguntapan, Bantul ternyata sempat melarikan diri. Namun, upayanya berakhir setelah warga melakukan pengejaran hingga ke Gedongkuning.
"Setelah terjadi tabrakan, pengemudi mobil melarikan diri bersama kendaraannya ke arah utara," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi detikJogja, Sabtu (31/10).
Peristiwa itu berawal saat mobil Toyota Innova bernopol B 1845 WZ yang dikemudikan H melaju di Jalan Wonosari dari arah timur ke barat, Jumat (30/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya timur lampu APILL, mobil bermaksud belok ke kanan atau ke arah utara dari timur
"Jadi mobil bermaksud ke ringroad Jalan Majapahit. Nah, saat belok itu mobil terlalu melambung ke kanan hingga melewati marka dan masuk ke jalur berlawanan," ucapnya.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan itu melaju motor Honda Beat bernomor polisi AB 4471 BX yang dikendarai seorang pria, NA (24), warga Baturetno, Banguntapan, Bantul. Saat itu, NA memboncengkan rekannya yakni seorang pria, DAF (25), warga Baturetno.
"Karena jarak yang terlalu dekat, pengendara motor tidak mampu menghindar dan akhirnya motor dan mobil itu bertabrakan," katanya.
Setelahnya pemobil itu bukan berhenti tapi kabur usai menabrak pemotor. Pemobil berinisial H (41) warga Pulutan, Wonosari, Gunungkidul itu lalu diubar warga.
"Mobil melarikan diri ke arah utara, lalu Blok O ke arah barat sampai U-turn (jalur putar balik) JEC putar balik ke arah timur. Nah, sampai depan Perpusda putar balik ke arah barat lagi kemudian dikejar dan tertangkap oleh warga di timur pos polisi Gedongkuning," ujarnya.

































































