Nasi putih yang sudah dimasak lalu didinginkan memiliki manfaat lebih baik untuk mengendalikan gula darah. Hal ini berkaitan dengan terbentuknya resistant starch atau pati resisten, bagian pati yang lebih sulit dicerna di usus halus.
Apa Itu Pati Resisten?
Resistant starch, pati yang tidak sepenuhnya dicerna dan diserap di usus halus. Sebagian pati dapat mencapai usus besar dan difermentasi oleh bakteri di dalamnya.
Pati resisten dapat ditemui secara alami pada beberapa bahan pangan. Jenis tertentu juga terbentuk melalui pengolahan makanan, termasuk ketika nasi yang telah dimasak didinginkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian tentang perbedaan penyajian nasi putih dan nasi merah dalam kondisi hangat dan dingin menjelaskan proses memasak membuat granula pati menyerap air dan mengalami gelatinisasi. Kondisi ini membuat pati lebih mudah dicerna oleh enzim.
Ketika nasi didinginkan, sebagian pati yang telah mengalami gelatinisasi dapat mengalami proses retrogradasi, yaitu penyusunan kembali struktur pati. Perubahan ini dapat membentuk pati yang lebih resisten terhadap pencernaan.
Penelitian: Respons Gula Darah pada Nasi Dingin Lebih Rendah
Studi oleh Yenni Zuhairini dan rekannya membandingkan respons gula darah setelah peserta mengonsumsi nasi putih dan nasi merah yang disajikan hangat maupun dingin.
Penelitian itu melibatkan 25 laki-laki sehat berusia 18-21 tahun. Nasi dingin disimpan pada suhu sekitar 3 derajat Celsius selama 10 jam sebelum dikonsumsi. Setiap porsi uji mengandung jumlah karbohidrat yang sama, yakni 50 gram.
Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang mengonsumsi nasi putih dingin memiliki respons glikemik lebih rendah dibandingkan kelompok yang mengonsumsi nasi putih hangat.
Perbedaan itu signifikan secara statistik. Sementara itu, pada nasi merah, perbedaan respons glikemik antara penyajian hangat dan dingin tidak signifikan secara statistik.
Temuan ini menunjukkan pendinginan dapat memengaruhi respons gula darah setelah makan, tetapi hasilnya tidak selalu sama untuk setiap jenis nasi.
Apakah Nasi Dingin Lebih Rendah Kalori?
Respons gula darah yang lebih rendah tidak sama dengan bukti bahwa jumlah kalori nasi berkurang dalam jumlah besar. Keduanya merupakan hal berbeda yang perlu dipahami secara terpisah.
Pati resisten memang lebih sulit dicerna dibandingkan pati yang mudah dicerna. Namun, besarnya perubahan kandungan pati resisten dapat dipengaruhi oleh jenis beras, cara memasak, suhu, serta kondisi dan lama penyimpanan.
Artinya, manfaat pendinginan nasi sebaiknya dipahami dalam konteks perubahan pencernaan pati dan respons gula darah, bukan sebagai cara pasti untuk menghilangkan kalori.
Penelitian Lain Mengkaji Pati Resisten pada Nasi Fungsional
Penelitian Teguh Budiharjo dan rekannya berjudul Changes in Starch Resistant and Glycemic Index Marinade Rice in Some Kind of Functional mengkaji nasi fungsional yang direndam menggunakan bahan-bahan seperti daun jambu biji, teh hijau, kulit bawang merah, dan kayu secang.
Studi itu menemukan jenis bahan perendam berpengaruh terhadap kandungan pati resisten dan indeks glikemik nasi yang diteliti. Nasi yang direndam menggunakan daun jambu biji menunjukkan kandungan pati resisten tertinggi di antara perlakuan yang dibandingkan.
Penelitian ini memberikan gambaran pengolahan nasi dapat memengaruhi karakteristik patinya. Meski demikian, penelitian itu membahas nasi dengan perlakuan perendaman bahan tertentu, sehingga hasilnya tidak bisa langsung disamakan dengan nasi rumahan yang hanya dimasak lalu didinginkan.
Cara Menyikapi Tren Makan Nasi Dingin
Nasi dingin dapat menjadi salah satu pilihan penyajian nasi, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas pola makan. Porsi nasi, lauk yang dikonsumsi, sayuran, dan keseimbangan asupan sehari-hari juga tetap perlu diperhatikan.
Selain itu, nasi matang perlu disimpan dengan aman. Jangan membiarkan nasi terlalu lama berada pada suhu ruang karena bakteri seperti Bacillus cereus dapat berkembang dan menghasilkan racun. Simpan nasi dalam wadah bersih dan tertutup, segera dinginkan di lemari es, serta panaskan kembali hingga benar-benar panas sebelum dikonsumsi.
Bagi orang yang perlu mengendalikan gula darah, hasil penelitian tentang nasi dingin tidak berarti mereka harus mengganti seluruh pola makannya atau mengubah pengobatan sendiri. Pengaturan porsi dan pola makan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Jadi, nasi dingin memang berpotensi meningkatkan pembentukan pati resisten dan menurunkan respons gula darah dalam kondisi tertentu.
Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
Simak Video "Membangun Ekosistem Kesehatan Indonesia yang Lebih Kuat"
Lamsahat Tua Pembentukan Orang Pendek Sherli Indah Tiaranita Kepercayaan Would(astj/astj)



























































