Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan menyiapkan langkah pemulihan ekosistem Suaka Margasatwa Padang Sugihan usai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemulihan akan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi ekosistem, termasuk penanaman kembali dan perbaikan hidrologi gambut.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan pemulihan ekosistem menjadi prioritas setelah karhutla, terutama ekosistem gambut dan rawa.
"Ya pasti yang pertama prioritas adalah pemulihan ekosistem pasca karhutla kita harus melakukan istilahnya penanaman kembali atau pemulihan ekosistem, jadi itu nanti kami susun dalam satu rencana pemulihan ekosistem yang pastinya harus disesuaikan dengan ekosistemnya, tipe ekosistem gambut, ekosistem rawa, itu satu," katanya, Rabu (28/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penanaman kembali, BKSDA Sumsel juga akan memprioritaskan pemulihan hidrologi gambut. Sehingga dapat mengurangi risiko kebakaran berulang di kawasan tersebut.
"Yang kedua pemulihan hidrologi gambut, ini juga nanti kami pasti akan membutuhkan masukan juga dari akademisi, dari para pakar, termasuk juga dari Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional yang baru dibentuk, itu pasti akan ada kajian bagaimana upaya pemulihan ekosistem gambut hidrologinya supaya dapat meminimalisir kebakaran," ucapnya.
Daniwari menjelaskan, kondisi hidrologi gambut yang terjaga dapat membantu mempertahankan pembasahan lahan dan memudahkan pemantauan tinggi muka air tanah.
"Karena kalau hidrologinya bagus pembasahan untuk areal gambutnya juga akan terjaga, tinggi muka air tanah itu juga dapat dimonitor dengan baik, dan apabila nanti mungkin ada titik api yang terjadi. Kebutuhan air untuk pemadaman juga lebih dapat tersedia dengan baik, kalau hidrologi gambutnya bagus," ujarnya.
Terlebih, kondisi musim kemarau panjang yang dipengaruhi siklus El Nino perlu diantisipasi agar kebutuhan satwa terutama di Padang Sugihan tetap terpenuhi.
"Dan tentu saja untuk kebutuhan satwa liar di musim kemarau panjang, terutama siklus El Nino ini juga penting untuk diantisipasi melalui pemulihan hidrologi gambut itu," ungkapnya.



























































