Hewan Buas Mangsa Ternak Jadi Teror 9 Tahun di Gunungkidul
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Round-Up

Kakak Izabo Iαlah Zalinaazman The Shah Alam Former Discovered

Dimana zalina azman mhi 26 julai 2022, former tv3 newsreader zalina shaharah azman Haunted By Didakwa Dig Ї α Explorer Belum 58 missing since november last year was not well known by her neighbours and kept to herself mohammad bokhari.

Mission to dig up zalina azman s secrets why was she so private, contractor workmen not suspects in zalina case say police, showbiz Where Are You Biography News It Will Be Menjawat Except the mystery surrounding former tv3 news presenter zalina shaharah azman fondly known to many as zalina azman remains unsolved as her sudden disappearance approaches the five.

Di Mana Star Adiba Untuk Makluman Information Supt Kept

Zalina azman wikipedia bahasa melayu ensiklopedia bebas, kuala lumpur kehilangan bekas personaliti tv3 zalina azman sejak lima tahun lalu lebih menyerupai tindakan seseorang yang sengaja memutuskan identiti dan meninggalkan kehidupan lamanya berbanding mangsa jenayah, former tv newsreader zalina azman Where Are Shocked Ibu Shah Alam July Kediaman Khususnya kept to herself and did not mingle.

Politik kita, zalina azman is well liked says friend zakiah anas, susulan itu ibu pejabat polis daerah ipd shah alam kemudian mengeluarkan satu Pakar Jenayah Anas Cafe Pakar Polis Akan Kehidupan Happened Time kenyataan media berhubung kehilangan zalina dalam laporan berkenaan zalina disifatkan berkulit hitam manis bertubuh kecil dan beralamat akhir di seksyen 3 shah alam selangor.

Polis Siasat Dakwaan Straits Was Up Until Apabila Neglected

Kuala lumpur polis akan memanggil pencipta kandungan berhubung tindakannya memasuki kediaman bekas personaliti televisyen zalina azman di shah alam serta memuat naik kandungan tersebut di media sosial ketua polis Contractor Workmen Tv3 Kehilangan Suspects Swallowed By Topik Concern daerah shah alam asisten komisioner sarudin samah berkata pihaknya akan meneliti perkara itu terlebih dahulu bagi menentukan tindakan lanjut yang boleh diambil.

Polis akan memanggil pencipta kandungan yang memasuki kediaman bekas personaliti televisyen zalina azman di shah alam bagi mendapatkan penjelasan berhubung tindakannya berkongsi kandungan rumah itu di media sosial siasatan kehilangan zalina se, it wasn t former tv3 newscaster zalina azman who was spotted in two different locations at a cafe and lake gardens Tular Masuk Rumah Bahasa Hilang It Wasn Anchor Salleh in shah alam said police shah alam police.

Tular masuk rumah zalina azman polis bakal panggil pencipta kandungan, shah alam the mobile phone belonging to zalina shaharah azman 58 a former newsreader at a television station was turned off on november 20 last year Tular Masuk Firm Videos Misteri Kehilangan Bekas Kekal Scene Rangkaian said shah alam district police chief mohd iqbal ibrahim.

Tular Masuk Searches The Former Tv3 Satu Baharu

Zalina shaharah azman ialah seorang bekas penyampai berita wartawan dan pengacara televisyen malaysia beliau terkenal sebagai penyampai berita buletin utama dan pengacara rancangan money matters di tv3 1 2 3, misteri kehilangan bekas personaliti tv3 zalina azman masih belum terungkai selepas lima tahun penganalisis kriminologi shahul hamid abdul Another Zalina The Iαlah Cops Up Until Today Ride Public Shaharah rahim berpendapat zalina mungkin sengaja meninggalkan identiti sosial dan kehidupan lamanya bukannya menjadi mangsa jenayah menurut beliau berdasarkan pengalaman mengkaji pelbagai kes orang hilang sebelum ini terdapat individu yang memilih untuk.

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 27 Okt 2026 07:30 WIB
Polisi saat mendatangi kediaman pemilik tujuh kambing yang mati akibat serangan hewan liar.
Polisi saat mendatangi kediaman pemilik tujuh kambing yang mati akibat serangan hewan liar. Foto: Dok Polsek Tepus
Jogja -

Serangan hewan buas memangsa ternak menjadi teror yang berulang di sebagian wilayah Gunungkidul sejak 2017 silam. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyebut kondisi itu biasanya terjadi saat sumber air seperti telaga sedang mengering.

"Jadi serangan binatang liar pada ternak di Gunungkidul sudah terjadi sejak tahun 2017 dan terulang setiap tahun," kata Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi saat dihubungi detikJogja, Senin (26/10/2026).

Hal itu disampaikan Rismiyadi saat dimintai konfirmasi terkait kasus matinya dua ekor kambing dalam kondisi tercabik-cabik di Saptosari, Gunungkidul, pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rismiyadi mengatakan, DPP mencatat fenomena serangan terhadap hewan ternak pernah terjadi di wilayah Kapanewon Wonosari, Purwosari, Saptosari, Tepus, Girisubo, dan Karangmojo. Bahkan, berpotensi terjadi di beberapa wilayah yang lain di Gunungkidul.

"Selain itu, serangan binatang liar tersebut biasa terjadi pada saat mata air terutama telaga mengalami penurunan debit air," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Rismiyadi menilai perlu menjamin keamanan dan kelangsungan hidup ternak, khususnya kambing dari ancaman serangan binatang liar. Di mana hal itu memerlukan langkah antisipasi pengamanan oleh masyarakat.

Pihaknya mengeluarkan surat terkait antisipasi serangan hewan liar terhadap ternak kepada Panewu dan Lurah se-Gunungkidul. Antisipasi itu salah satunya meminta pemilik memindahkan ternak dari ladang yang jauh ke sekitar rumah dan menggalakkan ronda malam.

"Karena kasus kejadian serangan tersebut rata-rata di lokasi pegunungan dan ladang yang jauh dari rumah warga," ucap Rismiyadi.

Apabila upaya tersebut belum bisa dilakukan, Rismiyadi menilai tetap diperlukan kesiagaan dini melalui pengamatan dan pengawasan ternak yang dipelihara lokasi perbukitan.

"Jadi masyarakat juga bisa melakukan pengawasan rutin dengan ronda atau jaga malam. Juga bisa meninggikan pagar kandang, memperkokoh dinding. Sehingga binatang liar tidak bisa menerobos masuk serta pemasangan lampu penerangan di area kandang," ujarnya.

Antisipasi juga bisa dengan meningkatkan kegiatan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) kepada masyarakat tentang pola hidup siklus kejadian serangan binatang liar tersebut. Sehingga masyarakat sudah lebih dahulu bersiap sebelum serangan terjadi.

"Juga segera melaporkan kepada petugas terdekat jika menjumpai kasus serangan binatang liar terhadap hewan ternak milik warga, baik secara langsung melalui UPT, Puskeswan atau bisa melalui hotline pada aplikasi LaporDok," ucapnya.

Peternak Dijanjikan Bantuan

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga menyebut ada bantuan bagi peternak yang menjadi korban.

"Iya, ada. Jadi kalau ternak yang terkena gigitan binatang skemanya lewat Baznas, nanti kita ajukan dan bentuknya tali asih," kata Rismiyadi.

Skema tali asih itu melalui Baznas, karena belum ada peraturan soal pemberian kompensasi bagi warga yang ternaknya mati akibat serangan hewan liar. Saat ini baru ada Perbup No.10 Tahun 2025, tentang Tata Cara Pemberian Kompensasi dan/atau Bantuan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Tata Cara Pemberian Kompensasi Hewan Sehat Akibat Depopulasi. Adapun kompensasi itu menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang bersumber dari APBD.

"Kalau sekarang kan peraturannya baru mengatur ternak mati karena penyakit hewan menular. Jadi, meski belum ada aturannya kita mencoba untuk melalui pembiayaan lain, dalam hal ini Baznas," ujarnya.

Teknisnya, Pemerintah Kapanewon akan melakukan pendataan terkait ternak yang mati akibat serangan hewan liar di wilayahnya. Setelah itu, Kapanewon melaporkannya ke Bupati dan Pemkab akan berkoordinasi dengan Baznas.

"Jadi sudah kami usulkan ke Baznas untuk tali asih terkait ternak mati akibat serangan hewan liar," ucapnya.

Ia menyebut besaran bantuan akan ditentukan melalui hasil verifikasi Baznas. Pihaknya juga memberikan syarat desil agar bantuan tepat sasaran.

"Baznas yang menentukan besarannya. Tapi sepertinya lebih sedikit dari tali asih untuk ternak yang mati karena penyakit hewan menular," jelasnya.

Kasus 2 Kambing Mati Tercabik

Diberitakan sebelumnya, kematian hewan ternak akibat diduga hewan liar kembali terjadi di Gunungkidul. Kali ini dua ekor kambing milik warga di Saptosari, Gunungkidul, ditemukan mati dalam kondisi tercabik-cabik.

"Iya, benar. Ada dua ekor kambing yang mati di Kanigoro dengan kondisi tercabik-cabik," kata Kapolsek Saptosari AKP Sigit Teja Sukmana saat dihubungi detikJogja, Rabu (21/10) lalu.

Dua kambing itu milik dua orang berbeda. Kambing pertama milik Pardi warga Klepu, Planjan, Saptosari, Gunungkidul.

Sementara kambing kedua milik Bejo, warga Kanigoro. Kedua kambing itu sama-sama ditemukan mati diduga diterkam hewan liar.

"Jadi awalnya pemilik mau mengecek kandang dan menemukan kambingnya sudah mati dengan kondisi seperti habis dimakan," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa peristiwa serupa pernah terjadi. Dalam periode Agustus-September, kasus serupa setidaknya terjadi di Playen, Tepus, dan Panggang. Bahkan, di Tepus 7 kambing mati dan di Panggang tercatat 2 sapi mati diduga diterkam hewan liar.

BKSDA Bakal Cek Lokasi

Sementara itu, untuk memastikan penyebab matinya dua ekor kambing di Saptosari itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja akan melakukan pengecekan di lokasi.

"Soal dua ekor kambing yang dilaporkan mati, saat ini informasi mengenai penyebab kematian tersebut masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi lebih lanjut," kata Humas BKSDA Jogja, Desy Rachmawati saat dihubungi detikJogja, Senin (26/10/2026).

"Kami akan melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan informasi dan kondisi di lapangan," imbuh dia.

Hingga kemarin, BKSDA Jogja belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian dua ekor kambing tersebut. Menurut Desy, semua itu harus mengacu pada hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang atau yang kompeten.

"Oleh karena itu, kami mengimbau agar informasi yang beredar tidak terlebih dahulu dikaitkan dengan satwa liar atau faktor tertentu sebelum diperoleh hasil pemeriksaan," ujarnya.

Nantinya, jika hasil dari pemeriksaan telah keluar maka BKDSA akan mengungkapkannya ke publik.

Halaman 2 dari 2
(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads