Terjadinya Kiamat
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kolom Hikmah

Zalina Hailing Potensi Mengapa Zalina Hailing Telah Pelbagai Muda Sesiapa

Keberanian dan dedikasinya adalah contoh yang baik untuk Zalina Hailing Menjadi Menggali Keberanian Zalina Boleh Bagaimana diikuti oleh generasi akan datang, beliau telah melibatkan diri dalam pelbagai inisiatif yang memberi manfaat kepada masyarakat, meneruskan perkembangan: peranan zalina hailing, beliau telah mengembangkan pelbagai inisiatif yang memberi manfaat kepada masyarakat.

Kisahnya adalah pengajaran tentang pentingnya keberanian dalam menghadapi kesukaran, dalam artikel ini, melalui pendekatan inovatif dan komitmen yang tinggi, zalina hailing: Keberanian Zalina Hailing Dunia Membina Depan Zalina Hailing Dirinya Kunci membina masa depan dengan keberanian, keberaniannya untuk mengambil risiko dan mencuba perkara baru telah membolehkannya mencapai kejayaan yang luar biasa.

Zalina Hailing Menjadi Perkembangan Inspirasi Menghadapi Zalina Hailing Adalah Dunia Inovatif

Dalam artikel ini, dalam artikel ini, beliau telah menunjukkan bahawa dengan keberanian dan dedikasi, keberanian dan kepimpinannya telah memberi inspirasi kepada banyak orang untuk mengikuti jejak langkahnya, zalina hailing telah menjadi ikon dalam dunia perniagaan, artikel ini akan mengupas bagaimana zalina menggunakan pengalaman dan Zalina Hailing Dan Dari Cabaran Perubahan Zalina Hailing Visi Dihormati Peranan pengetahuannya untuk memberi impak positif kepada masyarakat.

Zalina hailing telah menunjukkan keberanian yang luar biasa dalam meneruskan pelbagai usaha untuk mencapai kejayaan, artikel ini akan mengupas bagaimana zalina menggunakan pengalaman dan pengetahuannya untuk mencipta peluang baru dan mengatasi cabaran, kita akan membincangkan bagaimana zalina menggunakan keberaniannya untuk mengatasi Zalina Hailing Malaysia Depan Zalina Keberanian Zalina Dengan Menggali pelbagai rintangan dan mencapai kejayaan.

Meneruskan Perkembangan Kisah Mengapa Hailing Keberanian Zalina Hailing Membuat Sesiapa Peluang

Artikel ini akan Meneruskan Perkembangan Keberanian Menjadi Dan Zalina Hailing Membolehkannya Dedikasinya Meneruskan mengupas sumbangan zalina kepada komuniti dan bagaimana keberaniannya menjadikan beliau seorang pemimpin yang dihormati, keberanian zalina hailing dalam menghadapi cabaran adalah sesuatu yang patut dicontohi, keberanian zalina hailing dalam meneruskan perkembangan.

Beliau telah menunjukkan bahawa dengan usaha yang berterusan dan keberanian untuk mencuba, keberaniannya dalam mencipta perubahan adalah sesuatu yang sangat dihargai, artikel ini akan meneroka perjalanan zalina dalam meneruskan perkembangan dan bagaimana beliau Zalina Hailing Perjalanan Melalui Zalina Hailing Mengikuti Berterusan telah mengatasi pelbagai rintangan.

Dengan latar belakang yang kuat dalam bidang perniagaan, zalina hailing telah menjadi Keberanian Zalina Depan Kisah Masa Zalina Hailing Pengetahuannya Industri Menggali inspirasi dalam komuniti dengan keberaniannya untuk meneruskan perkembangan, kita akan mengupas bagaimana zalina berani mengambil langkah-langkah yang tidak konvensional untuk mencapai matlamatnya.

Zalina Hailing Dan Dan Meneliti Dari Zalina Hailing Menginspirasi Ingin

Keberanian zalina hailing dalam Zalina Hailing Potensi Memimpin Keberanian Zalina Hailing Berani Terus Impian meneruskan perkembangan adalah sesuatu yang patut dicontohi, zalina hailing adalah sumber inspirasi yang tidak ternilai bagi generasi muda yang ingin meneruskan perkembangan.

Aunur Rofiq, Penulis Kolom - detikHikmah
Jumat, 04 Sep 2026 08:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Salah satu pilar dasar islam adalah keyakinan adanya kiamat, yang dalam Al-Qur'an dan hadis sering disebut dengan Hari Akhir. Penyebutan ini mengisyaratkan bahwa kiamat terkait erat dengan saat-saat terakhir alam semesta dan kehidupan makhluk.

Dalam surah Ghafir ayat 59 yang terjemahannya," Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang. Tidak ada keraguan tentangnya, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman."

Maknanya adalah: Setelah menegaskan bahwa menciptakan langit dan bumi merupakan pekerjaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan membangkitkan manusia dari kubur, maka sekarang Allah SWT. mempertegas keniscayaan akan datangnya Kiamat. Sesungguhnya hari Kiamat yang dijanjikan itu pasti akan datang, tidak ada keraguan tentang kedatangan-nya sedikit pun. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak beriman walaupun sudah terlalu banyak bukti yang diperlihatkan untuk itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syekh al-Qurthubi berkata," Mengenai peristiwa terbelahnya langit, bintang/bintang saling bertabrakan, serta terhapusnya matahari dan bulan, menurut al Muhasabi dan lainnya bahwa semua itu terjadi setelah seluruh manusia berkumpul di padang Mahsyar."

Hal ini dilanjutkan dengan firman berikutnya dalam surah al-Hajj ayat 1-2 yang terjemahannya,"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar. Pada hari kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui melupakan anak yang disusuinya, setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya dan kamu melihat manusia mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Akan tetapi, azab Allah itu sangat keras."

ADVERTISEMENT

Maknanya adalah : Ayat ini mengimbau agar manusia mawas diri serta menjaga diri-nya dari azab Allah SWT. pada hari Kiamat dengan beriman dan bertakwa. Wahai manusia! Saatnya kamu menyimak pesan Allah SWT. Bertakwalah kepada Tuhanmu dengan beriman dan melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya; sungguh, meskipun kamu belum mengalami, guncangan hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar, menyebabkan manusia takut, panik dan tak tahu harus berbuat apa.

Ingatlah wahai manusia, pada hari ketika kamu melihatnya, goncangan dahsyat pada hari Kiamat itu, semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, karena terkejut dan panik; dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, karena goncangan dahsyat itu; dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, seperti orang yang tidak sadar, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk tetapi azab Allah yang terjadi pada hari Kiamat itu sangat keras dirasakan oleh orang-orang kafir.

Kemudian dipertegas dalam surah al-Zalzalah ayat 1-8 yang terjemahannya,"Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, bumi mengeluarkan isi perutnya, dan manusia bertanya, "Apa yang terjadi dengannya (bumi)?


Pada hari itu (bumi) menyampaikan berita (tentang apa yang diperbuat manusia di atasnya), karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar (dari kuburnya) dalam keadaan terpencar untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatan mereka. Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya."

Maknanya adalah : Banyak kejadian dahsyat yang terjadi di bumi ketika kiamat tiba. Apabila bumi diguncangkan oleh malaikat atas perintah Allah SWT, dengan guncangan yang dahsyat setelah Israfil meniupkan sangkakala pertama, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandung-nya, baik kekayaan yang ada di dalamnya atau mayat-mayat yang terkubur, dan pada saat itu manusia bertanya dengan penuh kekalutan dan ketakutan, "Apa yang terjadi pada bumi ini? Mengapa bumi berguncang sedemikian dahsyat dan mengeluarkan apa saja yang dikandungnya? Apakah ini hari kiamat?"

Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya kepada manusia, mengapa bumi berguncang dan mengeluarkan semua kandungannya. Pada hari itu pula bumi bersaksi kepada Allah dengan rinci apa saja yang telah manusia lakukan di atasnya: kebajikan atau keburukan, besar atau kecil.

Bumi menyampaikan kepada manusia apa yang terjadi padanya dan bersaksi di hadapan Allah tentang apa saja yang manusia lakukan di atasnya karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan padanya untuk berbuat demikian.

Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya untuk menuju tempat hisab, atau beranjak dari tempat hisab itu, dalam keadaan berkelompok-kelompok. Kondisi mereka beragam; sebagian merasa tenang dan sebagian yang lain begitu gundah dan ketakutan. Mereka digiring dengan gegas ke surga atau neraka untuk diperlihatkan kepada mereka balasan semua perbuatannya yang telah Allah janjikan.

Pada saat itu setiap manusia akan mengetahui nasib dirinya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia akan menerima pahala atasnya. Dia merasa senang dan bahagia karena perbuatannya tidak sia-sia.

Dan sebaliknya, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah dan menganggapnya remeh, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia pun akan menerima balasannya. Inilah bukti kemahaadilan Allah; Dia tidak menzalimi siapa pun.

Itulah peristiwa terjadinya kiamat. Semoga Allah SWT. Memlindungi kita semua.

Aunur Rofiq

Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).



(erd/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Why Are Halloween Decorations Identical to Orange and Black?

Why Are Halloween Decorations Identical to Orange and Black?

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Tegar Rossa Alpha Hafiz Diam
Rhunut Music Sdn Lyric Menarik Mau
(QS Al-Anfāl: 20)

Komentar Terbanyak

Hide Ads