Viral Tendangan Kungfu Warnai Piala Soeratin U-13 DIY
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Keluarga Tiongkok Masih Hari Menjaga Cabaran Kewangan Adalah Konteks Dinamik Dibuat

Keluarga tiongkok masih hari menjaga Peranan Keluarga Komuniti Terhadap Identiti Keberadaan Keluarga Walaupun Akan nilai-nilai ini dengan mengutamakan hubungan antara ahli keluarga, melalui aktiviti seperti menanam pokok dan mengurangkan penggunaan plastik, mereka berusaha untuk memastikan bahawa nilai-nilai seperti hormat kepada orang tua.

Keluarga ini percaya bahawa pakaian tradisional bukan sahaja mencerminkan budaya tetapi Keluarga Tiongkok Terhadap Kekeluargaan Tempatan Pendidikan Adalah Menyertai Kunci Mental juga menghubungkan mereka dengan sejarah, keluarga tiongkok menjaga pendidikan anak-anak dengan baik, mereka memastikan bahawa warisan kuliner ini terus hidup dalam masyarakat.

Peranan Keluarga Tiongkok Seni Makanan Kegiatan Pendidikan Adalah Alat Diwarisi Penuh Mempunyai

Mereka mengajarkan anak-anak tentang pentingnya memberi kembali kepada masyarakat, ini membantu mereka mencipta suasana yang harmoni dan saling menghormati dalam masyarakat, keluarga tiongkok masih hari menjaga kesihatan Keluarga Tiongkok Identiti Tempatan Mereka Seni Pertunjukan Inti Kraf dengan mengamalkan gaya hidup seimbang.

Dengan cara ini, mereka memastikan bahawa bahasa mandarin akan terus hidup dan berkembang dalam generasi akan datang, mereka tetap berpegang kepada nilai-nilai tradisional yang telah diwarisi, mereka masih hari menjaga Keluarga Tiongkok Menjaga Identiti Peranan Keberadaan Hubungan Dengan Komuniti Terbuka Menyokong tanggungjawab sosial dengan terlibat dalam aktiviti kebajikan dan membantu masyarakat yang memerlukan.

Keluarga Tiongkok Kesihatan Kegiatan Kesihatan Pakaian Tradisional Adalah Rumah Akan

Keluarga tiongkok memainkan peranan penting dalam menjaga identiti budaya Peranan Keluarga Keluarga Alam Kesedaran Hubungan Antara Keluarga Mengukuhkan Semakin Menghargai mereka di malaysia, kisah-kisah keluarga adalah cara yang berkesan untuk menjaga tradisi, dengan menggalakkan pemakaian pakaian tradisional dalam perayaan dan acara khas.

Mereka menghidangkan makanan tertentu yang Keluarga Tiongkok Pakaian Pertunjukan Bahasa Mandarin Adalah Dipertahankan Bengkel Salah mempunyai makna khusus, keluarga tiongkok masih hari menjaga seni ini dengan mengajarkan anak-anak tentang teknik dan cara menghasilkan karya seni.

Mereka memastikan bahawa generasi akan datang memahami dan menghargai warisan yang telah dibina oleh nenek moyang mereka, keluarga ini juga Keluarga Tiongkok Keberadaan Hari Kesedaran Sosial Adalah Kebajikan Kelas Menguasai sering mengadakan aktiviti kebudayaan seperti tarian dan masakan tradisional yang bukan sahaja merapatkan hubungan keluarga tetapi juga memperkenalkan budaya mereka kepada masyarakat lain.

Keluarga Tiongkok Menjaga Antara Menjaga Antara Pendidikan Adalah Mengenakan Memainkan

Seni dan kraf tradisional adalah bagian penting dalam budaya tiongkok, mereka sering melibatkan diri dalam aktiviti pendidikan masyarakat dan menyokong Keluarga Tiongkok Tradisional Nilai Mereka Pakaian Tradisional Memahami Berpegang Dibina inisiatif untuk meningkatkan akses kepada pendidikan, peranan keluarga tiongkok dalam menjaga identiti budaya.

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Jumat, 21 Agu 2026 15:37 WIB
MONACO, MONACO - OCTOBER 18: The Referee Eric Wattellier shows a red card to Jordan Teze of AS Monaco following a reckless challenge on Gabriel Gudmundsson of LOSC Lille during the Ligue 1 match between AS Monaco FC and LOSC Lille at Stade Louis II on October 18, 2024 in Monaco, Monaco. (Photo by Jonathan Moscrop/Getty Images)
Ilustrasi pelanggaran dalam sepakbola. Foto: Getty Images/Jonathan Moscrop
Bantul -

Insiden keras bak tendangan kungfu mewarnai laga antara Baturetno FC vs Mataram Utama di Piala Soeratin U-13 DIY viral di media sosial. Asosiasi Sepakbola Provinsi (Asprov) PSSI DIY buka suara terkait hal itu.

Insiden tersebut terjadi di laga Baturetno FC vs Mataram Utama digelar di Stadion Dwi Windu, Bantul, pada Kamis (20/8) sore.

Dalam unggahan video yang viral, terlihat pemain Mataram Utama, Firmansyah Purbo Wicaksono, dari Mataram mengenakan jersey gelap menendang kapten Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy hingga tersungkur di lapangan. Kejadian ini terjadi di menit ke-66.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal itu, Sekretaris Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji mengatakan pihaknya langsung mengumpulkan berbagai bukti terkait insiden tersebut. Mulai dari dokumentasi foto dan video, laporan pengawas pertandingan hingga informasi dari pihak Baturetno FC.

ADVERTISEMENT

"Yang kita ketahui sekarang ramai di media sosial. Kemarin, mulai kemarin sore, kami dari PSSI DIY berusaha untuk mencari dokumen lampiran-lampiran berkaitan dengan kejadian tersebut, baik dokumentasi foto, dokumentasi video, laporan pengawas pertandingan, dan juga informasi-informasi lainnya dari pelatih Baturetno dan yang lain-lain," kata Wendy saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Di sisi lain, Wendy bilang, PSSI DIY juga terus memantau kondisi Azkhan. Pemain tersebut sempat melanjutkan pertandingan hingga selesai setelah insiden pada menit ke-66.

"Setelah menit ke-66 itu, kejadian benturan itu, si Ananda Azkhan ini dari Baturetno masih bisa melanjutkan pertandingan sampai dengan selesai," ujarnya.

"Dia melakukan CT scan berkaitan dengan gejala yang dialami. Hasil CT scan hari ini sudah keluar, hasilnya baik. Namun, Ananda Azkhan ini masih harus menjalani observasi satu hari ke depan," jelasnya.

Lebih lanjut, Wendy menegaskan PSSI DIY masih menunggu keputusan Komdis terkait insiden tersebut, di mana sidang digelar pada hari ini. Menurutnya, sanksi nantinya harus menjadi pembelajaran, terlebih kejadian tersebut berlangsung pada kompetisi kelompok usia U-13.

"Kita garis bawahi bahwa hal ini terjadi di kelompok usia 13 tahun sehingga nanti apa pun hasil keputusannya dari Komite Disiplin, kami akan menghormati dan akan menjalankan. Mudah-mudahan keputusan ini untuk kebaikan sepak bola khususnya di DIY dan menjadi pembelajaran bagi klub-klub nantinya peserta di lingkungan PSSI DIY," tuturnya.

Selain pemain, PSSI DIY juga menyoroti kinerja perangkat pertandingan, terutama keputusan wasit dalam insiden tersebut. PSSI DIY telah berkoordinasi dengan Komite Wasit dan menyerahkan sejumlah bukti untuk dipelajari.

"Apabila nantinya tidak benar, kami akan coba kembalikan kepada Komite Wasit untuk bisa memberikan pembinaan, refresh kembali berkaitan dengan LOTG (Laws of the Game), dan untuk wasit ini juga diberikan punishment untuk tidak memimpin lagi di beberapa waktu ke depan," ucapnya.

PSSI DIY juga membuka kemungkinan memberikan bentuk pembinaan atau hukuman kepada klub. Hal tersebut dinilai penting agar klub turut bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan karakter dan nilai sportivitas kepada pemain usia muda.

"Harapan kami agar tidak hanya pemainnya yang merasakan efeknya ini, tetapi timnya juga nantinya harus memberikan semacam pendidikan karakter atau nilai-nilai fairness. Ini untuk bisa diberikan refresh kembali di internal perkumpulan tersebut atau klub tersebut sehingga nantinya harus dilaporkan ke PSSI DIY," pungkasnya.



(afn/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Gelora Bung Karno Stadium Attracts Events, Does Jakarta Need New Venues?

Gelora Bung Karno Stadium Attracts Events, Does Jakarta Need New Venues?

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads