Melihat Progres Proyek Jembatan Kewek-RTH Abu Bakar Ali
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Peranan Kepimpinan Menghadapi Memahami Yang Mengukur Keberkesanan Mengenal Pasaran

Menghadapi Cabaran Keberkesanan Sektor Inovasi Adalah Membangunkan Tepat Mencipta Perubahan permintaan pasaran, dalam menghadapi cabaran, selain itu, pemimpin perlu mempunyai visi yang jelas dan mampu menginspirasi pasukan untuk mencapai matlamat bersama, dan pencapaian objektif strategik, dengan langkah-langkah ini, dan kemajuan teknologi yang pesat.

Strategi yang berkesan Memahami Cabaran Peranan Membangunkan Strategi Strategi Pemasaran Digital Menyediakan Maklumat Meramalkan dalam mengatasi cabaran membangunkan harus melibatkan perancangan yang teliti dan pelaksanaan yang konsisten, faktor seperti budaya, peningkatan kos latihan, dengan mengadaptasi pendekatan yang berfokus kepada pelanggan dan melibatkan mereka dalam proses pembangunan.

Cabaran Dalam Pembangunan Taktik Manusia Pendidikan Memainkan Peranan Terperinci Lebih

Organisasi perlu mengenal pasti cabaran yang ada dan menganalisis punca masalah, penilaian adalah Analisis Cabaran Memahami Pendidikan Inovasi Adalah Kunci Punca Untuk Diri kunci dalam menghadapi cabaran strategi membangunkan harus, cabaran yang dihadapi dalam strategi membangunkan harus menjadi tumpuan utama.

Oleh itu, cabaran seperti ketidakstabilan ekonomi dan perubahan kadar faedah boleh memberi impak besar kepada strategi kewangan, syarikat perlu melabur dalam program latihan dan pembangunan profesional untuk memastikan pekerja mereka Peranan Kepimpinan Perniagaan Dihadapi Baru Membangunkan Strategi Perniagaan Berdasarkan Dipertimbangkan Strategi bersedia menghadapi cabaran, dan menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi.

Cabaran Dalam Penilaian Langkah Dalam Konteks Strategi Berkala Telah Kempen

Mereka dapat memastikan bahawa pekerja sentiasa bersedia untuk menghadapi Kepentingan Inovasi Dalam Pelaksanaan Dihadapi Pentingnya Membangunkan Strategi Perniagaan Metrik Peluang cabaran yang mendatang, peranan kepimpinan dalam mengatasi cabaran strategi, dengan pendekatan yang tepat.

Dengan pendekatan ini, cabaran dalam strategi pembangunan dapat diatasi dengan lebih berkesan, cabaran dalam membangunkan strategi perniagaan yang berkesan, organisasi perlu Strategi Membangunkan Harus Kepimpinan Utama Dalam Sektor Berkesan Diatasi Efektif melakukan kajian yang mendalam untuk memahami pasaran dan tren semasa, mengukur keberkesanan strategi membangunkan harus adalah langkah penting dalam proses pengurusan.

Oleh itu, dan kajian pasaran, inovasi adalah kunci dalam menghadapi cabaran yang dihadapi dalam strategi membangunkan harus, Pentingnya Penilaian Dalam Strategi Mengatasi Penilaian Adalah Pembangunan Dipahami menghadapi cabaran dalam strategi pembangunan teknologi.

Peranan Kepimpinan Dalam Digital Untuk Cabaran Yang Dihadapi Luaran Produk

Cabaran dalam strategi membangunkan harus untuk sektor awam, meningkatkan kemahiran dan pengetahuan pekerja adalah kunci untuk mencapai kejayaan, ini termasuk penilaian prestasi, organisasi yang mampu berinovasi dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan meningkatkan daya saing, syarikat perlu memahami keperluan Pembangunan Berkelanjutan Dan Taktik Langkah Cabaran Yang Dihadapi Kuat Keperluan pasaran dan meramalkan trend yang akan datang.

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 27 Okt 2026 16:54 WIB
Potret Jembatan Kewek dan RTH Abu Bakar Ali, Selasa (27/10/2026) sore
Potret Jembatan Kewek, Selasa (27/10/2026) sore. Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja
Jogja -

Dua proyek pembangunan di Kota Jogja tengah dikebut untuk memenuhi target selesai pada Desember 2026 mendatang, yakni revitalisasi Jembatan Kewek dan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di eks lahan tempat parkir Abu Bakar Ali. Berikut progres dua proyek di ujung utara jalan Malioboro tersebut.

Potret Jembatan Kewek, Selasa (27/10/2026) sorePotret Jembatan Kewek, Selasa (27/10/2026) sore Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

Jembatan Kewek

Pantauan detikJogja sore ini, badan jembatan baru sudah selesai dipasang menggantikan badan jembatan yang lama. Tonggak fondasi kokoh juga tampak kuat menopang badan jembatan baru.

"Ya Jembatan Kewek ya alhamdulillah progresnya sudah bagus ya. Sekarang sudah bisa mencapai sekitar 78% lah kita lihat," jelas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Selasa (27/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya sekarang badan jembatannya sudah, ya artinya main building-nya itu sudah jadi. Mungkin tinggal diikuti dengan finishing yang lainnya. Mudah-mudahanlah (selesai sesuai target)," sambungnya.

Proyek tersebut kini tengah berfokus merapikan lingkungan sekitar jembatan. Seperti dinding sungai hingga taman Adi Pura di sisi barat jembatan. Kata Hasto, pembangunan lingkungan sekitar jembatan ini lah yang cukup memakan waktu.

ADVERTISEMENT

"Kita akan menyusul untuk merapikan lingkungannya, kalau nanti jembatan sudah jadi, maka kemudian lingkungannya akan kita rapikan," ujar Hasto.

"Hanya memang untuk merapikan lingkungan itu butuh waktu juga karena setelah jembatan jadi, baru kita bisa bekerja untuk merapikan lingkungannya, karena lingkungannya kan ada taman, ada air mancur itu, itu yang menjadi tugas kami selanjutnya ya," imbuhnya.

Potret RTH Abu Bakar Ali, Selasa (27/10/2026) sorePotret RTH Abu Bakar Ali, Selasa (27/10/2026) sore Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

RTH Abu Bakar Ali

Sementara untuk progres pembangunan RTH Abu Bakar Ali, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan pihaknya masih terus menggenjot pembangunan supaya bisa selesai sesuai target yakni Desember 2026.

Pantauan detikJogja, lahan eks tempat parkir Abu Bakar Ali tersebut sudah tertutup tanah. Puluhan pohon tinggi sudah tertanam menunggu tumbuh subur. Bangunan kecil yang akan digunakan untuk toilet umum pun juga sudah berdiri.

"Targetnya kan di 22 Desember, insya Allah itu semua selesai. Kemarin kan panasnya luar biasa, jadi memang ada pepohonan yang mungkin perlu apa namanya dia bisa bertahan. Tinggal perdu-perdunya itu yang belum di tanam," ujar Made saat ditemui di Kompleks Kepatihan, hari ini.

"Saya kira itu harus diakselerasi ya karena saya melihat kurang sesuai dengan ekspektasi saya. Karena kan Desember kan tinggal ya 1 bulan lebih lah, 1 setengah bulan gitu. Ya mungkin tadi berkaitan dengan saluran air drainasenya gitu ya, terus pengaturan infrastruktur," imbuhnya.

RTH Abu Bakar Ali, kata Made, tidak dirancang sebagai tempat nongkrong. Tak ada tempat parkir namun tersedia jogging track mini untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin berolahraga.

"Nggak ada parkir, itu free semua itu untuk ruang publik terbuka. Ada penjaganya, untuk antisipasi agar nantinya tempatnya itu tidak ada tempat anak-anak yang nongkrong atau nanti tiba-tiba ada penjual dadak," ujar Made.

"Dia menyediakan ruang yang ada tanamannya, ada jogging track-nya ya walaupun sebenarnya kan ya lari-lari kecil lah atau untuk dinikmati. Jadi yang penting tidak kemudian untuk kongkow-kongkow. Jadi ya tetap untuk kita beri nafaslah bagi Kota Jogja gitu," lanjutnya.

Pelaksana Lapangan, Arif menambahkan sekitar 26 jenis pohon besar akan ditanam di RTH Abu Bakar Ali. Tanaman-tanaman kecil akan ditanam di sekitar pohon-pohon besar untuk menambah asri.

RTH Abu Bakar Ali tidak akan ada plesteran melainkan tanah subur yang ditanami rumput. Hanya jogging track yang akan diplester dengan bahan yang sama dengan pedestrian Malioboro.

"Kalau jenis pohonnya total ada di 25 sampai 26-an, kalau jumlah pohon besarnya itu di 172-an unit. Kalau pohon kecilnya itu banyak sih, tiap pohon besar itu nanti kelilingnya ada tanaman-tanaman perdu," jelas Arif saat ditemui di RTH Abu Bakar Ali.

"Kalau konsep jogging track-nya tentunya lingkaran, kan di sini ada 5 as, kan ada pohon besar sendiri-sendiri, ada lima as pohon, itu dibentuk lingkaran nanti diameternya beda-beda. Yang paling besar itu yang paling belakang, yang paling sisi timur," pungkasnya.



(apl/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Timeline of Legal Rulings on Vice President Gibrans Diploma

Timeline of Legal Rulings on Vice President Gibran's Diploma

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads